Liontin dan Pria itu!

38.5K 5.2K 514
                                        

●ᴥ●●ᴥ●●ᴥ●


Nyam.. Nyam.. Nyamm~

Seorang gadis kecil berpakaian sekolah, sedang mengintip di sela sela gorong gorong dan sudut sudut yang sulit di lihat. Sambil membawa satu sosis dengan ukuran besar ditangannya dia terlihat sangat kebingungan mencari sesuatu.

Uhh! Dimana dia? Aku tidak bisa menemukan keberadaanya!

Gadis kecil itu tidak berhenti mencari, sambil sesekali mengunyah makanannya ia kembali mencari di setiap sudut sudut yang ada.

"Nona Meta! Apa yang sedang anda lakukan!?"

Yaps, dia Meta. Gadis kecil yang sedari tadi terlihat sangat kebingungan mencari sesuatu.

"Apa anda kehilangan sesuatu Nona?" Supir pribadi keluarga Dirgandara itu bertanya lagi.

Meta mengangguk,
"e'em!"

"Aku kehilangan liontin kalung ku, aku tidak bisa menemukannya dari tadi" jelas Meta melas.

Supir itu terlihat agak bingung juga, pasalnya ia juga tidak tau seperti apa rupa liontin kalung itu. Meta memang tidak pernah menunjukkan kalungnya pada sembarang orang. Ya, walau itu hanya sebuah kalung emas biasa yang kalau di jual tidak seberapa, tapi kalung itu menjadi satu satunya benda yang dia jadikan jaminan untuk kontraknya dengan Erlangga, yang dapat disimpulkan juga bahwa kalung itu milik Erlan juga.

Tapi yang Meta tidak mengerti adalah bukankah benda jaminan kontrak seharusnya di simpan dengan orang yang di ajukan sebuah Kontrak? Tapi waktu Meta memberikan nya pada Erlan saat malam kontrak itu, entah bagaimana ceritanya kalung itu sudah ada di nakas samping tempat tidur nya saat pagi tiba, saat ditanya oleh Meta kenapa di kembalikan, Erlan hanya melirik lalu bilang bahwa dia tidak memerlukan benda yang terlihat seperti ikan asin kering berada di ruang kerjanya.

Dan saat itu Meta hanya tersenyum kaku. Hahaha.., Ikan asin kering katanya? Tidak salah juga sih, soalnya kalung itu sudah sangat kusam dan dekil. Tapi bagaimanapun juga, itu satu satunya barang yang ia punya dari ibunya. Yaa, wanita itu memberikannya tepat sebelum ia memutuskan untuk menggantungkan dirinya didepan putri kecilnya.

"Eeee.., seperti apa bentuk liontin nya nona?" tanya Derri, supir pribadi Meta.

"Hemm.. Kurasa.. Warnanya merah cerah, sulit untuk dijelaskan tapi yang pasti liontin nya cantik~" jelas Meta antusias.

Supir pribadi itu menghela napas, yang di deskripsikan oleh Meta sama sekali tidak bisa membuatnya menebak nebak seperti apa rupanya liontin itu. Tapi mau bagaimana pun ia akhirnya ikut mencari di setiap sudut yang kira kira bisa ada liontin itu di sana.

Ditengah tangah pencarian itu, Meta menatap paman supirnya beberapa saat, matanya terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu yang sulit untuk di ucapkan. Sang supir yang merasa sedang ditatap oleh nona kecilnya mencoba untuk bertanya,

"Nona ada apa? Apa kau membutuhkan sesuatu? Apa liontin nya sudah ketemu?"

Meta menggeleng dengan cepat, ia menunjuk lehernya.
"Aku.. aku butuh air. Kumohon" ucap Meta memelas.

Paman supir terkejut lalu menghampiri Meta, dengan cepat ia langsung menepuk nepuk punggung Meta. Wajahnya terlihat sangat khawatir, takut kalau nona kecilnya itu tersedak atau kenapa kenapa.

Pukk..

Pukk...

Pukk....

Wft! Papa?!  |ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang