SI KECIL YANG ANEH!

31.4K 5K 1.5K
                                        


Jangan lupa absennn! Ngomong-ngomong kalian darimana saja?

●ᴥ●●ᴥ●●ᴥ●

Tidak ada percakapan setelah itu, Erlan hanya menatap datar lalu menyuruh Meta untuk berendam air panas di kamarnya setelahnya. Tanpa basa-basi atau apapun, Erlan lalu pergi meninggalkan Meta yang masih membungkuk disana.

Pria itu kembali lagi kekantor nya masih dalam keadaan basah kuyup, dia pikir setidaknya masih ada waktu untuk mendatangi rapat itu, ya walau sudah ada di ujung waktu tentunya.

Rapat rupanya berjalan dengan baik, beruntunglah Miky benar-benar bekerja keras untuk ini. Tenang, Erlan sudah menyiapkan bonus besar untuk pria yang malang itu.

Setelah bercakap beberapa jam dengan Miky, Erlan memutuskan untuk pulang kerumah. Bajunya sudah kering sekarang, karena pria itu langsung menyuruh seseorang untuk membelikannya pakaian baru untuk dipakai sekarang.

Erlan sudah sampai dirumah. Langkah Erlan sedikit lunglai, dia tidak sabar ingin merebahkan tubuhnya di kasur kesayangannya.

Tiba-tiba langkahnya terhenti, Erlan menatap sesaat satu kamar yang lampunya masih menyala, itu dapat dilihat dari pintu kamar yang masih terbuka sedikit.

Erlan menghela napas pelan, ia memutuskan untuk menunda sesi rebahan nya untuk melihat satu kamar yang lampunya masih menyala itu.

"Apa-apaan ini?" Tanyanya sedikit bingung.

Pasalnya, tepat di depan pintu kamar itu di pasang gantungan papan dengan tulisan besar;

YANG TUKANG BOONG DI LARANG MASUK!!

Huh? Ini.. untuk ku?

Tebaknya menekuk alis bingung.

Tapi Erlan memanglah Erlan, setelah kebingungan nya, dia sama sekali tidak memperdulikan untuk apa dan ditujukan pada siapa larangan itu. Erlan tidak tau dan tidak mau tau, dia langsung masuk ke kamar itu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.

"Kenapa belum tidur?" Tanya Erlan tiba-tiba.

"AAAAAAA, SETANNN!"

Meta yang teriak kaget begitu, Erlan pun ikut kaget.

"HAH?! MANA?! MANA SETANNYA?!" Ancang-ancang Erlan mengepalkan tangannya melihat sekitar.

"Papa setannya!"

"HAH?!"

"Kok tiba-tiba masuk gitu aja! Bikin kaget tau!" Sewot Meta.

Erlan yang awalnya masih di posisi kuda-kuda dasar yang siap untuk bertarung, tiba-tiba sadar dengan hal memalukan yang baru saja ia lakukan.

Ekhem.

Erlan berdiri tegak, mengalihkan pandangnya berdemem pelan lalu masukkan satu pergelangan tangannya pada saku celananya, dia berpura-pura tidak pernah terjadi apapun sebelum ini.

"Huh! Ini rumah ku, terserah mau masuk kemana juga." Judesnya, "Lagi pula kau juga sering masuk tanpa mengetuk pintu dulu, kenapa aku tidak boleh hah?" Alasan untuk menutupi rasa malu yang sudah di ubun-ubun.

Gadis kecil yang sepertinya sedang membaca buku itu menatap Erlan sebal.
"Iya iya iya."

"Kau ini kenapa belum tidur, sudah jam berapa ini?" Erlan bertanya, untuk mengalihkan topik yang tadi.

Meta menatap Erlan sebentar, ia langsung menaruh buku yang dia pegang ke meja kecil di samping kasurnya. Merebahkan tubuhnya, Manarik selimut sampai ke lehernya, bersiap-siap untuk tidur.

Wft! Papa?!  |ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang