Author
"Istirahat, udah malem". Tegur Gio.
"Nanggung Pak, bentar lagi aja".
"Pak Pak, emang aku Bapak kamu". Protes Gio dan mencium pipi Gena.
"Bapak dari anak anak kita, asyeekkkk". Sahut Gena sambil terkekeh.
"Inget.. ada dedek, Mamanya jangan egois karena skripsi". Tegurnya lagi.
Gena mengangguk dan menutup laptopnya.
Gena maupun Gio merebahkan diri diranjang, Gena berada dalam pelukan Gio namun matanya masih terbuka.
"Kenapa Yang?". Tanya Gio.
"Pengen Rawon".
Gena mengubah arah tidurnya, kini ia memiringkan badan menatap Gio.
"Beliin". Ujarnya merengek sambil menusuk nusuk pipi Gio.
"Udah malem loh yang, warung rawon mana yang masih buka sih". Tolak Gio.
"Ihhhh, JAHAT!".
Gena merajuk dan memunggungi Gio.
Gio menghela nafas dan melingkarkan tangannya pada perut Gena.
"Dedek.. kalau pengen apa apa itu jangan malem malem dong. Papa kan jadi bingung nyarinya kemana".
Gio mengusap perut Gena.
"Biarin nak, Papa kamu jahat. Besok minta ke Om Om kamu". Sungut Gena.
"Kamu punya cowok lain Yang? Jahat banget sih sama aku". Pekik Gio.
"Reyhan Septa kan ada. Pak Andi juga sabi lah".
"Aku bikinin. warung rawon jam segini tutup!".
Gio mendadak bangkit dari ranjang dan menuju dapur.
"Set dah, mau dikata nyusahin tapi itu anak aku. Sabar Gioooo... Demi anak istri".
Gio mendumel sendiri dan membuka laci laci dapur mencari bumbu instan Rawon. Gena selalu menyetok bumbu bumbu instan untuk makanan makanan yang bumbunya cukup banyak.
"Kalau gak ikhlas bilang dong".
Gio kaku ditempat kala suara Gena menyahutinya.
"Ikhlas kok Yang, IKHLASSSSS BANGETTTT. Kan demi anak istri aku".
Gio memotong daging sambil sedikit menyentak.
"Kalau gak ikhlas aku bisa masak sendiri".
"Ikhlasss Sayanggg... Ikhlas bangetttttt".
Gio tersenyum pasrah, tak dituruti nanti bisa ngamuk.
Gena mengamati gerak gerik Gio yang sedang memasak, ia menoleh ke arah jam dinding menunjukkan pukul setengah 12 malam.
Sekitar hampir satu jam Gio memasak akhirnya matang juga.
"Sini aku suapin".
Gio duduk didepan Gena, meniup kuah rawon pada sendok dan menyuapkan ke Gena.
"Enak gak?". Tanya Gio.
Gena mengangguk antusias.
"Pengidaman ibu hamil biasanya sampai berapa bulan sih". Ujar Gio.
"Ya mana aku tau, hamil juga baru ini".
"Darah tinggi nih bisa bisa kalau lama masa ngidamnya". Lirih Gio.
"OHHHHHHH.... JADI GAK IKHLASSS YAAAAA. OKE OKE. TIDUR DILUAR!!!".
Gena meninggalkan Gio yang terbengong di dapur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Relationship "After Marriage"
TienerfictieFOLLOW GUE DULU WOIIII!!!! * * * DISARANKAN UNTUK MEMBACA "HOT RELATIONSHIP" YANG PERTAMA DULU YA GUYS, SUPAYA VIBES NYA DAPET❤️ *** Menjalani hidup bersama Gio seakan membawa semerbak kebahagiaan untuk Gena. Namun, setelah satu tahun lebih menikah...
