Author
"Sayang, Bangun.. Mas nungguin kamu".
Gio tak pernah berhenti mengajak bicara Gena yang masih memejamkan mata.
"Mas jelasin semuanya.. kamu bangun..".
Gio menangis sambil memegangi tangan Gena dan sesekali mengecupnya.
"Mas gak pernah selingkuh. Istri Mas cuma kamu. Cinta pertama Mas. Wanita yang berhasil bikin hati Mas luluh. Wanita selain Bunda dan Tiara yang pertama kali lihat Mas nangis".
Gio terus saja meracau sambil menangis. Penampilannya sudah tidak bisa dikatakan Baik Baik Saja. Lebam dibeberapa sudut wajahnya, baju kotor nan lusuh. Rambut acak acakan.
Gena sebenarnya sudah sadar, hanya saja ia masih betah mendengar racauan laki laki disampingnya ini.
"Sayang.. Mas mungkin bisa hidup tanpa kamu. Tapi hati Mas gak bisa, batin Mas gak bisa".
Gio menunduk sambil mencium tangan Gena, ia sesenggukan menangis membasahi tangan Gena.
Tangan kiri Gena terangkat menyentuh rambut Gio.
Gio mendongak kaget kala merasakan sentuhan dipuncak kepalanya.
"Sayang.. kamu sadar".
Tanpa aba aba Gio memeluk Gena. Ia menangis lagi ketika melihat Gena membuka mata. Gena hanya diam, ingin sekali ia membalas pelukan ini. Namun mengingat kejadian tadi pagi membuatnya mengurungkan niat.
"Kamu harus dengar penjelasan Mas". Ujar Gio sambil mengusap wajahnya kasar.
"Apalagi Mas, semuanya juga udah selesai". Balas Gena.
Gio menggeleng keras.
"Semua hanya karena salah paham. Kamu diam, dengerin penjelasan Mas".
Gena menurut, ia sudah tak seemosi tadi pagi.
~Flash Back On~
"GENAA!! GENA..". Gio meneriaki Gena namun tak digubris.
Ingin ia kejar, namun ia masih butuh penjelasan dari wanita yang mengusik kehidupannya dipagi hari itu.
"Mbak siapa sih, saya gak kenal sama mbak loh. Jangan ngaku ngaku istri saya, jangan ngerusak keluarga saya". Todong Gio.
"Saya juga gak kenal sama Mas".
"YA TERUS NGA-".
Perempuan didepannya nampak kaget saat Gio membentaknya.
"Ck". Gio berdecak pelan.
"Mbak ini siapa, dan maksud mbak mengusik keluarga saya itu apa. Kalau mbak gak kenal saya, ngapain mbak ngaku ngaku sebagai istri saya".
Perempuan didepannya sepertinya ketakutan dan sedikit kaget dengan pertengkaran Gena dan Gio.
"Sa-saya nyari suami saya Pak". Terang Perempuan itu.
"Lalu? Saya bukan suami mbak". Sahut Gio.
"Memang bukan Pak".
Gio sangat geram, namun masih ia tahan.
"Terus kenapa ngaku ngaku didepan istri saya".
"Saya nyari alamat suami saya Pak, didepan tadi saya bertanya atas nama Mas Gio. Mereka ngarahin saya kesini".
Gio mengambil selembar kertas yang ditunjukkan perempuan itu.
Ia membaca alamat itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Relationship "After Marriage"
Teen FictionFOLLOW GUE DULU WOIIII!!!! * * * DISARANKAN UNTUK MEMBACA "HOT RELATIONSHIP" YANG PERTAMA DULU YA GUYS, SUPAYA VIBES NYA DAPET❤️ *** Menjalani hidup bersama Gio seakan membawa semerbak kebahagiaan untuk Gena. Namun, setelah satu tahun lebih menikah...
