A Ling menangis meraung-raung hampir seperti orang gila. Dia kehilangan kesadaran.
Ketika api padam dan didapati kedua orang tuanya sudah tidak dapat dikenali, wajar jika seorang anak sangat terpukul. Dia pingsan, tak sanggup lagi menahan beban mental yang dialaminya. Kehilangan harapan.
Panca bisa memahami kenapa A Ling begitu terpukul. Ketika kedua jenazah orang tua A Ling dibopong, anak lelaki itu pun tak sanggup melihatnya. Kondisinya sangat mengkhawatirkan. Berkali-kali si remaja berbaju pangsi hitam pun mengalihkan pandangan.
Luka bakar sangat parah menyelimuti seluruh tubuh pasangan suami-istri itu. Baju yang mereka kenakan habis sudah, terbakar. Rambut mereka yang awalnya panjang melebihi pinggang, kini hampir habis.
Demi kenyamanan, warga pun menutupi kedua jenazah itu dengan kain dan membaringkan mereka di tepi jalan. Warga yang melihatnya merasa sulit mempercayai apa yang baru saja dilihat.
"Mereka ... mereka orang baik. Aku tidak menyangka akan berakhir begini." Seorang perempuan mengenang keseharian pemilik penginapan itu.
Suara isak tangis mulai terdengar dari para tetangga. Awalnya dua orang, kemudian satu per satu berdatangan dan mendekat. Bagi mereka yang tidak sanggup melihat langsung, hanya mampu memperhatikan dari kejauhan. Bahkan, beberapa orang hanya ingin mendengarkan ceritanya saja dari yang pernah menyaksikan karena belum siap mental.
Keriuhan pun bertambah ketika polisi datang. Warga yang berkerumun mulai menjauh. Memberi ruang pada para petugas untuk memeriksa keadaan.
Ketika warga terfokus pada jasad yang sedang diperiksa petugas keamanan kota, diam-diam Panca berjalan ke arah reruntuhan bangunan. Masih ada api kecil membakar kayu dan perabotan dalam ruangan terbakar itu.
Dengan cahaya seadanya, Panca mulai menerawang bagaimana bangunan ini sebelum terbakar. Dindingnya sudah habis terbakar, yang tersisa hanya balok-balok yang berubah warna menjadi kehitaman. Di antara reruntuhan itu, mata Panca melihat sesuatu yang janggal.
Kamar ini banyak menyisakan goresan seperti cakar binatang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Panca dan Manusia Api
ActionDarr ... Suara ledakan mengagetkan para pekerja pelabuhan sore itu. Syahbandar berlari ke arah ledakan, wajahnya menampakan kekagetan luar biasa. Bluurr ... Api menjalar ke setiap bagian kapal yang menjadi sumber suara ledakan. Semua orang yang be...
