Author
Gena terburu buru berjalan menyusuri koridor, ia sudah membuat janji dengan Andi untuk membicarakan tugasnya.
Ia mengetuk pintu dan menjadi sorotan dari penghuni ruangan.
Ia mengangguk sopan ketika melewati para dosen dan menuju kubikel tempat Andi.
"Gena.. Silahkan duduk".
Gena menyerahkan lembaran tugasnya yang belum dijilid.
"Oke, saya lihat dulu ya".
Andi ini adalah pembimbing 1 Gena, yang kedua Gio. Dosen baru selama 2 semester ini, awalnya beliau mengajar di Makasar dan berpindah ke UBB.
Setelah pulang tadi malam Gena lupa dengan tugasnya namun pagi tadi sudah selesai, siapa lagi kalau bukan Gio?
Andi manggut manggut membaca setiap ketikan pada kertas Gena.
"Nanti kamu lanjutkan ke Pak Gio ya, minggu depan sepertinya juga jadwal sidang kosong. Coba kamu daftar, lebih cepat lebih bagus untuk penyusan Skripsi kamu".
Gena mengerjap beberapa kali.
"Ini di Acc pak?". Tanyanya.
Andi mengangguk.
"Tapi kamu temui dulu Pak Gio".
Urusan Mas gio mah gampang pak, Batin Gena.
"Iya pak, terima kasih pak. Kalau begitu saya permisi dulu pak". Pamit Gena dan di angguki Andi.
Gena melewati para dosennya lagi dan godaan dari mereka pun keluar.
"Gio mana nih Gen, tumben gak ngintilin". Tanya Pak Yanto.
Gena terkekeh pelan.
"Biar kerja dulu pak, masa ngintilin saya mulu". Balas Gena.
Setelah mengobrol sebentar dengan Pak Yanto, ia keluar dari Ruang Dosen dan langsung menghubungi Gio.
"Mas kamu dimana? Pak andi udah Acc nih, tinggal kamu".
"Masih dikelas, nanti dirumah aja ya".
Gena menutup sambungan telepon setelah mengiyakan.
"Gena". Ia menoleh melihat siapa yang memanggil.
"Iya pak?".
"Setelah ini ada jadwal?". Tanya Andi.
"Gak ada sih pak".
"Niatnya sih mau ngajakin kamu makan siang bareng, cuma didepan kampus kok".
Gena mengernyit sekilas.
"Sekalian ngomongin enaknya skripsi kamu kedepannya".
Iyain gak ya, Batin Gena.
"Sebentar pak, saya mau ijin dulu. Tadi nebeng soalnya".
Gena sedikit menyingkir dari Andi dan menghubungi Gio.
"Kenapa lagi sayang?". Ucap Gio disebrang telepon.
"Aku ijin keluar bentar ya?".
"Kemana?". Tumben tumbenan, batin Gio.
"Makan depan kampus".
Dari arah belakang sebenarnya Gio sudah mengamati Gena dari tadi.
"Sama siapa?".
"E... Anu..".
"Andi?".
Buru buru Gena mengedarkan pandangan dan matanya bertubrukan dengan sorot mata Gio.
"Ak-".
Tut.. Tut.. Tut..
Sialan, Batin Gena.
"Gimana? udah?". Tanya Andi.
"A-anu, iya pak".
Gena mengangguk dan berjalan sejajar dengan Andi, ia menoleh sekilas. Gio masih disana menatap tajam padanya.
Gue pilih skripsi apa suami nih, Batin Gena
________________________________________
"Kamu mau pesen apa?". Tanya Andi.
"Ha? Samain aja kayak punya Bapak".
Gerak gerik Gena sedari tadi tak nyaman, karena dikursi ujung dekat pintu masuk ada Gio yang menatapnya horor.
"Kamu deket banget kayaknya sama Pak Gio, adiknya ya? Dulu jaman kuliah S2 adiknya pernah mampir ke Asrama. Masih SD kayaknya, seumuran sama kamu". Ujar Pak Andi.
"Bapak kenal sama Mas Gio?".
"Eh, maksud saya Pak Gio". Sambung Gena.
Pak andi terkekeh merasa tebakannya benar.
"Beneran adiknya ya? Gak terlalu kenal. Cuma tau aja, karena pernah se Asrama".
"Saya is-".
"Silahkan mas mbak pesanannya".
Ucapan Gena terhenti oleh pelayan yang datang membawakan pesanan mereka.
"Terima kasih mas". Ucap Pak andi.
Gena makan dengan pelan sambil sesekali melirik ke arah tempat Gio duduk, ia masih disana mengamatinya.
"Judul kamu tepat Gen, penjabaran tentang isinya juga mudah tidak berbelit. Saya yakin 2 bulan juga udah kelar Skripsi kamu".
2 Bulan Gundulmu. Batin Gena.
Gena hanya menanggapi dengan tersenyum, matanya masih terfokus ke arah Gio.
Ia memakan pesanannya tidak tenang, seperti terancam.
"Udah gede makan masih kayak anak kecil nih". Tangan Andi terangkat ingin mengusap ujung bibir Gena, namun ia kalah cepat dengan Gena yang langsung memundurkan kepalanya.
Andi menanggapi dengan kekehan.
Ting!
Pulang SE KA RANG!
Gena meneguk salivanya setelah membaca pesan yang dikirim Gio.
Ia menghabiskan makannya dengan sedikit cepat setelah ada pesan masuk tadi.
"Kamu buru buru ya?". Tanya Andi yang melihat gerak gerik Gena.
"Iya pak, ada urusan mendadak".
Ia mengambil dompet dalam tasnya namun dihentikan Andi.
"Gak usah, biar saya aja yang bayar. Kan saya yang ngajak kamu kesini".
"Gak apapa pak, saya malah gak enak kalau bapak yang traktir".
"Anggap aja tanda perkenalan kita".
"Gak bener nih arah tujuannya". Batin Gena
Dringg... Dringg...
Ponsel Gena menyala memperlihatkan panggilan dari kontak "Pak Suami".
"Iya pak, terima kasih kalau gitu pak. Saya duluan ya pak". Buru buru dia menyudahi percakapannya dengan Andi.
"Saya antar ya?".
Setelah tawaran itu keluar bersamaan pula dengan dentuman agak keras dari pintu, Gio keluar dari tempat itu dengan buru buru.
"Terima kasih pak, tapi maaf saya sudah ada yang jemput. Saya duluan pak".
Gena keluar dari tempat itu dan mengedarkan pandangan mencari Gio.
"Ck, masalah ini mah".
______________________________________
Hallo guys, tingkyu yang masih setia sampai pindah lapak kesini❤️
Masih tetep setia ngawal Gio & Gena gak nih?
Bukan lagi masalah PELAKOR ini mah, tapi lebih ke PEBINOR.
Perebut bini orang wkwk.
Jangan lupa ninggalin jejak euyyy😤😡🥰❤️🙏
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Relationship "After Marriage"
Fiksi RemajaFOLLOW GUE DULU WOIIII!!!! * * * DISARANKAN UNTUK MEMBACA "HOT RELATIONSHIP" YANG PERTAMA DULU YA GUYS, SUPAYA VIBES NYA DAPET❤️ *** Menjalani hidup bersama Gio seakan membawa semerbak kebahagiaan untuk Gena. Namun, setelah satu tahun lebih menikah...
