Teman Lama

3.5K 463 22
                                        

Author

Pagi hari dikediaman Gio diawali dengan drama muntah muntah.

Bukan Gena

Tapi Gio

"Uhuk.. Uhuk.."

Gena memijat tengkuk Gio dengan pelan

"Udah?" Tanyanya.

Gio mengangguk pelan dan membasuh mulutnya.

"Kok aku yang mual sih. Kan kamu yang hamil," tanya Gio.

"Itu namanya sindrom couvade."

"Maksudnya?"

"Ya itu, atau bahasa lainnya Kehamilan Simpatik. Si Pak Suami ikut merasakan keluhan keluhan istrinya yang sedang hamil. Umumnya faktor pemicunya adalah stres dan rasa empati suami kepada istri yang sedang mengandung."

"Dapet info dari mana kamu?" Tanya Gio sambil memicingkan mata.

"Sempet Googling tadi hehe."

Gena membawa Gio duduk dipinggiran ranjang. Ia sempat menoleh ke putrinya yang masih tertidur walau orang tuanya pagi pagi sudah berdrama ria karena kehamilan Mamanya.

"Gak usah masuk kerja ya?" Bujuk Gena.

"Aku gak kenapa napa. Masih bisa kerja."

"Nanti kalau muntah muntah lagi gimana?"

"Enggak, tenang aja. Kamu yang harusnya dirumah, nanti gak usah ke cafe."

Gena memanyunkan bibirnya sebagai protes

"Aku bosen Mas dirumah mulu."

"Nanti biar Tiara kesini," sahut Gio.

"Beneran ya?"

Gio mengangguk sebagai jawaban dan menarik Gena dalam pelukannya.

* * *

"Kamu yakin udah mau masuk kerja?"

Berbeda dengan dikediaman Andi, pagi ini rumahnya sudah dibisingkan pertanyaan pertanyaan istrinya yang berulang kali memastikan ia apakah benar benar sudah bisa masuk kerja.

Setelah kejadian pengeroyokan saat itu, baru hari ini Andi akan masuk bekerja lagi.

"Iya... Udah beberapa hari aku gak kerja Dek. Ini juga udah enakan," sahutnya.

"Mas..."

"Iya?"

Resti mengambil tangan suaminya dan digenggamnya.

"Apa rencana kamu tentang masalah ini?"

Andi terdiam mendengar pertanyaan istrinya. Didalam lubuk hatinya, ia merasa jahat bila tak menghentikan kejahatan yang ia ketahui. Namun disatu sisi, dia juga khawatir dengan keluarganya sendiri.

"Mas berhenti ikut campur Dek," sahutnya.

"Tapi... Kasihan mereka."

"Mas serba salah. Dan Mas juga gak mau keluarga kita kenapa kenapa. Dia nekat, Dek."

Resti mengangguk dan mengusap punggung tangan suaminya.

"Aku ngikut kamu aja, kalau memang itu yang terbaik. Dan semoga mereka dijaga oleh Tuhan."

Andi setuju dan ikut menganggukkan kepala.

* * * *

Dikampus, setelah seharian penuh Gio bekerja kini ia melangkahkan kakinya gontai menyusuri koridor menuju parkiran.

Tak sengaja matanya menangkap sosok laki laki yang beberapa kali mengusiknya. Andi, laki laki itu tengah berada dalam mobilnya. Ia baru sadar bahwa Andi sudah masuk kerja lagi. Kaca yang terbuka membuat Gio bisa melihat jelas banyak luka pada wajahnya.

Hot Relationship  "After Marriage" Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang