❗❗❗ WARNING ❗❗❗
Halo! It's been a while... akhirnya bisa update chapter terbaru di sini. Well, as you can see di sana tertera sign delapan belas coret. Berarti chapter ini mengandung mature content dan beberapa explicit language yang tidak pantas dibaca oleh anak di bawah umur. Semoga kalian bisa lebih bijak membaca konten yang sesuai dengan umur kalian, ya! Yuk! Lanjut!
Enjoy~~
...
Mew POV
Gulf menatapku begitu dalam namun menyiratkan ada kesedihan di sana.
"Hey... what's wrong, babe?" tanyaku yang membuat air matanya terjatuh. Ia dengan cepat menyekanya sebelum sempat menyentuh pipinya.
Tanpa bertanya lagi, aku memeluknya erat. Ia membalas pelukanku dan mengubur wajahnya jauh di ceruk leherku. Ia tidak menangis. Ia hanya menyembunyikan rasa sedihnya.
"Aku tidak menyangka akan mempunyai rumah lagi..." bisiknya.
Dadaku seketika sesak dan sakit mendengar itu dari mulutnya. Aku tahu siapa Gulf Kanawut karena aku melakukan riset mendalam tentang dirinya. Awalnya hanya karena rasa penasaran, tetapi setelah tahu, aku begitu tertarik kepadanya.
Gulf Kanawut. Seorang anak laki-laki yang tidak mempunyai keluarga. Ibunya meninggalkannya di panti asuhan tanpa alasan. Gulf dibesarkan penuh kasih sayang oleh para pengurus panti sampai ia beranjak SMA. Setelah lulus, ia memutuskan untuk keluar dan hidup mandiri. Meskipun begitu, kehidupannya tidak pernah membaik. Apalagi seputar finansial. Namun hebatnya anak ini tidak menyerah. Ia tetap mengejar mimpinya dengan kuliah sambil kerja serabutan. Ia hanya punya satu sahabat bernama Joss, dimana ia juga anak sepanti bersama Gulf sejak kecil.
Jadi aku tidak heran jika Gulf tiba-tiba emosional ketika mendengar kata "rumah". Selama hidupnya, ia benar-benar belum pernah merasakan bagaimana menemukan sebuah rumah tempatnya mengeluh, menangis, tertawa, dan menumpahkan segala perasaannya di sana. Dan aku ingin menjadi rumah baginya. Meskipun aku tahu akan melewati banyak proses dan liku nantinya.
"Hey, bagaimana perasaanmu? Eum?" Tanyaku dengan lembut kepada Gulf yang masih memelukku.
"Mew, bolehkah aku menginap di sini bersamamu malam ini saja?" Ucap Gulf yang membuatku tidak bergeming. Aku melepaskan pelukan itu perlahan lalu menatap matanya.
"Maaf, bukan bermaksud merepotkanmu, tapi aku---"
"Gulf... ini rumahmu juga sekarang. Stay here whenever you want." Aku berhasil memotongnya.
Ia hanya terdiam mendengar itu. Aku mengelus kepalanya. Lalu menatapnya dengan penuh kasih sayang. Aku benar-benar jatuh cinta dengan pria di hadapanku ini. Jatuh dengan sangat keras.
"Gulf, bolehkah aku menciummu?" Tanyaku dengan nada mantap.
Jujur saja, aku selalu ingin menyentuhnya, memeluknya, menciumnya, dan tidak ingin melepaskannya ketika bersamanya.
Ia menatapku dalam lalu melingkarkan tangannya di leherku. Ia menciumku.
"Tentu saja. I'm all yours," ujarnya setelah itu yang membuat jantungku berdetak 10 kali lebih kencang dari sebelumnya.
Aku menariknya lebih dekat lalu menciumnya dalam. Melumatkan bibirnya yang menjadi favoritku saat ini. Menjelajahi seluruh ruang mulutnya dengan lidahku. Menghisap, mengecup, menikmati semua yang ada di sana. Mencoba menghilang dari dunia nyata. Membawanya terbang ke cloud nine.
KAMU SEDANG MEMBACA
ENCOUNTER 1 (Editing)
Fanfiction[END/ COMPLETE] - Bahasa Indonesia, English Pertemuan singkat antara Mew Suppasit yang dikenal sebagai aktor sekaligus CEO dari perusahaan keluarganya dengan seorang mahasiswa dan part timer di sebuah bar, Gulf Kanawut tidak disangka menjadi turning...
