"Wanita, kamu dengar. Sekalipun kamu bisa masuk ke perusahaanku, itu hanya sekedar untuk menunjukkan bahwa aku masih menghargai orang tuaku! Jangan sampai kamu besar kepala!" Ketus Noe tepat di depan wajah Bianca
Bianca menelan salivanya kelu, ia me...
Part ini mengandung unsur perselingkuhan Jadi harap bersabar dan jangan menghujat Karena Noe tidak salah apa-apa 🤭 Buat cuci mata Ada bonus foto romantisnya merekah
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bianca duduk selunjuran di atas sofa ruang tamu dengan wajah memelas dan kusut, sudah satu minggu ia bolos kuliah dengan alasan sakit, membuat Viona, Denti dan Genta datang menjambanginya di rumah, hal yang sangat di sesali Bianca pernah membawa mereka ke rumah, alhasil mereka bisa datang seenaknya dan mengganggu privasi dirinya, bahkan ini sudah kali ke dua mereka datang sejak 4 hari lalu
"Bi, kamu kok kayak gak suka gitu kita datang? gak beradab banget sih loe!" ujar Genta yang Notabennya memang seorang yang sangat suka to the point saat bicara
"khkhkhhhhh kalian tau gue lagi badmood banget, gue males kuliah karena males juga liat muka kalian!" gerutu Bianca tanpa basa basi
"Non, ndak baik toh bicara begitu sama tamu, itu sama dengan mengusir mereka!" Bibik yang sibuk menata beberapa cemilan di meja menyahut dengan lembut membuat Bianca hanya mencebik kesal
"mereka gak bakalan berani pergi kok, Bik!"
"maklumin ya Neng, Mas! Lagi galau soalnya!" Bibik lebih memilih menggoda Bianca lewat teman-temannya