45. KEMBANG API DAN MATI

29.3K 4.3K 1.1K
                                        

"Kesedihan hatiku dan luka yang menganga ini.
Semuanya tidak akan mengilang."
-Crying Out D.O

•• • ••

Hellooo! Jadi kalian baca ini jam berapa and lage apee?

Absen disini yeee!!

●ᴥ●●ᴥ●●ᴥ●

Beberapa orang masih tidak percaya bahwa hari ini akan tiba, hari dimana tuan Erlangga Saputra Dirgandara yang terhormat akhirnya mau menghadiri pesta tahunan yang mengundang hampir seluruh pemilik perusahaan besar di dunia.

Miky adalah salah satu nya, sekertaris pribadi yang bekerja untuk seorang Erlangga sejak dia pertama kali dilantik menjadi CEO. Yang bahkan sudah bertahun-tahun lamanya, Erlangga tidak pernah mau peduli dan tidak mau tau dengan pesta besar ini.

Miky cukup terharu karena akhirnya satu orang terkaku di dunia ini akhirnya bisa punya rasa seperti manusia pada umumnya.

Sekarang dia disini, menunggu Tuan Erlangga sedang memilih jam tangan untuk pergi malam ini.

Sekarang dia disini, menunggu Tuan Erlangga sedang memilih jam tangan untuk pergi malam ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Miky, kau sudah membereskan jadwal ku kan?"

"Siap tuan, saya sudah menyelesaikan semua yang tuan suruh."

"Bagus. Kalau begitu kau hanya tinggal mengurusi para wartawan itu jangan sampai melebihi batas, aku tidak ingin berimbas pada bocah satu itu."

"Saya mengerti tuan, dan lagi seperti nya tahun ini Tuan Juanda tidak akan datang."

"Huh? Ga nanya." Acuh Erlan jalan menjauh.

Pria itu berjalan dengan langkah yang agak cepat, menuruni tangga sambil melihat sesekali jam di tangannya.

"Haii!!~"

Suara cempreng yang sudah tak asing lagi ditelinga Erlangga, bocah kecil dengan mulut penuh saus sedang asik memakan sosis di tangannya.

"Hei hai hei hai, jam berapa ini? Ayo, kita berangkat." Seru Erlan.

"Tuapyi akgu-"

"Kunyah dan telan dulu makanannya, baru bicara!"

Meta menelan sosis di mulutnya dengan wajah sebal.

"Tapi aku belum makan makanan penutupnya~" ujarnya memelas.

"Kita bisa makan di sana nanti, kau bisa kekenyangan kalau makan semua."

Wft! Papa?!  |ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang