Author
Setelah kepulangan Septa tadi, Gio dan Gena menghabiskan waktu dicafe dengan Dinda yang sedang aktif aktifnya. Sampai tak terasa waktu sudah sore.
"Udah sore Gen, mau langsung pulang atau mampir kemana dulu?" Tanya Gio memecah keheningan.
"Kamu capek nggak?"
"Enggak, memang mau kemana?"
"Ke mall dulu yuk."
Gio mengangguk sekilas mengiyakan ajakan istrinya.
Sebelum pulang terlebih dahulu mereka berpamitan dengan pegawai pegawainya. Mobil Gio melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota dan mengarah ke Mall yang akan mereka tuju.
***
"Bentar bentar, ini bagus deh kayaknya buat kamu," ujar Gena saat melihat kemeja berwarna maron.
Gena mengambil kemeja itu lalu menempelkan pada tubuh Gio yang sedang menggendong Dinda.
"Emmm... terlalu mencolok, jangan deh," sambungnya.
"Mana ya..."
Gio hanya pasrah mengikuti kemana langkah kaki Gena berjalan.
"Sini sini, coba yang ini."
Lagi, Gena menempelkan kemeja berbeda warna dari sebelumnya.
"Terlalu gelap, gak cocok."
Ia berjalan lagi memilih milih kemeja untuk Gio namun berulang kali tidak cocok menurutnya sampai Gio jengah sendiri.
"Ck, terus mana yang cocok sih Sayang... capek loh aku denger kamu ngoceh mulu," ujar Gio untuk bentuk protesnya.
Gena menanggapi dengan nyengir lalu berjalan kedepan lagi.
"Ini aja deh, dilihat lihat warnanya kalem ternyata," sahutnya. Ia mengambil kemeja maron yang pertama ia pilih tadi.
Gio mendesis jengkel karena Gena tak langsung mengambil itu sedari awal.
"Kamu gak beli apa apa?" Tanya Gio.
"Enggak deh, lagi gak pingin beli apa apa," sahut Gena.
"Makan dulu ya, Mas laper lagi."
Gena mengangguk samar dan berjalan beriringan dengan Gio yang menggendong Dinda.
Kerap Gio berdecak kesal kala ada laki laki yang mengerling genit pada Gena saat berpapasan.
Hey, apa kalian buta? Ada aku dan anaknya disampingnya. Begitulah batin Gio.
Gio yang tiba tiba menggenggam tangan Gena, membuat pemilik tangan itu menoleh.
"Biar gak ada yang genit dan tau kalau kamu itu punya Saya," terang Gio padahal Gena tak bertanya apapun.
Gena hanya terkekeh geli melihat keposesifan Gio.
"Kamu sama Dinda nyari tempat duduk dulu aja Mas, aku mau pesen," ujar Gena dan diangguki Gio.
Sembari menunggu Gena memesan makanan, Gio sesekali mengajak Dinda mengobrol. Walau kadang ia tak tahu dengan bahasa dari anaknya sendiri.
Ia mengedarkan pandangan kearah tempat Gena memesan. Ia mengernyit mempertajam pengelihatannya. Gena nampak berbincang dengan laki laki yang juga dikenalnya. Mereka tampak akrab dengan sesekali tertawa.
Gena menunjuk tepat kearahnya duduk, laki laki itu menoleh kearahnya dan tersenyum ramah.
Setelah Gena mengambil pesanannya, laki laki itu mengikuti langkah Gena yang berjalan kearah Gio.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Relationship "After Marriage"
Teen FictionFOLLOW GUE DULU WOIIII!!!! * * * DISARANKAN UNTUK MEMBACA "HOT RELATIONSHIP" YANG PERTAMA DULU YA GUYS, SUPAYA VIBES NYA DAPET❤️ *** Menjalani hidup bersama Gio seakan membawa semerbak kebahagiaan untuk Gena. Namun, setelah satu tahun lebih menikah...
