1 Minggu lebih (LDR)
Author
"Masss.. kapan pulang sih". Rengek Gena.
"Maaf ya udah seminggu lebih tapi Mas belum bisa pulang".
"3 Hari lagi aku sempro loh Mas".
"Iya sayang.. Mas gak lupa kok".
"Gena Gi?".
"Iya bun".
Gena tersenyum kala kamera berganti memperlihatkan ibunda Gio.
"Gena.. apakabar nak?".
"Alhamdulillah sehat Bun, bunda sama ayah apakabar?".
"Baik nak".
"Gimana nak? Udah ngisi?". Sambung sang bunda.
Gena tersenyum kecut dan menggeleng.
"Belum bun, doain ya bun semoga segera ada".
"Bunda selelu doain yang terbaik buat kalian berdua. Gak apa apa, mungkin memang belum rejeki. Dulu bunda malahan nunggu dua tahun dulu baru dapet Gio". Tutur sang bunda.
"Setelah Mas pulang kita lembur biar cepet ngisi Yang". Sahut Gio.
"Aduh aduh nih mulut".
Sang bunda menepuk pelan mulut Gio sembari masuk kerumah dan ia hanya terkekeh.
"Kenapa murung gitu?". Tanya Gio saat melihat perubahan diraut wajah Gena.
Ia menggeleng pelan.
"Kok gitu, cerita sama Mas ada apa?".
"Maaf ya Mas". Cicit Gena.
"Istri Mas memang ada salah apa kok sampai minta maaf".
"Maaf belum kasih kamu keturunan sampai saat ini Mas".
"Sayang.. jangan gitu ah. Kita masih satu tahunan menikah, bisa jadi besok atau lusa dikasihnya. Atau memang Tuhan tak mau membebani kamu mengandung sambil menyelesaikan tugas akhir".
"Mas pasti udah nunggu banget ya".
"Sayang.. dengerin Mas. Se di ka sih nya. Kita hanya bisa berdoa dan berusaha. Jangan pernah menyalahkan diri sendiri, semuanya udah ada yang ngatur". Terang Gio.
"Jangan mikir berat, Mas gak mau kamu jadi punya beban pikir. Udah mikir Tugas Akhir, masa mau kebebanan sama pikiran ini juga. Sini peluk jauh".
Terlihat Gio merentangkan tangan kanannya dan disambut kekehan dari Gena.
"Cepet pulang ya Mas, Gena kangen".
Gio tersenyum hangat, ternyata begini rasanya berjauhan.
"Iya Sayang, Mas lebih kangen lagi".
"Betah banget disana ada apa sih". Tanya Gena.
"Kok gitu nanyanya? Kan Mas disini juga buat kamu, buat tabungan masa depan kita nanti. Kalau ada tambahan kenapa enggak? Masa ngandelin Gaji Dosen doang". Jelas Gio.
"Besok Mas usahain pulang deh". Sambungnya.
"Janji ya?".
"Iya Sayang".
"Kangen banget ya sama Mas?". Tanya Gio sambil terkekeh.
"Bangetttttt.. Tidur yang biasanya ada temennya, sekarang enggak. Biasanya ad ayang usil, sekarang enggak".
Gio terkekeh pelan melihat ekspresi cemberut Gena.
"Yaudah, abis Mas pulang kita lepas kangen ampe subuh".
Mengerti maksud Gio, Gena langsung menyorotnya tajam dan mendengus.
"Itu mah enak di kamu". Protes Gena.
"Lahh.. kamu juga keenakan kok pake nyalahin". Timpal Gio.
"Bodo". Sahut Gena.
"Sayang..".
"Hmm?".
"Kamu jangan tinggalin Mas ya. Liat sendiri deh, cuma LDR bentar aja Mas gak bisa sehari tanpa ngeliat wajah kamu".
"Idiww gombalnya Pak". Sahut Gena geli.
"Beneran.. Mas gak bisa jauh dari kamu".
"Ucap buaya laki laki kepada istrinya". Sahut Gena.
"Kamu mah gitu Yang".
Gio memanyunkan bibirnya kesal.
"Iya iyaaa, lepas kangen ampe subuhnya deal".
Tut.
Gena mematikan telpon sepihak dan tertawa geli setelah mengatakan itu.
Sudah bisa ia tebak, disana pasti Gio sedang memakinya yang langsung mematikan sambungan teleponnya.
________________________________________
Hallo guyssss, balik lagi nih.
Sorry lapak sini rada garing, authornya abis tertabrak kegalauan dan menjadi sad girl. Wkwk.
Tingkyu ya yang masih setia sama Gio & Gena, pasti segera update❤️.
Diusahakan Update setiap hari kok, tenang aja.
JANGAN LUPA NINGGALIN JEJAK, GUE UDAH BELA BELAIN NGETIK SAMBIL NGEGALAU MENYE MENYE😡😤🥰❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Relationship "After Marriage"
Teen FictionFOLLOW GUE DULU WOIIII!!!! * * * DISARANKAN UNTUK MEMBACA "HOT RELATIONSHIP" YANG PERTAMA DULU YA GUYS, SUPAYA VIBES NYA DAPET❤️ *** Menjalani hidup bersama Gio seakan membawa semerbak kebahagiaan untuk Gena. Namun, setelah satu tahun lebih menikah...
