AYO ABSEN DULU!!
JANGAN LUPA KOMEN YANG BANYAK YAA!
VOTEE VOTEE!!
Happy Reading!
●ᴥ●●ᴥ●●ᴥ●
Langit masih belum menampakkan matahari nya, suasana pagi dingin yang masih agak gelap gulita.
Sebuah mobil mewah hitam melaju santai melewati jalanan yang masih sepi dengan kendaraan. Seorang pria muda yang kiranya baru berusia 14 tahun membuka jendela mobil untuk merasakan angin pagi yang menerpa wajahnya.
Matanya terpejam menikmati hembusan angin disepanjang jalan. Ahh, inilah kehidupannya.
Pria muda yang duduk di kursi belakang dengan jas hitam rapi dan rambut klimis, menghela napas panjang seolah menjelaskan betapa lelah dirinya harus bersiap dari pagi buta setiap hari nya.
Dia kembali menutup jendela mobil, menatap datar kearah depan.
"Besok-besok berangkat nya sekalian jam 2 pagi saja, sekalian sambil ngelihat mba Kunti." Pria muda itu bicara sinis, kalimat sarkas nya begitu dia tekankan.
"Maaf Tuan muda, pesawat anda dijadwalkan berangkat jam 05.15, jadi anda harus berangkat lebih awal."
"Apa pak tua itu yang mengatur nya?"
"Iya Tuan. Tuan Juanda yang mengatur keberangkatan anda."
"Ahh, merepotkan sekali." Pria muda itu menghela napas pasrah.
Hari ini, jadwal dari seorang pria muda berusia 14 tahun akan pergi ke Singapura untuk mengikuti rapat perusahaan. Ya itu benar, dia benar-benar baru berusia 14 tahun. Dia bocah yang akan menjadi CEO dari Perusahaan Dirgandara Company.
Dia, Erlangga Saputra Dirgandara.
Beberapa jam perjalanan menggunakan jett pribadi akhirnya sampai juga. Dengan Erlangga muda yang tidur nyenyak dengan suara ngorok yang agak nyaring terdengar di sepanjang perjalanan. Ayolah, pria muda satu ini hanya tidur 3 jam semalam, dia sampai di rumah jam 1 malam dan harus bangun jam 4 pagi. Rasanya Erlangga ingin sekali mencacah wajah kakek tua yang melarangnya untuk pulang ke rumah sebelum beberapa pekerjaan nya selesai. Ahh, sialan memang.
Erlangga akhirnya sampai, dia berjalan keluar jett dengan mobil yang sudah menyambut nya dan beberapa orang yang datang untuk memberinya karangan bunga. Erlangga terlihat begitu santai dan biasa saja, tentu saja karena ini bukanlah perjalanan pertamanya ke luar negeri untuk urusan perusahaan. Pria muda satu ini sudah sangat terbiasa.
Tunggu, tapi masih ada satu hal yang Erlangga masih belum bisa terbiasa. Ya, ini dia, ruang rapat yang penuh dengan para pria dan wanita tua.
Bisa di bayangkan bagaimana Erlangga harus berjalan dan menjadi pusat utama dari para bapak-bapak, ibu-ibu, dan kakek-kakek berperut buncit ini? Bisa dibilang, Erlangga seperti sedang masuk kedalam pusat panti jompo versi elite.
Tapi ya sudahlah, umur bukanlah apa-apa disini. Erlangga tetaplah akan menjadi orang yang paling di hormati seberapun umurnya saat ini.
Ya, karena jabatan adalah segalanya.
Rapat berjalan seperti biasa hingga selesai. Erlangga akhirnya dapat keluar dari tempat ini, yeyy.
Semua orang membungkuk kan tubuhnya saat Erlan pergi, memberikan rasa hormat mereka pada seorang bocah yang umurnya mungkin sama seperti cucu mereka.
Saat melewati lobby, situasi yang sama terulang kembali. Orang-orang membungkuk memberikan rasa hormat pada Erlangga yang berjalan dengan dagu yang terangkat tegas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Wft! Papa?! |END
Teen Fiction[TERBIT] "Bagaimana bisa pria iblis itu mengadopsi seorang putri?!" Begitulah Dunia mengatakan tentang keputusan gila seorang pria yang sangat berpengaruh didunia. Erlangga Saputra Dirgantara seorang pria kaya dan tampan tetapi memiliki sifat yang s...
