Author POV
Enam bulan kemudian.
Mew tengah disibukkan syuting web series-nya juga bolak-balik business trip ke luar negeri. Bisa dibilang jadwalnya sangat padat. Sejak hari itu, Mew menjalankan harinya dengan penuh kesibukan. Setelah selesai menyelesaikan masalahnya dengan Type, ia berusaha keras untuk berdamai dengan dirinya sendiri. Oleh karena itu, ia rutin mengunjungi psikiaternya. Sudah lima bulan ini Mew dibebaskan oleh penggunaan obat. Ia hanya mengikuti sesi konsultasi saja. Ia pun tidak lagi mengalami episode Type tiap malam. Mew sudah bisa merasakan tidur nyenyak meskipun ia sangat merindukan keberadaan Gulf di sampingnya.
Sementara Gulf, sejak hari itu, ia berhasil menepati janjinya. Ia menemani Mew di hari peringatan kematian Type. Mengunjungi pemakaman Type untuk kali pertama. Setelah itu ia menyelesaikan masa kerja magangnya di MS Corp. Saat ini ia sedang mempersiapkan kelulusannya. Wisudanya satu minggu lagi.
Meskipun keduanya memilih untuk rehat dalam hubungan mereka, Mew ataupun Gulf kerap masih mengirimkan pesan singkat. Sebagai tanda mereka masih menjalin hubungan baik. Dan tentu saja tidak hilang kontak. Seperti saat ini, Mew mengirim pesan singkat ketika Gulf selesai kelas dan ingin pergi kerja part time di mini market dekat kampusnya.
Gulf tidak lagi bekerja di kafe. Ia berhasil membujuk Mew untuk membalik namanya menjadi nama pria itu sebagai pemilik kafe. Sebab itu juga, ia tidak mungkin bekerja di sana. Karena baginya sama saja kalau ia bekerja di kafe milik Mew. Ia akan tetap terikat. Maka dari itu ia keluar dari pekerjaan itu. Untungnya, Joss membantunya mencari pekerjaan baru.
Mew: apa kamu udah selesai kelas? Balas aku kalau kamu sempat. Sekarang aku lagi otw ke bandara menuju Singapura. Ada meeting. Tapi besok pagi aku udah harus pulang karena ada syuting. Semangati aku dong :(
Gulf terkekeh geli membaca pesan dari Mew. Ia hanya menggelengkan kepala karena tidak percaya sikap manja Mew Suppasit belum berubah. Padahal mereka belum bertemu lagi selama enam bulan. Gulf hanya bisa melihat Mew di televisi. Apalagi web series Mew sudah mulai tayang. Ia sangat menikmatinya. Mew bekerja begitu keras demi memberikan hasil yang bagus di web series itu.
Mew berperan sebagai seorang CEO start up yang jatuh cinta pada karyawan magang di perusahaannya. Entah mengapa ceritanya sangat mirip dengan kejadiannya di dunia nyata. Cerita nyata tentang percintaannya bersama Gulf. Itulah yang membuat Gulf sangat menikmatinya. Seolah Mew sedang mengingatkannya bahwa mereka masih harus bertemu lagi nanti. Ketika keduanya siap. Mew tentu saja siap kapanpun. Ia hanya perlu menunggu Gulf memberikan tanda.
Mew: apa kamu udah selesai kelas? Balas aku kalau kamu sempat. Sekarang aku lagi otw ke bandara menuju Singapura. Ada meeting. Tapi besok pagi aku udah harus pulang karena ada syuting. Semangati aku dong :(
Gulf: hei... aku baru selesai kelas, nih. Semangat! Kemarin aku baru sempat menonton web series mu. Aku suka...
Gulf membalas pesan dari Mew sambil menunggu Joss menjemputnya. Joss kebetulan sedang berada di daerah kampus Gulf. Jadi ia sekalian akan menjemput lalu mengantar sahabatnya itu ke tempat kerja.
"Gulf!" Panggil Joss. Gulf baru menyadari keberadaan Joss.
"Pasti lagi chattingan sama pak bos," celetuk Joss.
"Dia bukan bos gue lagi," balas Gulf.
"Ya, ya... terserah..."
"Bener dong. Kan gue udah nggak kerja di MS Corp lagi..."
"Lo beneran nggak mau terima tawaran Mew aja? Enak kan langsung jadi karyawan tetap di sana. Udah gitu yang punya pacar lo," tutur Joss lagi yang membuat Gulf menempeleng kepalanya.
"Nggak. Gue nggak mau memanfaatkan hubungan gue dan Mew buat kepentingan diri gue sendiri..."
"Gue nggak paham sama jalan pikiran lo. Pantesan aja Mew gitu..."
"Gitu gimana?"
"Bucin!" Seru Joss yang membuat Gulf tertawa sambil menggelengkan kepala berkali-kali.
"By the way, kapan wisuda lo? Udah ada tanggalnya belum?"
"Belum. Yang pasti sih minggu depan..."
"Terus Mew dateng?" Gulf menganggukan kepalanya.
"Lo udah siap digosipin? Padahal gosip Mew dengan pria misterius itu baru hilang."
"Well, kalau itu sebagai ujian hubungan gue dan Mew nanti, gue nggak boleh kabur..."
"Wah, sejak rehat dari hubungan lo dan Mew, lo jadi lebih dewasa, ya. Mendingan lo buruan bilang Mew buat ketemu dan lanjut pacaran kayak dulu lagi. Jangan sampai Mew bosen nungguin lo," ujar Joss.
Gulf menarik napas panjang. "I will, Joss."
...
Mew POV
Hari ini aku harus terbang ke Singapura untuk menghadiri meeting bersama salah satu klien. Padahal aku ada jadwal syuting besok pagi. Semakin lama, aku semakin merindukan Gulf di sisiku. Meskipun berkat rehat ini, aku jadi lebih fokus memperbaiki kesehatan mentalku. Dan, aku masih sering mendengar kabar dari Gulf. Terlepas itu semua, aku masih merindukannya. Sangat. Ahh, kapan aku akan bertemu dengannya lagi?
"Podd, kamu udah tau kapan tanggal wisuda Gulf?" tanyaku kepada Podd yang duduk di sampingku. Kami sedang dalam perjalanan ke bandara Suvarnabhumi menuju Singapura.
"Belum, pak. Gulf belum kabari saya."
"Kalau udah ada kabar, tolong infokan ke saya..."
"Baik, pak," jawab Podd.
Setelah Gulf menyelesaikan kerja magangnya, Podd belum pernah bertemu dengan anak itu lagi. Bahkan aku pun belum bertemu dengannya lagi. Podd tidak tahu alasan mengapa Gulf tidak pernah bersamaku lagi. Satu hal yang pasti, Podd tahu kami sedang mencoba mempertahankan hubungan ini. Dan Podd pikir, itu akan berhasil. Setidaknya kami sudah siap untuk berjalan bersama-sama lagi. Meskipun rasanya akan percuma jika suatu saat kami bertengkar lagi. Namun, Podd yakin kami bisa menghadapinya dengan cara yang lebih dewasa.
Aku benar-benar tidak sabar untuk bertemu dengannya lagi.
Tiba-tiba handphone-ku berdering. Nama Arm tertera di sana.
"Halo... ada apa, Arm?"
"Pak, your photo in London get leaked in the internet..."
"What photo?"
"You and Gulf pics... at the airport... hugging. Masalahnya wajah Gulf terlihat jelas, pak..."
"Shit!"
"Apa yang Anda ingin lakukan, pak?"
"Let me meet with Gulf first. Ok?"
"Okay, pak. Saya koordinasikan dengan tim PR dan Media Relation untuk tidak berikan respon apapun. But, we can't hold it too long. Media pasti akan mendesak kita memberikan respon..."
"Alright. I get it. I'll contact you once I decide it..."
"Sure. Thank you for your confirmation, pak."
"Good work, Arm..."
Piiip.
"Podd, let's get my boy now. Some shit are about to happen again..."
...
To be continued..
(EPILOGUE 2) >>>
KAMU SEDANG MEMBACA
ENCOUNTER 1 (Editing)
Fiksi Penggemar[END/ COMPLETE] - Bahasa Indonesia, English Pertemuan singkat antara Mew Suppasit yang dikenal sebagai aktor sekaligus CEO dari perusahaan keluarganya dengan seorang mahasiswa dan part timer di sebuah bar, Gulf Kanawut tidak disangka menjadi turning...
