Higanbana (HyunHo)

5K 296 42
                                    

Dahulu kala, ada sebuah tempat yang di kenal sebagai Diyu. Daratan ini memiliki satu bunga  yang sangat cantik tapi mematikan. Dewi Suzy yang di kenal sebagai Dewi Amaterasu pun memerintah peri peri terbaiknya untuk merawat bunga cantik yang bernama higanbana secara turun temurun.

Bunga ini mempunyai arti. Yang artinya, 'Pantai lainnya.'

_

"Kau, Hwang Hyunjin, ku tugaskan kau menjaga sang daun." Titah sang dewi.

Pemuda berbahu lebar dan tegap, yang memiliki paras rupawan bak dewa yunani itu berasal dari keturunan Saka. Bersimpuh di depan dewi Suzy. Memberikan hormat dengan sopan.

"Baiklah dewi, saya sangat senang anda mempercayai saya atas tugas yang amat besar ini." Tutur Hyunjin tegas.

Suzy tersenyum mendengar tutur sopan sang pemuda.

"Aku sangat mempercayaimu, Saka."

Tak lama Hyunjin pamit pergi dan keluar dari istana, peri manis dari keturunan Manju datang. Peri yang mempunyai kekuatan yang dapat membuat para bunga bermekaran indah, dan gugur bila ia mau itu memiliki ciri khas paras yang elok, dan suara selembut sutra. Banyak peri dari kalangan lain tidak percaya bahwa dia seorang namja.

"Yang mulia memanggil saya ?" Tanya sang manis ketika sudah menunduk memberi salam.

"Iya, Minho-ah. Kau tau bunga Higabana di daratan Diyu ?"

Sang manis yang di panggil Minho terdiam, tak lama ia mengangguk.

"Tugasmu adalah membuatnya bermekaran. Tapi ingat, jangan kau bertemu sang Saka saat daun bertemu sampai puncak." Titah Suzy sambil memberi larangan tegas akan hal itu.

Minho mengangguk. "Saya akan membuat bunganya mekar tanpa bertemu sang Saka." Ujar Minho percaya diri.

Suzy terlihat sedikit khawatir. "Apa kau yakin ? Apa di ganti saja ? Tugas ini tidak berat bukan ?" Tanya Suzy masih ragu atas titahnya sendiri.

Minho menggeleng cepat. "Tidak apa yang mulia, saya akan menangani tugas ini dengan baik dan semampu saya. Saya janji tak akan mengecewakan anda," Janjinya.

Kedua netra mereka ketemu. Suzy tersenyum kecil melihat binar polos sang Manju muda.

"Baiklah aku percaya padamu." Ujarnya di iringin senyum.

Minho mengembang senyum lebarnya lalu menundukan badannya berkali kali di depan sang dewi. Terus berteriak semangat sambil berjalan keluar istana.
_

Minho mengepakan sayap perinya, melihat banyak bunga Higanbana yang masih segar daunnya. "Ah, ini belum waktuku." Gumamnya kembali lagi ke gubuk kecil yang ia buat untuk tempat berteduhnya. Ini sudah masuk hari ke 207 sejak ia meninggalkan istana dan kaum Manju.

Banyak hewan dan serangga yang ia temui di hutan, mereka sangat bersahabat dengannya. Dari si pengerat ceria bernama Jisung, puppy manis bernama Seungmin sampai ke rubah menggemaskan bernama Yang Jeongin.

Mereka sering datang berkunjung ke gubuk Minho hanya mengantar makanan atau sesuatu lainnya yang mereka dapat selama perjalanan di hutan.

Seperti saat ini, "Minho hyung, kau mau bungaku ?" Minho mengerjab matanya ketika sang pengerat ceria datang dengan senyuman tupainya. Menyodorkan bunga yang ia petik dengan malu malu ke Minho.

"Terima kasih," Balasnya setelah mengambil bunga cantik itu. "Dia cantik Jisung-ah." Puji Minho sambil menatap bunga pemberian Jisung.

"Tapi kau lebih cantik, hyung." Goda Jisung membuat Minho mendengus pelan.

Softie Minho CollectionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang