//
jarum pendek pada jam dinding sudah melewati angka dua belas. lewat tengah malam, tetapi kelopak mata lee minho rupanya belum mau memejam. padahal tadi sebelum pulang, bulu matanya berat sekali macam mengangkut banyak barang.
"laper...."
ia terbangun dari acara berbaring di sofa, berniat cari camilan yang bisa ganjal perutnya. inilah yang minho tidak suka dari insomnia, selalu buat ia terus merasa lapar. kalau begini, abs yang coba dibentuknya kini, takkan pernah unjuk gigi.
tarik keluar satu cup ramen dari kulkas, minho bergegas, seduh benda itu dengan air panas. ia ambil segelas air lantas diteguknya hingga tandas.
setelahnya, baru ia kembali dudukkan diri. televisi yang menayangkan sebuah film tak lantas menjadi distraksi. fokusnya tetap pada ramen di genggamannya kini.
suara pintu terbuka dan presensi seseorang dari baliknya adalah dua hal yang berhasil alihkan atensi minho.
"loh, lino, kok kamu belum tidur?"
si empunya nama putar bola mata saja. bukannya lontarkan jawaban, hal yang sama malah ia tanyakan. "loh, chanie hyung kenapa belum tidur?"
chan terkekeh, tas punggung hitam yang disandangnya kini ia simpan di sofa kosong. ia lantas mendaratkan bokongnya tepat di sebelah minho.
"kamu tau aku abis darimana dan ngapain aja sampai belum tidur," katanya, dengan santai merebut suapan pertama si pemuda lee yang belum sedari tadi terabaikan.
"iya, tau. tau banget malah." minho sejenak lupa pada ramennya, sebab kini seluruh atensinya sedang diambil alih oleh pemuda di hadapan. "hyung, jangan terlalu gila kerja, lah. itu studio juga gak akan kabur kalaupun hyung istirahat sehari. ada jisung sama changbin gunanya apa? kalian bertiga bikin tiga lagu sehari aja rampung. jangan kayak gini."
chan malah terkekeh lagi. sekilas, ia menjepit hidung bangir minho dengan dua jari dengan gemas. "bilang aja kamu kangen aku."
yang lebih muda merengut tak suka. "chanie hyung, aku serius!" serunya kesal.
"iya, aku juga serius, lee know stray kids ternyata segemes ini kalau off-cam," ujarnya seraya tersenyum lebar.
"hyung!" minho menyeru, meski tak dapat dielakkan jika ada hangat yang menjalari pipinya.
"yes, honey?"
tinjuan di lengan atas diterima chan. pemuda yang punya gelar dancing gem itu menatap kesal sang ketua. "ih, sana ah hyung tidur aja, kalau melek ngeselin banget soalnya!"
"yang bener? bukannya aku itu ngangenin?" goda si lebih tua sambil naik-turunkan alisnya.
"enggak!"
"yakin?"
"yakin!"
"beneran?"
"iiiih, chanie hyung bawel!"
kepalang kesal karena chan tak mau berhenti menggodanya, minho langsung membungkam bibir si lebih tua dengan miliknya. hanya menempel, supaya pemuda itu diam.
minho menjauhkan wajah lalu tertawa kecil setelahnya. "hehe."
dikiranya chan ambil alih cup ramen untuk ia makan sendirian karena terlalu malas buat memasaknya lagi, minho hendak protes, namun justru ia salah terka. sebab kini yang dilakukan chan adalah membawanya kembali dalam sebuah pagutan.
dengan manik memejam, si pemuda bang mencumbu ranum tipis si pemuda lee lembut. kemudian melumat bibir atas dan bawahnya bergantian. agaknya, minho memang tak ada niatan untuk menolak. maka, ketika tubuhnya dibawa buat duduki pangkuan, dengan sigap ia ikut memejam lalu kalungkan lengan di leher si dominan.
lee minho selalu suka bagaimana cara bang chan menciumnya. buatnya serasa terbang lalu menjamah mega-mega tipis di atas sana. lewat ciuman itu, lee minho tau, dirinya begitu dicintai.
dirasa oksigen hampir tak lagi jumpai paru-paru, keduanya membuat jarak. chan ulas seutas senyum di wajahnya lalu kecup kilat kurva merah favoritnya.
rona merah semu di pipi gembil minho kini tampak nyata sekali, selaras dengan terbitnya senyum malu-malu di sana. "chanie hyung...," panggilnya dengan volume suara kecil.
"hm? kenapa?"
bukannya mengutarakan apa maksudnya telah panggil nama si lebih tua, ia malah mengudarakan tawa kecilnya. "hehe."
manis sekali, apa enggak bikin diabetes?
chan ikut tertawa karenanya, ia lalu mengusap surai jingga minho penuh kasih. "iya, tau. i love you too."
entah harus berapa kali pipinya dibuat memerah oleh si pemuda bang. minho lalu sembunyikan wajahnya di ceruk leher chan dan merengek kecil di sana. rupanya tengah tahan rasa malu.
"aku penasaran deh, kenapa stays banyak yang pasang-pasangin kamu sama jisung dan herannya kamu yang jadi dominan. kamu dominan sebelah mananya?" kata chan sembari tertawa.
cubitan kecil di pinggangnya ia terima, tapi si empunya malah mengeraskan tawa. "dominan gen lucunya sih iya," lanjutnya.
minho lalu gigit pundak pemuda itu dengan kesal. berhasil bikin chan mengaduh dan minta ampun.
"chan hyung ih nyebelin!"
"loh, kan emang kamu itu lucu, gemesin. kalau stay tau kamu off-cam kayak gimana, yakin deh, pindah haluan semua. kamu tuh submisif sejati."
minho tatap si lebih tua lalu mengerucutkan kurva merahnya sambil geleng kepala. "gak mau! biarin aja cuma chanie hyung sama anak-anak yang tau!"
chan sekali lagi bubuhkan kecupan singkat di bibir tipis itu. "iya, sayang, iya."
//
requester: Tofu_0325ngehehe salam bottom minho!
kurang apa nie? kurang panjang ye? wkwkwkwk. bikin gumoh gak si ini? enak dibaca gak? ehe, mon maap kalo kurang gemez, aku lebih ahli baca sih.g
sincerely,
coraltears
