"Dasar anak bodoh! Disekolahin biar jadi orang yang pinter, orang bener, malah otaknya taruh di dengkul."
Selama perjalanan Ayah Gio terus memaki maki anak laki lakinya itu.
Setelah kedatangan besannya yang sangat membuatnya shock dan juga naik darah, ia langsung melakukan perjalanan menuju ke rumah anak laki lakinya itu. Sedangkan Istrinya, mendengar anak laki lakinya berulah seketika pingsan.
Didalam perjalanan, ibunda Gio menangis mengingat ucapan orang tua Gena yang mengembalikan anak laki lakinya. Bukan hanya pilu melihat rumah tangga anaknya berantakan, tapi juga pilu mendengar Gena keguguran karena Gio.
Memasuki jalan raya kota tempat Gio tinggal mengalami kemacetan panjang yang menyebabkan perjalanan orang tua Gio terhambat.
"Ada apa pak didepan?" Tanya ayah Gio pada bapak bapak yang ikut mengatur jalan.
"Kecelakaan Pak."
Mobil yang dikendarai orang tua Gio perlahan maju mengikuti kendaraan didepannya. Tepat saat berada di samping mobil yang menjadi korban kecelakaan, Ibunda Gio berteriak histeris melihat laki laki yang tergeletak di pinggir jalan dengan darah dimana mana. Beliau langsung keluar dari mobil dan berlari menghampiri korban itu.
Ayah Gio yang melihat langsung ikut bergegas turun untuk memastikan yang ia lihat. Dadanya berdebar, kakinya mendadak lemas melihat korban kecelakaan itu adalah anaknya sendiri.
"Gio... Ini Bunda Nakkk... Bangun Nak... Tolong... Tolong... Anak saya."
Ibunda Gio menangis sejadi jadinya melihat tubuh anaknya yang sudah lemas dengan darah dimana mana.
Ayahnya langsung meminta beberapa orang untuk membantu membawa tubuh Gio masuk kedalam mobil untuk dibawa ke rumah sakit.
***
"Mohon tunggu diluar ya Pak Bu, biar pasien ditangani Dokter."
Ibunda Gio terduduk lemas diruang tunggu masih dengan air mata yang mengalir. Saat berangkat tadi, ia sudah sangat cemas dan kecewa dengan anak laki lakinya itu. Dan sekarang makin cemas dan takut melihat anaknya seperti itu.
"Yah... Mbak Gena dikabari?" Tanya Tiara. Ia yang mendapat kabar dari orang tuanya bahwa kakak laki lakinya mengalami kecelakaan langsung meluncur ke Rumah Sakit.
"Ayah gak yakin kalau Mbakmu masih peduli, dia sudah sangat kecewa pastinya," sahut ayahnya dengan tatapan kecewa.
Tiara mengangguk paham, ia juga kurang yakin Kakak Iparnya itu masih peduli pada Gio mengingat kejadian ini adalah kesalahan Gio sendiri. Dan pastinya Gena masih sakit hati. Ia melihat sendiri betapa kejamnya Gio pada Gena hingga Gena mengalami keguguran.
"Kalau bukan ulahnya sendiri, anak itu tidak akan seperti ini," ujar sang Ayah.
Ibundanya tak lagi bisa membela anak laki lakinya itu, yang jelas jelas memang salah.
Selama beberapa menit pintu dimana Gio dirawat masih tertutup, belum ada tanda tanda Dokter keluar memberi kabar.
"Kenapa lama sekali Yah?!" Tanya sang Ibunda dengan nada cemas.
Ayahnya hanya diam, rasa marah dan kecewanya masih mendominasi.
"Kita doakan saja semoga Mas Gio gak kenapa kenapa Bun," sahut Tiara.
Cklek..
Seorang Dokter keluar dari ruangan itu membuat ketiganya langsung berdiri menghampiri.
"Bagaimana kondisi anak saya Dok?" Tanya sang Ibunda.
"Pak Gio mengalami cidera pada kakinya dan juga pendarah lagi pada otaknya. Keadaanya makin memburuk karena trauma pada otak sebelumnya belum sembuh total."
Ibunda Gio lemas ditempat, tangisnya pecah kembali. Dua perempuan yang ada disitu saling menguatkan.
"Lakukan segera Dok, lakukan yang terbaik untuk anak saya!" Sahut sang Ayah tegas.
"Pasti akan kami lakukan yang terbaik. Bapak dan keluarga mohon membantu dengan doa. Saya permisi dulu."
Dokter menyiapkan segala sesuatunya untuk melakukan operasi Gio. Ketiga anggota keluarga Gio tetap menunggu didepan ruangan dengan begitu cemas, terutama sang bunda. Ia tak berhenti menangisi anak laki lakinya itu.
****
7 Hari setelah kecelakaan
Masih berada dirumah sakit, saat itu selama hampir 2 jam lamanya Gio berada diruang operasi. Dokter belum bisa mengatakan kapan Gio bisa sadar, bisa dikatakan Gio masih dalam masa kritis. Hingga sudah 7 hari lamanya setelah operasi, ia belum juga sadarkan diri sampai saat ini.
"Tuhan adil, Ia tau Gena sangat sakit hati sampai sampai balasan pada Gio secepat ini," ujar Ayah Gio.
Ibunda Gio hanya bisa menangis kembali, ia tak bisa membela sang anak karena memang salah. Tapi mendengar ucapan suaminya, ia juga sakit hati. Bagaimana pun Gio adalah anaknya.
"Mbak Gena sempat keguguran karena Mas Gio," sahur Tiara.
"Ayah sudah tau, orang tuanya sudah datang untuk menyerahkan Gio kembali ke kita. Dalam artian keluarga Gena sudah tidak sudi mempunyai menantu seperti Gio."
Ayah Gio sebenarnya cemas dengan kondisi anak laki lakinya itu, namun jika mengingat kelakuan anaknya ia juga murka. Sebagai orang tua ia merasa telah gagal mendidik anak.
"Dimana pun tempatnya, pasti orang tua mau anak anaknya menjadi keluarga yang bahagia dan utuh. Dan tidak mendukung perpisahan. Tapi untuk kali ini, jika pada akhirnya mereka berpisah, Ayah akan mendukung. Dari pada Gena harus tersiksa dengan laki laki seperti Gio. Meskipun Gio itu anak Ayah, Ayah tidak membenarkan kelakuannya."
_______________________________
Sumpah ye, gemeter hati moengilquee membaca komen kelen. KELEN KENAPA???!! Serem serem bat komennya😭😩
Btw, terima kasih sudah menunggu author yang tidak sadar diri ternyata sudah setahun atau bahkan lebih tidak update update😌👍
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Relationship "After Marriage"
Ficção AdolescenteFOLLOW GUE DULU WOIIII!!!! * * * DISARANKAN UNTUK MEMBACA "HOT RELATIONSHIP" YANG PERTAMA DULU YA GUYS, SUPAYA VIBES NYA DAPET❤️ *** Menjalani hidup bersama Gio seakan membawa semerbak kebahagiaan untuk Gena. Namun, setelah satu tahun lebih menikah...
