Author
"Mau apa?".
"An-anu bimbingan pak". Gagap Reyhan.
"Oh".
Reyhan menyodorkan hasil revisiannya.
"Saya belum nyetujuin bisa padahal". Ujar Gio menatap cuek Reyhan
Reyhan menarik kembali kertasnya.
Untuk beberapa saat Reyhan menunggu Dosennya ini membuka suara. Namun nihil.
"Mohon maaf pak, jadi bagaimana? Bapak bisa atau tidak bimbingan hari ini?". Tanya Reyhan hati hati.
"Ga dulu, lagi males".
OH ASU. Batin Reyhan
Mengingat beberapa hari yang lalu, Gio terlibat baku hantam dengan teman teman Gena termasuk Reyhan. Kini Gio sedang menyusun pembalasan untuk Teman Teman Gena yang memukulinya waktu itu.
"Lulus saya makin lama dong pak kalau gini". Rengek Reyhan.
"Kamu ngatur saya?".
"Enggak pak, mana berani saya ngatur bapak". Panik Reyhan.
"Dih, mukulin saya aja berani".
SKAK.
Reyhan diam seribu bahasa
"An-anu, untuk yang itu kan saya bantuin temen saya pak". Sanggah Reyhan.
"Bantuin apa?".
Reyhan diam masih memikirkan apa yang akan ia katakan. Ia merutuki kebodohannya yang ikut ikutan mukulin Dosen Killernya ini, karena Gio adalah DosPemnya.
Tok.. Tok..
Ceklek.
Gio maupun Reyhan menoleh ke arah pintu. Gena, ia masuk keruangan Gio.
"Eh, lagi bimbingan? Kalau gitu aku keluar dulu". Ujar Gena yang melihat ada Reyhan.
"Gak usah, sini aja".
Gena mengurungkan langkahnya dan mendekat ke arah sofa untuk duduk.
"Sini..".
Gio menepuk pahanya.
"Enggak, sini aja". Sanggah Gena.
Gio berdiri dan menarik Gena duduk kepangkuannya.
Jangan lupakan Reyhan, ia sedang syok melihat ini. Pasalnya kemarin Gena meminta cerai, kenapa sekarang mesra mesraan
"Kenapa? Kaget?". Tanya Gio
Reyhan mengangguk namun sedetik kemudian menggeleng.
"Reyhan kenapa?". Tanya Gena yang bingung.
"Sayang muka aku masih cenut cenut". Ujar Gio sambil manyun.
Reyhan yang mendengarnya menjadi bergidik ngeri.
"Masa dipukul Riko waktu itu banyak banget kayak gini".
Gena mengamati wajah Gio yang memang lebam lebam.
"Gak tau nih, siapa aja yang mukulin".
Wajah Reyhan berubah menjadi pucat.
"Pa-pak, sa-sa-saya ijin ke-keluar. Bi-bimangnya lain wa-wa-wa.."
"Lo ngomong apasih Rey?". Tanya Gena yang geram mendengar suara bergetar milik Reyhan.
"Bimbingannya lain waktu aja gapapa pak, keknya juga ganggu waktu bapak. Saya pamit pak". Ujar Reyhan dengan sekali tarikan nafas.
Gio menahan tawanya agar tak pecah melihat wajah Reyhan yang sangat pucat karena panik.
"Yang mukulin Mas ga ada minta maafnya lagi Yang". Ujar Gio dan berhasil menghentikan langkah Reyhan
Greepp..
"Pak saya minta maaf pak, beneran deh itu murni karena belain Gena. Saya kan sahabat pentolnya Gena sejak masih suka maen di got nyati kecebong".
Reyhan menyembah pada tangan Gio yang berada diatas meja.
"Lagi pula bapak duluan yang mukul saya". Cicit Reyhan.
"LAH, nyalahin saya kamu?". Sahut Gio dan membuat panik Reyhan.
"WEIISSS ENGGAK PAK ENGGAK, saya yang salah. Salah banget saya. Beneran dah. Demi allah saya minta maaf, beneran demi neptunus dan kerang ajaib saya murni karena belain Gena bukan sengaja mukul bapak".
"Pak, jangan hambat skripsian saya karena ini dong. Saya pengen lulus tepat waktu Pak. Bisa digampar panci wajah saya sama mamak saya dikampung kalau saya telat wisuda".
Teman teman Gena belum mengetahui kalau ia sudah baikan dengan Gio, dan belum menjelaskan bahwa semua ini adalah salah paham. Niatnya ia akan mengundang teman temannya untuk kerumah nanti malam.
"Gara gara kalian wajah ganteng Saya jadi bonyok. Untung Istri saya masih mau sama Saya".
"Ini kenapa sih?". Tanya Gena.
Gena sedari tadi tak bisa menahan tawa melihat ekspresi Reyhan yang sangat panik dan ketakutan.
"Beneran Gen gue gak niat mukulin suami lo, kemarin tuh gue belain lo. Sama Gue Juan Septa, Pak Gio kita pukulin. Beneran dah, gue gak niat bikin bonyok muka Pak Gio".
Makan Tuh Panik. Masih Dua orang lagi nih yang belum ngerasain. Batin Gio.
______________________________________
Hallo Guysssss. Masih nungguin gak niccchhhh.
Ada cerita tentang pengalaman Kuliah dulu sama Dosen? Spill dong.
Kalau gue dulu sih pernah random lempar sepatu waktu abis sholat dimushola. Taunya punya Dosen, gegara temen gue iseng banget mercikin aer. Mulai dari itu, gue gak pernah ambis kelas beliau.
Tingkyu dah mampir❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Relationship "After Marriage"
Teen FictionFOLLOW GUE DULU WOIIII!!!! * * * DISARANKAN UNTUK MEMBACA "HOT RELATIONSHIP" YANG PERTAMA DULU YA GUYS, SUPAYA VIBES NYA DAPET❤️ *** Menjalani hidup bersama Gio seakan membawa semerbak kebahagiaan untuk Gena. Namun, setelah satu tahun lebih menikah...
