Kampus

6.9K 752 50
                                        

Gena Pramudya

"Kita samperin Papa yuk, mama gabut dicafe mulu".

Setelah lulus kuliah, seperti yang dibilang Mas Gio akhirnya gue mengelola cafe yang ia berikan

"Ar, gue tinggal ke kampus Papanya Dinda ya". Pamit gue ke karyawan cafe

Kebiasaan lo gue an sama anak anak, kebawa sampai ke karyawan karyawan. Susah diajak bahasa formalan lidah preman gue.

"Siap bu bos, mau sendiri atau saya supirin nih?". Tawar Aryan

"Sendiri aja, kek majikan banget gue kalau minta lo supirin".

* * * *

"Maa.. Maa... Maa..".

Disepanjang perjalanan menuju tempat Mas Gio, Dinda terus saja mengoceh

Atau jangan jangan gedenya kayak gue? Bacot mulu

Gue menurunkan kaca mobil ketika melewati pos satpam

"Pak, tidur mulu dah. Saya laporin nyaho ntar".

"Gena?". Tanyanya

"Iyaaa, Gena mahasiswi tercantik tertop pada masanya".

"Beuhh makin cantik aja nih, pupukkan Pak Dosen bikin seger ya?".

Jangankan pupuk, Suntikkannya aja juga bikin gue subur mengembang

Astaghfirullah tobat lo Gennn

"Sa ae si Bapak".

"Anak lo tuh?". Tanya beliau sambil melongokkan kepala melihat ke samping gue

"Anak majikan". Sahutku

"Idih, majikan darimane. Mukanya aja mirip bapaknya".

Gue terkekeh, seperti mengerti candaan Dinda pun ikut terkekeh

"Saya duluan pak, mau nyamperin Pak Dosen. Sama kangen kampus".

"Iyadah, hati hati yak. Dadahh cantik".

"Dadahh pak". Balasku sambil menggerakkan tangan Dinda

Gue mulai menjalankan mobil lagi memasuki area kampus, Dinda tampak antusias dilihat dari tadi tak henti hentinya berjingkrak jingkrak

Kampus tak banyak perubahan, masih banyak kesamaan seperti jaman gue disini. Jadi kepikiran siapa penerus kesablengan gue, atau jangan jangan adek gue sendiri?

"Sampai.. turun yuk, kita nyamper papa".

Gue menggendong Dinda yang dari tadi tampak sumringah, gue menyusuri koridor menuju ruangan si Om Giono

Beberapa mahasiswa tua angkatannya Tiara menyapa gue

"Gena? Disini kamu?".

Gue tersenyum ramah pada Pak Andi saat berpapasan

"Iya Pak, nganter makan siang ke Mas Gio". Sahutku

"Hallo, ini namanya siapa?". Tanyanya sambil menoel pipi Dinda

Dinda nampak malu malu kucing.

Tau aja lo Nak kalau ini cogan, Batinku

"Namanya Dinda Om, salim dulu Nak".

Gue menggerakkan tangan Dinda dan disambut ramah Pak Andi

"Barakallah". Ucapnya saat Dinda mencium tangan itu

"Mirip banget sama Pak Gio ya". Sambungnya sambil terkekeh

Gue ikut terkekeh menyahuti celetukan Pak Andi

Hot Relationship  "After Marriage" Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang