Pernah dengar bahwa cinta sejati seorang lelaki adalah ibunya, istrinya, dan putrinya? Ngomong ngomong Erlan baru tau itu.
Tentang yang terjadi pagi tadi adalah salah satu sejarah dalam hidup Erlan. Hingga rasanya mood nya benar benar melonjak sangat baik. Sangking rasa bahagia yang entah kenapa itu, senyum Erlan seperti tidak ingin hilang begitu saja padahal Erlan dengan susah payahnya menahannya.
Hingga beberapa kariawan melihatnya dengan heran. Bagaimana tidak, pria yang biasanya memasang wajah mengerikan jika datang ke kantor itu sekarang datang dengan wajah berseri yang matanya seperti diberi percikan bintang bintang.
Ditengah perjalanan keruanganya Erlan ditemani oleh direktur direktur dibelakangnya. Tiba tiba seorang pria baruh baya datang kesamping Erlan. Sambil bicara pelan.
"Tuan saya rasa dokumen yang anda minta tadi pagi tidak bisa diselesaikan hari ini. Ta tapi kami pasti akan menyelesaikannya besok tuan, Percayalah" Ragu seorang derektur yang ikut mengawal Erlan menuju ke ruanganya.
Sungguh, mood Erlan yang sedang sangat baik ini membuatnya tidak peduli pada hal ini. Ia tidak ingin memusingkan masalah seperti ini. Setidaknya untuk saat ini.
Erlan bersenandung kecil. Tersenyum ramah kearah direktur yang tadi menjelaskan tentang dokuman yang tadi pagi dipermasalahkan itu.
"Ahh~ Baiklah. Aku tau itu agak sulit. Jadi kalian bisa selesaikan besok." Santai Erlan sambil menjutkan berjalannya, meninggalkan orang orang yang memasang tampang terkejut dengan apa yang dikatakan Erlan barusan.
Miky mendekat lalu berbisik pelan.
"Maaf tuan, anda serius dengan yang anda katakan?" Tanya Miky, pasalnya ia juga bingung dengan apa yang terjadi.
Biasanya Erlan akan marah besar jika apa yang ia minta tak dipenuhi hari itu juga, Erlan juga bukan seseorang yang suka mengulur waktu. Jika ia menyuruh hari ini ya harus hari ini. Tapi sepertinya moodnya menghancurkan kepribadianya hari ini.
Erlan menaikan sebelah alisnya.
"Tentu saja, memangnya kenapa? Aku bisa menunggu dokumenya besok" Jawab Erlan santai.
Erlan sekarang benar benar berjalan masuk kedalam ruangan CEO nya.
Diakhiri dengan tundukan para bawahan Erlan.
"Apa tuan salah makan?" tanya salah satu direktur.
"Eee, aku tidak tau. Dia sangat aneh"
"Sudahlah, bukannya bagus jika tuan kita ramah sesekali."
"Ahh~ Kau benar. Dia selalu mengerikan, tapi kurasa hari ini ada malaikat yang sedang merasukinya."
"Hei, kembali bekerja bung! Jika tuan Erlan dengar mungkin malaikatnya akan pergi dari tubuhnya dan menerkam kalian semua" Ucap Miky tegas yang sukses membuat para direktur itu mengidik ngeri lalu buru buru meninggalkan tempat itu.
•
•
•
Erlan bersenandung kecil. Memeriksa leptob berisi data perusahanya.
Hari ini tidak banyak yang berbeda. Pekerjaanya masih sama banyaknya seperti kemarin. Tapi setelah dipikir pikir lagi, hari ini Erlan menjalankan pekerjaanya dengan santai, tidak seperti biasanya yang selalu tegang ketika bekerja.
Erlan sangat sadar apa yang membuat moodnya sangat baik hari ini. Apalagi alasanya kalau bukan gadis kecil itu. Setelah memikirkannya lagi Erlan tersenyum kecil.
'Papa'
Erlan tertawa kecil. Mengigat kalau panggilan nya yang sekarang resmi menjadi Papa. Rasanya agak canggung tapi manis juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Wft! Papa?! |END
Ficção Adolescente[TERBIT] "Bagaimana bisa pria iblis itu mengadopsi seorang putri?!" Begitulah Dunia mengatakan tentang keputusan gila seorang pria yang sangat berpengaruh didunia. Erlangga Saputra Dirgantara seorang pria kaya dan tampan tetapi memiliki sifat yang s...
