Jutek

5.7K 576 13
                                        

Author

Meninggalkan pasangan halal Gio dan Gena, beda halnya dengan Septa dan Reyhan yang masih sibuk dengan kerja kerja kerja seperti slogan Pak Jokowi

Tidak beruntung soal percintaan, tak membuat mereka gagal dalam hal pekerjaan

"PIN nya jangan sampai lupa ya pak". Ujar juan pada nasabah yang baru saja mengurus ATM

"Nomor 06 B".

Seorang perempuan maju dan duduk dikursi depan Septa

"Sebentar ya ibu". Ujar septa mengotak atik printer dibelakangnya

"Ada yang bis-".

"Lah lo?". Sambungnya

"Mas mas yang gak mau ngalah?". Balas perempuan itu

"Enak aja, mbaknya aja gak taat antrian". Balas septa tak terima

Ia menghela nafas setelah keterdiaman, mengingat bahwa didepannya adalah nasabah akhirnya ia memilih untuk sabar

"Ada yang bisa saya bantu I BU?". Tanyanya

Perempuan itu melotot sekilas

"Saya mau mengurus ATM yang lupa PIN".

"Cantik cantik pikun". Cicit Septa

"Nyinyir amat lo, gue laporin bos lo nih". Ancam perempuan itu

"Canda doang aelah, sensi amat".

"Ktp". Sambung Septa

"Tasya Iriana". Ia membaca sekilas nama perempuan itu

Setelahnya septa mengurus untuk keperluan yang perempuan itu katakan, tak berselang lama ia kembali duduk dikursinya

"Pinnya disiapkan ya, yang mudah diinget. Tanggal jadian misalnya".

"HA HA lucu". Sahut perempuan itu datar

"Silahkan". Septa menyodorkan mesin EDC

Perempuan itu menekan beberapa angka pada mesin dan menyodorkan kembali pada Septa

"Jangan sampai lupa lagi ya. Silahkan, sudah bisa dipakai". Septa menyodorkan kartu ATM dan diterima perempuan itu

"Thanks".

Perempuan itu langsung beranjak dari tempat duduknya. Sekilas septa menatap punggung itu dan mengulas senyum sekilas

"Cantik sih, tapi galak. TB TB TB decchhh". Batinnya

Diluar Bank, Tasya -perempuan tadi- mendongak menatap mendung yang begitu petang tengah menitikkan air

"Kenapa hujan segala sih". Ujarnya

Ia kembali duduk dikursi tunggu diluar yang disediakan Bank sembari menunggu hujan berhenti

Sesekali Tasya melirik arloji yang melingkar dipergelangannya

1 Jam Kemudian

"Setdah, udah jam setengah 4 belum reda reda nih hujan. Mau pake grabcar sayang diduit".

"Lah, belum pulang Sya".

Tasya menoleh kearah sumber suara

"Sok kenal banget nih orang". Batinnya

"Ya lo liat".

Septa terkekeh dan duduk disebelahnya

"Bawa motor?". Tanyanya

"Ojol".

Septa manggut manggut, sesekali ia membalas sapaan teman temannya yang berpamitan pulang

"Gue anterin yuk". Tawar Septa

Tasya melirik Septa dengan tatapan KITA KENAL?!

"Sok kenal banget sih lo". Ujar Tasya

"Haha, oh iya belum kenalan ya. Gue septa". Sahut Septa sambil mengulurkan tangan

"Lo juga udah tau nama gue".

Septa hanya terkekeh pelan

"Jadi gimana? Mau gak gue anterin".

"Gak, lo pergi aja sono".

"Yakin nih? Bisa ampe berjam jam lagi lo nunggu nih ujan berenti".

Tasya tampak menimbang pikirannya antara mau diantar pulang atau tidak

"Pake mikir segala, gue juga gak mungkin nyulik lo. Lo tau tempat kerja gue, tau nama gue. Perlu gue kasih KTP?". Ujar Septa yang gemas tak kunjung mendapat jawaban

"Ya udah". Sahut Tasya

"Ya udah apa?".

"Ya udah ayok".

Dengan agak terpaksa akhirnya Tasya ikut pulang menumpang pada mobil Septa

* * * *

"Bentar, jangan keluar dulu. Basah lo nanti".

Septa mengambil jaket yang berada pada kursi belakang dan keluar mobil membuka pintu sebelah

"Ayo". Ajaknya

Tasya keluar dari mobil berpayung jaket Septa

"Thank ya, siapa tadi nama lo?". Ujar Tasya saat sudah berada didepan pintu

"Septa".

"Gue gak ditawarin masuk dulu nih?". Canda Septa sambil menaik turunkan alis

"Gak. Udah sono lo pulang". Usir Tasya

"Tasyaa.. pulang sama siapa?". Suara teguran dari dalam rumah mengalihkan fokus mereka berdua

"Eh.. ada temennya toh, kok gak diajak masuk dulu".

Seorang pria yang kira kira sudah memasuki umur 50an itu keluar dari dalam rumah

"An-anu Yah, dia udah mau pulang kok. Iya kan? Lo mau pulang kan tadi". Ujar Tasya sambil melotot kearah Septa

"Siapa juga yang mau pulang". Cicit lirih Septa

"Masuk dulu nak, ngeteh ngeteh dulu". Ajak Pria itu yang ternyata ayah Tasya

"Hehe iya Om". Septa mengangguk dan beranjak masuk meninggalkan Tasya yang dongkol. Namun sebelum ia memasuki rumah itu, terlebih dulu ia menjulurkan lidah mengejek Tasya yang makin kesal dibuatnya
______________________________________

Hallo guysss

Balik lagi nih setelah sekian minggu menghilang HAHA

Terima kasih yang masih menunggu

Btw, gue selang seling pake kehidupan teman teman Gena juga yawww

Mon maap jika update lama, author lagi sibuk. Pikirnya juga buntu HAHA

Sekali lagi terima kasih yang masih mampir♥️

Hot Relationship  "After Marriage" Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang