●ᴥ●●ᴥ●
Ini sekitar jam 9 malam dan suana mendung masih menyelimuti langit sampai sekarang. Erlan pulang dengan ibundanya tercinta, Nonya Sandra Dirgantara. Suara rengekan dan gerutu terdengar jelas saat mereka sampai didepan kediamannya itu.
"Harus banget ya bawa barang sebanyak ini? Ini ga guna my" Erlan terlihat kesal sambil memandang dua mobil truk yang didalamnya berisi begitu banyak bingkisan.
"Why why why Erlan? Rumah mu ga segede biji ketumbar kan? Lagian ini semua kan awalnya untuk cucu Momy. Bukan buat kamu! Awas aja kalau kamu ngambil" sinis Sandra, masuk tanpa memperdulikan wajah Erlan yang sudah sangat dongkol.
Erlan menghela napas tidak percaya. Ia sekarang bertanya tanya apakah ia sebenarnya adalah anak yang di pungut dekat kotak sampah atau bahkan lebih parahnya ia malah didapat dari undian chiki Cinta. Dia tidak percaya kalau itu adalah ibunya.
"Selamat datang Nyonya Sandra, senang bisa berjumpa lagi dengan anda." Sambut Melisa saat Sandra sudah masuk
"Dimana gadis kecil kita?" Sandra bertanya pada Melisa sambil melihat sekeliling Rumah besar itu.
Cih, dimana gadis kecil kita!
"Nona sudah ti-"
"Ya udah tidur dong my. Udah jam berapa coba ini" Erlan berbicara dengan lembut pada ibunya, walaupun hatinya masih agak gondog dengan sifat ibunya itu.
Inilah salah kejadian asli dari kalimat buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
Erlan yang mulutnya pedas dan sifatnya yang menyebalkan lahir dari wanita yang sifatnya bisa lebih dari itu. Itulah yang dinamakan hukum alam.
"Ahh~ Kau benar. Aku ingin melihatnya tidur saja kalau begitu, ayo tunjukan dimana kamarnya" Sandra menarik tangan Melisa untuk menghantarkannya.
Erlan langsung menahan bahu Sandra pelan.
"Eits.. Momy inikan udah malam lebih baik tidur aja ya. Besok aja liatnya, pas anaknya udah bangun. Ya?"
Sandra berfikir sejenak lalu menghela napas.
"Ya kau benar. Aku tidak ingin mengganggunya, kalau begitu Aku ingin mandi air hangat dulu sebelum tidur."
"Yayaya, apasi yang gabakal aku siapin untuk Desaigher Madam Sarah ini" Erlan memberikan sinyal dari matanya pada para pelayannya untuk menyiapkan apa yang Nonya besar Tuannya itu inginkan.
Ya, Nonya yang menyandang nama keluarga Dirgantara ini adalah seorang Desigher Fashion yang sangat terkenal diabad ini. Jadi jangan heran kalau ia lebih sering tinggal di luar negri ketimbang di negaranya sendiri. Madam Sarah, sebutan akrapnya ya seperti itu. Ia bukan cuman membuat pakaian indah yang banyak digunakan oleh bintang bintang besar dunia, tapi ia juga terkadang membuat rancangan bangunan bangunan cantik serta taman taman indah untuk perusahaan perusahaan Pariwisata atau bahkan untuk dirinya sendiri.
Intinya Nyonya Sarah sangatnya multitalen.
Kalian akan terhipnotis jika bertemu dengannya sekali. Kalian tidak akan menyangka bahwa wanita yang anggun itu sudah berumur lebih dari setangah abad, ia terlihat begitu sangat menawan dan modis dengan umurnya yang sudah tidak muda lagi. Dia bahkan masih bisa membanting orang yang berani macam macam padanya. Kenapa? Sebab ia adalah mantan judo profesional dimasalalu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Wft! Papa?! |END
Jugendliteratur[TERBIT] "Bagaimana bisa pria iblis itu mengadopsi seorang putri?!" Begitulah Dunia mengatakan tentang keputusan gila seorang pria yang sangat berpengaruh didunia. Erlangga Saputra Dirgantara seorang pria kaya dan tampan tetapi memiliki sifat yang s...
