Author
Gena masih terpaku pada mata yang beberapa hari ini terpejam
"Pa.. Pa.."
Panggilan Dinda mengalihkan perhatian Pria itu. Ia menatap Balita yang memegangi jarinya itu
"Kamu sadar Mas.." Ujar gembira Gena, suaranya bergetar. Ia telah menunggu manik mata itu untuk bisa menatapnya lagi beberapa hari ini, dan sekarang ia melihatnya lagi.
"Aku panggilin Bunda.. Bunda diluar sama Ibuk sama Tiara." Sambungnya
Ia mendudukkan Dinda dikursi sebelah Gio dan ia berjalan keluar memanggil keluarganya.
Gena kembali masuk bersama keluarganya. Ibunda Gio tersenyum gembira melihat Putranya sudah sadarkan diri
"Alhamdulillah kamu sudah sadar, Nak." Ucap Bundanya
Pria itu masih diam seribu bahasa mengamati seluruh orang yang berada disitu, termasuk balita yang tak melepaskan pautan jarinya.
"Mbak Gena nungguin kamu sadar sampai kurus gini Mas." Ujar Tiara dengan cengirannya
Gio mengalihkan tatapannya pada Gena yang berdiri disampingnya merekahkan senyuman kearahnya
Gio dengan pelan melepaskan pautan tangan Balita disampingnya, yang membuat Balita itu merasa kehilangan miliknya.
"Kenapa Kamu?" Sahut Gio yang sedari tadi hanya membisu
Gio menatap Gena dengan tatapan sulit diartikan
Rekahan senyum Gena memudar, ia menoleh pada semua orang yang berada disitu.
"Kenapa kamu disini?" Sambung Gio
"Maksud kamu apa, Mas?" Tanya Gena yang kebingungan
"Kamu panggil Saya, apa?" Ulang Gio
Lagi lagi Gena menoleh pada keluarganya, ia ikut kebingungan. Dadanya bergemuruh ketakutan.
"Pa.. Pa.."
Gio menoleh kearah jarinya yang kembali digenggam balita disampingnya
"Ini anak siapa?" Sambung Gio
Ia memperhatikan satu persatu seluruh orang disitu
"Jangan bercanda deh Mas." Tegur Tiara
"Bercanda apa?" Tanya Gio dengan menatapnya serius
Kaki Gena melemas seketika, rasa bahagia yang baru saja muncul kini hilang entah kemana.
Gio menarik paksa jarinya dari genggaman Dinda yang membuat balita itu menangis.
Tiara menyahut Dinda dalam gendongannya dan menenangkannya
"Ini maksudnya apa? Kenapa aku bisa disini Bun?" Tanya Gio
Ibu Gena hanya diam memeluk anaknya yang kini merasakan hancur untuk kesekian kalinya
Ibunda Gio mendekat pada ranjang dan menggenggam tangan putranya sambil menahan air mata
"Itu anak kamu, Nak."
Gio menatap balita yang menangis pada gendogan Tiara
"Anak? Anak sama siapa? Bahkan Gio belum menikah." Sahutnya
Gena menangis sejadi jadinya saat itu juga, ia memeluk erat ibunya.
"A-aku panggilin Dok-dokter, Bun." Sela Tiara membawa pergi Dinda yang menangis untuk mencari Dokter
Gio memperhatikan Gena dengan serius yang kini sedang menangis didekapan wanita paruh baya -Ibu Gena-
"Gena, Gena istri kamu Nak." Terang Bundanya
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Relationship "After Marriage"
Ficção AdolescenteFOLLOW GUE DULU WOIIII!!!! * * * DISARANKAN UNTUK MEMBACA "HOT RELATIONSHIP" YANG PERTAMA DULU YA GUYS, SUPAYA VIBES NYA DAPET❤️ *** Menjalani hidup bersama Gio seakan membawa semerbak kebahagiaan untuk Gena. Namun, setelah satu tahun lebih menikah...
