AUTHOR
Gena membantu Gio berjalan turun dari mobilnya. Untuk mobil Gio sendiri, karena kerusakan yang cukup parah saat kecelakaan, kini mobilnya harus menginap pada bengkel
Tadi sore, Dokter sudah memperbolehkan Gio untuk dibawa pulang dan menjalani kontrol diminggu depan juga Terapinya.
"Pelan Pelan." Ujar Gena membantu Gio berjalan
Kaki kirinya terdapat luka yang menyebabkan ia kesulitan untuk berjalan
"Saya bisa sendiri." Sahutnya
"Gio..." Tegur Bundanya
Ia menghela nafas pelan dan tetap berjalan menggunakan alat bantu dan juga tuntunan dari Gena
"Ate.. Pa Pa." Oceh Dinda sambil menunjuk Papanya
"Papa kamu belum bisa gendong cantik, nanti ya kalau Papanya udah sembuh ya." Balas Tiara yang menggendong Dinda
Gena membantu Gio duduk, menaikkan dan meluruskan kaki Gio pada sofa
Ibunya dan juga mertuanya membantu Gena memasukkan beberapa barang yang dibawa selama mereka dirumah sakit
Sedangkan Tiara mendapat bagian Momong Dinda
"Pa.. Pa.."
Tangan mungil Dinda menarik ujung baju Gio yang membuatnya menoleh
Ia hanya menatap balita itu seperkian detik dan mengalihkan pandangannya lagi
"Gendong kek, atau apa kek. Diem bae." Celetuk Tiara
Gio menoleh lagi kearah Tiara dan menjatuhkan sorot matanya lagi pada mata sendu balita itu. Ada gelenjar aneh dalam dadanya, namun egonya berkata lain. Kenyataan ini rasanya ingin ia tolak, namun pada akhirnya ia harus menerima.
"Sama kamu aja dulu." Sahut Gio
"Ini anak lo Mas. Pengen gue timpuk lo."
"Kenapa jadi kasar gini sama Mas?" Sahut Gio menatap serius pada adiknya.
Tiara berdecak malas dengan kenyataan Gio yang kehilanga ingatannya dan beranjak meninggalkan Gio
"Papa lo gila Din, males Aunty."
Gio hanya mematung memperhatikan adiknya yang menggendong balita itu. Batinnya berkata padahal selama ini Tiara tak pernah berucap kasar padanya.
Tiara meninggalkan Gio dengan menggendong Dinda, membawanya keluar Rumah.
Tubuh Dinda menghadap kebelakang, matanya menyorot kearah Gio dengan sendu. Gio memaku melihat balita itu menatapnya.
"Bunda sama Ibu mertua kamu besok pulang, Nak. Kamu baik baik disini ya, jangan nyusahin Istri kamu."
Gio mengalihkan pandangan pada Bundanya
"Iya, Bun."
"Baik baik disini, mereka keluarga kamu. Gena istri kamu, Dinda anak kamu. Walaupun kamu gak inget, tapi tanamkan disini.."
Bundanya menepuk dada Gio, ia menunduk melihat tangan Bundanya yang mulai mengalami kerutan itu
"Tanam kepercayaan disini, bahwa mereka keluarga kamu. Jadi disetiap langkah kamu tidak akan ada yang namanya goyah sampai ingatan kamu kembali."
Bundanya menepuk nepuk tangan Gio dengan sayang.
"Jangan bikin kecewa semuanya ya, termasuk Gena dan keluarganya."
"Kamu dulu susah dapetinnya, harus pake acara galau galau ternyata dia udah punya pacar lah, nangis nangis tiap malem karena salah paham kamu ngiranya dia nikah sama orang lain lah." Bundanya menceritakan bagaimana proses Gio mendapat Gena dulu dengan terkekeh
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Relationship "After Marriage"
Novela JuvenilFOLLOW GUE DULU WOIIII!!!! * * * DISARANKAN UNTUK MEMBACA "HOT RELATIONSHIP" YANG PERTAMA DULU YA GUYS, SUPAYA VIBES NYA DAPET❤️ *** Menjalani hidup bersama Gio seakan membawa semerbak kebahagiaan untuk Gena. Namun, setelah satu tahun lebih menikah...
