Kau harus percaya pada ku.

57.7K 6.9K 239
                                        

Lagu ini ku kira pas banget buat keadaan Meta, dan nadanya yang slow, enak banget kalo di dengerin pas lagi badmood. Serius deh..

Ini salah satu Favorite song aku loh, ada yang sama? hehe~

• • • • •

Seorang pria tampan nan gagah lengkap dengan setelan jas nya berjalan dikoridor sebuah sekolah dasar. Pria itu sontak menjadi sorotan semua siswa dan guru, terutama guru perempuan tentunya.

Bukan cuman karna dia seperti idol yang berjalan layaknya di karpet merah, dengan semua orang yang menyingkir untuk menberinya jalan ketika dia lewat, tapi pria itu juga tambah membuat sensasi dengan menunjukan tentang bagaimana pemandandan hot dady yang sesungguhnya.

Yap, dia tuan Dirgantara. Pria angkuh yang sekarang sedang mencoba menunjukan bahwa ia bisa menjadi ayah yang sesungguhnya.

Sungguh, bukan Erlan jika tak membuat sensasi di depan umum. Dimulai saat dia keluar dari mobil pajero hitam kesayangannya, ia langsung memakai kaca mata kerjanya yang sudah pasti orang orang akan berfikir bahwa dia adalah seorang artis yang sedang mampir di sekolah itu. Sebenarnya bukan itu tujuan utamanya, ia hanya ingin terlihat seperti pria dewasa yang sudah memiliki putri, and you know that? Orang orang berfikir sebaliknya.

Dan Sampai ia masuk kesekolah pun ia masih menjadi sensasi. Orang orang yang berfikir kalau Erlan adalah seoarang artis, menatap bingung ketika seorang gadis kecil turun dari pintu sebelahnya. Lalu Erlan langsung masuk kesekolah dengan menggandeng erat gadis kecil itu tanpa menghiraukan omongan heran dan memuja dari orang orang.

Dan siapa lagi gadis kecil itu kalau bukan, Meta Dirgantara.

Ini hari pertama Meta sekolah, entah bagaimana bisa Erlan sedikit kawatir tentang bagaimana putri kecilnya itu akan berdaptasi dengan lingkungan baru seperti ini. Erlan sudah menyiapkan semuanya, bahkan seorang mata mata suruhan Erlan, hanya untuk berjaga jaga jika terjadi sesuatu yang buruk pada Meta.

"Wahh Ini sekolah ya?" tanya Meta kagum.

"Tentu saja, apa ini terlihat seperti peternakan sapi menurutmu?" jawab Erlan datar.

"Mungkin saja kalau sapi nya ada seribu dan sapinya sebesar meja kerja papa, hihi" Meta tertawa kecil. Erlan hanya memutar bola matanya malas.

Sekarang ia lebih kawatir, apakah gadis kecilnya itu akan dapat teman dengan ke ahliannya dalam adu berbacot. Oke lupakan itu.

Meta terus berjalan ke arah kantor sekolah  itu dengan Erlan tentunya. Ia menatap sekeliling sekolah sambil berjalan. Mengagumi betapa besarnya sekolahnya itu, bahkan sekolah dasar ini tiga kali lebih besar dari sekolah dasar yang pernah ia lihat. Sejujurnya, ini pertama kalinya Meta masuk secara langsung kedalam sebuah sekolah seperti ini tanpa rasa takut. Bisanya Meta hanya akan menatap gerombolan anak anak yang bermain gembira di dalam sekolah dari balik gerbang tanpa di perbolehkan masuk.

Meta pernah masuk saat waktu itu gerbang sedang di perbaiki, ia membawa bukunya dan belajar di balik tembok kelas yang Meta sendiri saja tidak tau itu kelas berapa. Tapi Meta sungguh sungguh mendengarkan dan mencatat apa yang perlu dengan diam diam dari kaca jendela. Dan pelajaran meta hanya berjalan selama 3 jam karna gerbang sudah kembali dan ia hanya akan menatap lagi dari luar gerbang.

Tettttt

Tettttt

Tettttt

Untuk seluruh siswa siswa diharapkan untuk memasuki kelas karna pelajaran pertama akan dimulai.

"Weh weh weh.. Apa itu?! Mengagetkan saja" Meta menatap sekitar untuk mencari tau dimana asal suara wanita yang tiba tiba bicara itu. Ouhh suaranya berasal dari benda mirip terompet itu ya..

Wft! Papa?!  |ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang