Author
Setelah melewati beberapa jam kelas, Gio bergegas kembali keruangannya.
"Pak Gio," ia menoleh kebelakang saat namanya dipanggil. Seorang laki laki dengan setelan rapi sama seperti dirinya mendekat.
"Kenapa Pak Andi?" Tanyanya.
"Ah tidak Pak. Saya mau makan siang, Pak Gio mau ikut sekalian?"
Ia nampak menimbang pikirannya, sebenarnya ia ingin menyusuli Gena ke cafe. Tapi tak ada salahnya jika ia ikut rekan kerjanya itu untuk makan siang.
"Boleh Pak," Sahut Gio.
Andi mengangguk dan berjalan beriringan dengan Gio. Mereka sesekali larut dalam obrolan pekerjaan.
Mereka berdua akhirnya makan bersama dikantin kampus sambil berbincang ringan.
"Gena apa kabar Pak Gio?" Tanya Andi sambil menyuap makanan ke mulutnya.
Gio mendongak dan mengerutkan kening.
"Baik," sahutnya singkat.
Ia sebenarnya lamat lamat mengingat Andi karena dulu sempat bertemu saat kuliah S2nya, namun sedikit aneh saja saat pertama melihat dia dikampus ini. Karena seingatnya Andi tak mengajar di kampus ini.
"Bekerja?" Tanya Andi lagi.
"Dia ngurus Cafe."
Ia merasa aneh dengan gelagat Andi.
Sedekat apa mereka dulu?
"Kenapa Pak?" Tanyanya penasaran.
"Ah tidak ada Pak, hanya basa basi saja," sahut Andi dan tertawa.
Mereka sama sama terdiam sambil memakan pesanannya masing masing.
"Pak Gio jangan berpikir aneh aneh, saya tidak ada hubungan apa apa dengan Gena. Hanya Dosen dan Mahasiswi saja, dulu kan saya juga pembimbing skripsinya bersama Pak Gio juga," terang Andi saat melihat raut wajah kurang menyenangkan dari Gio. Ia teringat dulu saat ia mengincar Gena, Gio sangat posesif.
Sebenarnya bukan salah Gio, ia benar karena Gena adalah istrinya. Dan kebetulan saat itu Andi tidak mengetahui status Gena.
Gio hanya tersenyum sekilas saat ucapan Andi tepat sasaran seperti bisa membaca pikirannya.
Setelah menyelesaikan makan, Gio pamit duluan untuk kembali keruangannya.
Ia mendudukkan diri dikursi kerjanya dan menyandarkan punggung. Ia tersenyum kala melihat foto yang terpajang disudut meja kerjanya. Ia mengambil foto itu dan mengamatinya.
"Sedang apa ya mereka?" Gumamnya bertanya tanya.
Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponsel.
"Hai..." Sapanya saat panggilan tersambung dan menampilkan wanita dan juga anak kecil dilayar ponselnya.
"Belum pulang dari Cafe?" Tanyanya.
Ia menghubungkan panggilan video dengan Gena. Entah mengapa ada perasaan rindu setelah seharian ia bekerja.
"Belum Mas, ini anak kamu belum mau diajak pulang. Keasikan ngericuh sama karyawan sini."
Gio mengulas senyuman kala Dinda melambaikan tangan dan menyembul didepan Gena.
"Alo Papa," ujarnya.
"Halo sayang, nakal enggak tadi?" Tanya Gio.
Dinda menggeleng pelan dan nyengir menunjukkan deretan giginya.
"Pintar, gak boleh nakal ya. Nanti Mama capek."
"Jangan pulang dulu, saya jemput," sambungnya.
"Emang udah selesai ngajar?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Relationship "After Marriage"
Teen FictionFOLLOW GUE DULU WOIIII!!!! * * * DISARANKAN UNTUK MEMBACA "HOT RELATIONSHIP" YANG PERTAMA DULU YA GUYS, SUPAYA VIBES NYA DAPET❤️ *** Menjalani hidup bersama Gio seakan membawa semerbak kebahagiaan untuk Gena. Namun, setelah satu tahun lebih menikah...
