HALLOOO WARGA BUMI!
DAH LAMA GA KETEMU WHEHE
ABSEN DISINIII!!!!
Jangan lupa dengerin chap ini pakai lagu yang aku rekomendasikan yaaa~
HAPPY READING!
●ᴥ●●ᴥ●●ᴥ●
"Ya karena kita ini kan keluarga, hehe~"
Keluarga, katanya kita ini keluarga.
Bocah kecil itu..
Keluarga ku, Putriku.
"Tuan Erlan saya rasa lebih baik kita kerumah sakit yang lebih besar daripada pulang kerumah. Luka anda bisa dirawat lebih baik lagi, Tuan."
"Kau ini berlebihan sekali Miky, seperti ini yang pertama kali saja aku tertembak."
Erlangga berjalan melewati pintu utama rumahnya seolah-olah tidak terjadi apa-apa tadi sore. Sedangkan Miky, pria itu hanya bisa menghela napas saat Erlan tiba-tiba menyuruhnya menghantarkannya kembali ke rumah saat jam menunjukkan pukul 10 malam.
Sosok pria itu tak memberikan alasan pasti mengapa dia yang tadi bersikeras tidak ingin pergi dari tempat itu tiba-tiba berubah pikiran, berjalan dengan pasti seolah menemukan sebuah jawaban yang dia cari.
Dan, disinilah dia.
Langkah kaki lebar itu terhenti di depan pintu putih dengan stiker kupu-kupu kecil tertempel di setiap sudutnya.
Erlangga diam, memperhatikan dengan dalam pintu kupu-kupu lucu itu.
Pria itu sama sekali tak bergeming, hanya tertegun didepan pintu ditemani suara angin malam yang tertiup dari cela ventilasi jendala yang ada.
Sekian lama sunyi yang menyelimuti akhirnya di akhiri dengan helaan napas panjang Erlangga. Helaan napas dengan mata tertutup, dan dilanjutkan dengan langkah kaki memasuki kamar itu.
Erlangga, akan membuat keputusan.
•• • •• • ••
Erlangga melangkah perlahan, mencoba tidak membangunkan sosok bocah kecil yang tertidur seperti sedang hibernasi, lihatlah bagaimana bocah kecil itu tidur dengan iler yang mengalir disudut bibirnya.
Entah sejak kapan kamar menyebalkan yang sama sekali bukan tipenya ini begitu sangat ia rindukan.
Kamar dengan nuansa pink putih dan dengan banyak tempelan kertas di sebuah dinding polos, yang rasanya memang digunakan bocah itu untuk memajang semua hasil gambar nya.
Erlangga berjalan kearah itu, sudut tembok di ujung ruangan dekat dengan meja belajar bocah kecil yang entah bagaimana penuh dengan banyak kertas dan buku buku kesukaannya. Erlan duga, gadis kecil ini habis membaca.
Dengan halus, Erlan menyentuh gambar gambar yang dibuat dengan jemari kecil itu.
"Jelek sekali.." ejek Erlan dengan sedikit tawa.
Erlan melihat dengan seksama, gambar-gambar yang memang sudah ada disana sejak awal Erlan memutuskan untuk menjadikan gadis kecil itu sebagai pemilik tetap kamar kosong ini.
Dia bahkan tidak pernah sadar bahwa semua kertas itu semakin banyak, lebih banyak dari kelihatannya.
Rasanya gadis kecil itu menggambar semuanya. Bunga, awan, gunung dengan sawah dan jalan di tengahnya, hewan yang sepertinya pernah dia temui dijalanan, teman-temannya, gambar tidak jelas lainnya dan..
KAMU SEDANG MEMBACA
Wft! Papa?! |END
Novela Juvenil[TERBIT] "Bagaimana bisa pria iblis itu mengadopsi seorang putri?!" Begitulah Dunia mengatakan tentang keputusan gila seorang pria yang sangat berpengaruh didunia. Erlangga Saputra Dirgantara seorang pria kaya dan tampan tetapi memiliki sifat yang s...
