FOLLOW GUE DULU WOIIII!!!!
* * *
DISARANKAN UNTUK MEMBACA
"HOT RELATIONSHIP" YANG PERTAMA DULU YA GUYS, SUPAYA VIBES NYA DAPET❤️
***
Menjalani hidup bersama Gio seakan membawa semerbak kebahagiaan untuk Gena. Namun, setelah satu tahun lebih menikah...
"Solimih lo, gak boleh. Kualat sama kakak ipar bisa bisa lo".
"Aw.. aww.. sakit ege". Pekik Tiara.
Setelah sensi habis habisan dengan Septa, kini ia menjadikan adik iparnya sebagai boneka hidup. Mulai dari mengkepang Rambutnya, menjadikan kelinci percobaan untuk membuat alis dan berakhir tinggi sebelah.
"MAS GIOOOOO. TOLONGGGG... ISTRI KAMUUUUU JADIIN AKU KELINCI PERCOBAANNNN". Teriak Tiara tiba tiba dan membuat Gena kaget.
"Eh dugong, lo gak kasian ama anak gue ntar. Kalau lo punya ponakan ileren mau? Gue lg pengen ngepang rambut nih, berhubung punya adek perempuan. Kenapa nggak ye kan". Ujar enteng Gena.
Gio menuruni tangga dan berkacak pinggang melihat Istrinya yang duduk disofa dan Adiknya lesehan didepannya dengan rambut yang sudah tak berbentuk.
"Massss, liat nih rambut aku. SAKIT BEGOOOOO". Tiara terpekik kala Gena menjambak rambutnya memberi kode agar tak mengadu.
"Kasihan Ara loh Yang". Ujar Gio dan duduk disamping Gena.
"Iya iyaaaa, ini udahhhh".
Gena menyisir dengan tidak manusiawi dan membuat Tiara mengaduh.
"GILAK! Bisa ikutan copot nih otak gue".
Tiara berdiri dari duduknya dan langsung menyambar tasnya.
Gio hanya menggeleng melihat dua orang tersayangnya yang sama sama sableng ini.
"Pamit dulu, bisa setres lama lama deket Mbak Gena".
Tiara meraih tangan Gena dan Gio untuk pamitan.
"Gak nginep aja". Tawar Gio
"Kagak, mbak Gena lagi fase bumil rese. Cenut cenut my head".
Tiara meninggalkan rumah dengan tangan yang tak berhenti mengusap kepalanya yang terasa cenut cenut.
"APA?!". Sungut Gena saat matanya bertubrukan dengan Gio.
Gena meninggalkan Gio yang terbengong kaget.
"Nafas aja salah kayaknya dimata Bumil". Lirih Gio.
"EMANG!!!". Sahut Gena diujung tangga.
Gio berjengit kaget.
Galak bener. Batin Gio.
Sepertinya sumpah serapah Gena saat masih bermusuhan dengan Gio terkabul. Kini ia malah menjadi Istri Gio, cabe cabe annya Gio, dan juga Istri Galaknya Gio.
"Sayang..".
Gio duduk ditepi ranjang sedangkan Gena memunggunginya.
"Marah kenapa lagi sih..". Tanya Gio.
"Tiara pulang, jadi gak ada yang aku kuncirin rambutnya". Adu Gena.
"Sebagai gantinya Mas aja ya". Tawar Gena.
"Mas capek loh Sayang... masa gak kasihan sama Mas".
Gio ikut merebahkan diri dan mengendus wangi parfum Gena pada tengkuk.
Gena membalikkan badannya dan mengusap pipi Gio.
"Capek yaa.. yaudah bobok aja deh".
Gio sedikit berjengit kaget, biasanya harus diwarnai perdebatan dulu jika terjadi penolakan. Namun kini tidak.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gio memeluk Gena dan ikut memejamkan mata. Lelahnya sedikit berkurang ketika sudah berdekatan dengan Gena.
Cup.
Ia selalu menyempatkan mengecup kening Gena sebelum berlanjut ke alam mimpi.
_____________________________________
Hallo Guyssss
Balik lagi nicchhh
Masih banyak yang nungguin gak sih? Atau kurang menarik ceritanya?