Author
Meja makan malam ini lebih hening dari kemarin, aura kurang bersahabat dari Gena dan juga gengsi Gio lah penyebabnya. Sedari tadi Gio tak bersuara, ia hanya sesekali memperhatikan Gena yang menyuapi Dinda.
"Mama inum." Celetuk Dinda
Sebelum Gena mengambil gelas berisi air, Gio lebih dulu menyodorkan.
Masih tanpa suara, Gena mengambil gelas itu. Ia hanya melirik sekilas ke arah Gio.
"Dah." Ujar Dinda setelah meneguk air itu.
"Dihabisin, dikit lagi."
Dinda menggeleng saat Gena ingin menyuapinya lagi
"Dihabisin." Timpal Gio dengan nada dinginnya
Dinda menoleh sekilas pada Gio dan mengangguk
Mereka kembali diam dan menyelesaikan makan
••••••••••
Gena mencuci piring bekas makan mereka tadi, sesekali ia sesenggukkan menahan tangis yang sebisa mungkin masih ia bendung.
Gio sendiri hanya diam pada tempat duduknya tadi, ia mendengar jelas isakan kecil Gena. Ia mengalihkan pandangannya saat tubuh Gena berbalik.
Gena meninggalkan Gio sendirian didapur tanpa bertegur sapa. Dirinya telah lelah dengan Gio yang sekarang.
Decitan kursi tergeser menggema didapur itu. Gio menghela nafas dan melangkah keluar dari dapur.
Perasaan bersalah memang ada, namun gengsi Gio masih tinggi untuk Gena.
"Bobok yuk sama Mama."
Suara Gena itu masuk dalam pendengaran Gio saat melintas disebelah Ruang Tv. Hubungannya dengan anak maupun istrinya tidak dekat, ditambah dengan kejadian tadi malah makin membuat mereka jauh.
Gio terduduk di kursi ruang tamu, ia mendongak dan menghela nafas lagi. Perasaan gelisah akhir akhir ini sering hinggap dalam hatinya.
Ia beralih menatap foto yang menempel pada dinding didepannya. Foto yang lumayan berukuran besar itu adalah foto pernikahan dirinya dan Gena.
Lagi lagi ia menghela nafas dan mengusap wajahnya dengan kasar. Gelisah terus menyelimuti perasaannya.
DRINGG... DRINGG...
Ia menoleh saat mendengar dering ponsel itu.
Nampak Gena keluar dari kamar tempat dirinya tidur bersama Dinda.
"Halo."
"Udah mau pulang? Sekarang banget gitu?"
"Yaelah, iye dah yang orang sibuk, orang kantoran."
Gio mengamati Gena yang masih memaku diri didepan pintu kamar itu sambil berbicara dengan ponselnya.
Terbesit rasa ingin tau siapa yang menelfon Gena malam malam seperti ini, namun kembali lagi pada gengsinya.
"Lah, kenapa gak bilang ege."
Buru buru Gio mengalihkan pandangan saat Gena berjalan kearahnya.
Ia melirik sekilas saat Gena melewatinya. Ia salah perkiraan, ternyata Gena berjalan keluar rumah.
"Kenapa gak ketok pintu aja sih. Gue kan bisa keluar tadi."
Sesekali Gena tertawa dengan sambungan telefon itu
"Thanks ya, anak gue pasti seneng banget nih."
"Oh iya, maaf soal tadi ya. Gue jadi gak enak ke lo sama anak anak lainnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Relationship "After Marriage"
Fiksi RemajaFOLLOW GUE DULU WOIIII!!!! * * * DISARANKAN UNTUK MEMBACA "HOT RELATIONSHIP" YANG PERTAMA DULU YA GUYS, SUPAYA VIBES NYA DAPET❤️ *** Menjalani hidup bersama Gio seakan membawa semerbak kebahagiaan untuk Gena. Namun, setelah satu tahun lebih menikah...
