Angin malam berhembus membelai tubuh seorang pemuda manis yang tengah duduk santai di balkonnya sembari meminum secangkir teh hangat. Ia nampak terlihat senang karena sebentar lagi, dirinya akan segera melaksanakan pernikahan dengan kekasih kesayangannya. Walaupun umurnya belum genap dua puluh tahun, tetapi dirinya akan melakukan pernikahan kurang dari dua hari lagi.
"Kak Min, aku gak sabar deh," ujar seseorang dari belakang pemuda yang dipanggil Min tersebut.
"Hm? Kakak juga gak sabar dong. Hampir dua tahun kita bersama, dan hari ini akan terealisasikan," kata pemuda Min itu sembari mengelus lengan pemuda yang memeluknya dari belakang.
"Tapi ...."
"Tapi kenapa, Jisung-ah?"
"Entah kenapa firasatku tidak enak," ujar Jisung pelan.
Pemuda Min itu membalik tubuhnya untuk menghadap ke Jisung. "Hey, lihat kakak," pintanya. "Tidak ada yang akan terjadi, selama kamu sama kakak, okay?"
Jisung mengangguk pelan. "Kak Minho jagain Jisung terus yah. Jisung tidak mau kehilangan Kak Minho," ujar Jisung sembari memeluk Minho.
Minho membalas pelukan Jisung erat. Entah kenapa firasatnya juga ikut tidak enak sama seperti Jisung.
"Ya sudah, kita istirahat yuk. Besok kamu harus ke rumah mama kan," kata Minho sembari mengelus pucuk kepala kesayangannya.
Minho mengambil cangkir teh yang isinya sudah tandas itu dan membawanya ke dalam apartemennya tidak lupa ia menutup pintu yang membatasi balkonnya dan kamar apartemennya.
Jisung sendiri sudah siap di posisi tidurnya, tinggal menunggu Minho yang masih mencuci gelas bekas ia minum tadi.
Tanpa Jisung ketahui, Minho mengambil satu suppresant dosis rendah untuk menekan feromonnya. Mungkin tidak ada yang tahu bila kedua anak adam ini adalah keturunan serigala. Dan keduanya merupakan omega atau bisa dibilang pihak penerima atau pihak yang dibuahi. Namun ada satu kebohongan yang Minho lakukan. Dirinya mengaku sebagai alpha di hadapan Jisung tetapi sejatinya dia adalah seorang omega.
"Kak ayo tidur," ajak Jisung sembari menepuk kasur yang kosong di sebelahnya.
"Ayo tidur," kata Minho sembari mengelus surai Jisung lembut.
***
Paginya, Minho terbangun lebih lambat dari pada biasanya. Ia mendapatkan bahwa Jisung sudah tidak ada di sampingnya. Mungkin kekasihnya sudah pergi lebih dulu dan tidak sempat membangunkan Minho.
Minho sendiri memilih untuk tidak perduli, ia memilih untuk mandi dan segera bersiap. Karena ia harus mengambil tuxedo miliknya dan milik Jisung. Tidak ada beda sebenarnya, karena tuxedo keduanya memiliki ukuran yang hampir sama.
Setelah siap, Minho segera meluncur ke salah satu boutique yang sudah menyiapkan tuxedo miliknya dengan milik Jisung.
Disinilah Minho sekarang, di salah satu boutique terkenal di Kota Seoul. Dirinya sedang menunggu pelayannya mengambil tuxedo miliknya yang berada di gedung belakang toko boutique ini.
Namun, ada satu hal yang aneh terjadi pada diri Minho. Dirinya merasakan panas dan peluh meluncur dengan bebas dari keningnya. Ia segera menyadari, bahwa hari ini dia lupa meminum suppresantnya sehingga ia mengalami heat yang tidak bisa lagi dirinya kontrol.
"Ohh ... nnhh ... arghh ...." Minho merengek, karena rasanya sungguh sakit. Dirinya bahkan harus menekan perutnya yang terasa sungguh sakit.
Feromon cotton candy bercampur cocoa menyerebak memenuhi ruangan boutique itu. Dan sialnya lagi, ada seorang alpha tengah memilah-milah jas di dekatnya.
