056

3.7K 375 13
                                        

Gulf POV

Itulah kali terakhir aku mengingat kejadian sebelum aku terbangun lagi dengan rasa sakit di bagian leher menyerangku. Aku mengerjapkan mataku. Namun aku hanya bisa melihat ruangan gelap dan aku dalam keadaan terikat di kursi. Mataku membelalak ketika melihat Grace terkapar di lantai tidak sadarkan diri. Aku tidak bisa begitu melihat jelas, tapi wajah Grace ada banyak luka lebam dan darah di sana. Napasku tiba-tiba memburu.

"Grace!" panggilku mencoba membangunkannya. Tapi, ia tidak merespon. Aku mulai ketakutan. Apa yang dilakukan oleh orang-orang ini dengannya?

"Grace!" Aku memanggilnya lagi dengan suara yang lebih keras meskipun tenggorokanku sakit dan kepalaku masih pusing akibat pukulan di bagian leherku.

Thank god! Batinku setelah melihat Grace menggerakan tangannya.

"Gulf?" ucapnya lemah.

"Apa yang mereka lakukan padamu???"

"Mereka memukulmu dan mencoba membawamu pergi, tapi aku memaksa mereka untuk tidak membawu. Tapi mereka memukuliku. Hal terakhir yang kuingat, kita berdua di dalam sini dan aku sudah terkapar tidak sadarkan diri..."

Grace berusaha bangkit lalu berjalan dengan langkah tertatih. Ia berusaha menghampiriku sekuat tenaga. Ia melepaskan ikatanku di kursi. Setelah itu Grace tumbang dan jatuh ke lantai.

"Grace!" Aku mencoba menopang tubuhnya.

"Seberapa keras mereka memukulmu, Grace?"

"Aku tidak tau. Lucas tidak mengenal ampun. Sepertinya ia tau tentang rencanaku. Maafkan aku, Gulf. Aku tidak bisa membawamu pergi dari sini... dan mereka mengambil handphone-mu..."

"Nggak, Grace. Jangan salahkan dirimu."

"Gulf, ini semua salahku. Aku yang menyebabkanmu diculik. Aku yang meminta Lucas melakukan ini semua. Semata karena aku membenci Mew menjalankan hidupnya dengan tenang tanpa ada rasa bersalah setelah kematian Type. Meskipun aku tau bukan Mew yang menyebabkan kematian Type. Tapi jika mereka tidak bertemu, lalu bersahabat, sampai saat ini Type mungkin akan masih ada di sini. Aku... aku hanya ingin Type hidup. Ia pantas hidup. Type berusaha untuk tetap hidup. Namun karena semua keserakahan ibu, aku, bahkan ayah Mew membuat Type menderita. Seharusnya aku tidak meninggalkannya di dalam rumah itu..." ucap Grace diikuti isak tangisnya. Aku hanya tertegun di sana mendengarkan semua ucapannya.

"Aku... aku melempar semua kesalahan ini kepada Mew. Padahal aku sadar ini semua kesalahanku dan ibu. Ya, aku membenci keluarga Jongcheveevat. Tapi tidak dengan Mew. Ia laki-laki baik yang terpaksa menerima keluargaku masuk dan merusak kebahagiaannya. Andai aku dan ibu tidak memulai kesepakatan dengan tuan Jongcheveevat dan keluarga Hardy. Type akan masih di sini..."

"Apa maksudmu, Grace?"

Grace memelukku lalu menangis. "Aku akan memperbaiki semuanya. Aku akan menepati janjiku pada Type bahwa aku akan menjadi kakak untuk Mew juga..."

"Grace, tenangkan dirimu. Kita akan cari jalan keluar bersama."

"Jalan keluar?" ujar seseorang dari balik kegelapan. Sosok Lucas muncul dari sana. Membuatku terkejut.

"Kenapa, Gulf? Kamu bingung saya bisa bicara bahasamu? Mew ataupun Grace tidak memberitahumu? Mereka tentu saja ingin menutupi segalanya yang berkaitan denganku di masa lalu..."

Aku masih terdiam, begitupun Grace yang terlihat setengah sadar namun napasnya masih terengah-engah.

"Aku rasa aku perlu memperkenalkan diriku lagi. Well, in short, aku lahir dengan dua kewarganegaraan dan aku sempat tinggal di Thailand cukup lama. Itulah mengapa keluargaku punya bisnis yang berafiliasi dengan berbagai perusahaan di Thailand termasuk MS Corp. Awalnya memang keluargaku dan Jongcheveevat berpartner, namun lagi, bisnis hanya ada yang namanya persaingan. Dan aku tidak tertarik dengan persaingan itu hingga aku bertemu dengan Type..."

ENCOUNTER 1 (Editing)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang