S I D A N G

10.4K 851 37
                                        

Author

Nampak beberapa orang tengah memadati koridor didepan ruang Sidang Fakultas.

"Tarik nafas... Buang...".

"HAHHH!!".

"Jigong lo muncrat bego". Protes Reyhan.

Gena yang sudah rapi, kini sedang cemas di depan pintu sidang karena sebentar lagi gilirannya.

Bersamaan dengan Reyhan, ia juga melaksanakan sidang hari ini.

"Bisa gak ya gue ntar". Lirihnya.

"Pasti bisa".

Gena menoleh kala ada sahutan dari sebelahnya.

Gio tersenyum dan mengusap lembut Rambut istrinya.

"Minum dulu".

Gena menerima air mineral yang diberikan Gio dan menenggak menyisakan setengahnya.

"Jangan nakal ya, Mama mau berjuang nyelesaiin pendidikannya".

Gio mengusap perut Gena yang tertutup Kemeja putih berbalut Jas.

"Malu diliatin anak anak lainnyaaaa!!". Cicit Gena.

Gena melirik kanan kiri melihat orang orang menatapnya geli dan ada juga yang mengibas ibaskan tangannya didepan wajah.

"Panas ya man teman". Celetuk Septa.

Namun Gio malah mengabaikan itu semua.

"Itu kebanyakan Dosa". Sahut Gio pada Septa.

"Astaghfirullah Si Bapak. Suka bener". Timpal Gena yang langsung dihadiahi pelototan dari Septa.

"Mas keruangan dulu, Semangat. 10 menit lagi masuk, banyak banyak berdoa".

Gena mengangguk sekilas dan kembali mengatur detak jantungnya.
___________________________________

"Jadi begini, dari 8 orang yang melaksanakan Sidang hari ini.. 6 diantarannya sudah dinyatakan Lulus tadi. Kini tinggal kalian berdua dan dengan sangat disayangkan salah satu dari kalian ada yang tidak Lulus". Ujar sang Dosen penguji.

Selama hampir 2 jam Gena memperjuangkan untuk langkah akhirnya mendapat gelar S1 dan kini tiba pengumuman yang akan dikabarkan oleh Dosen Penguji.

Wajah tegang Gena dan Reyhan seketika terlihat jelas, mereka saling pandang dan menundukkan kepala.

"Dionas Reyhan Febrinan..".

Seketika Reyhan mendongak kala namanya terpanggil.

"Sampaikan kabar baik ini kepada kedua orang tua kamu, Kamu dinyatakan Lulus".

Sontak Reyhan menoleh ke arah Gena. Gena yang mendengar itu langsung berderai air mata, lemas dibadan.

"Gen..". Lirih Reyhan.

Perasaan Reyhan bercampur, antara senang dan sedih melihat sahabatnya dari orok harus gagal dalam langkah ini.

"Silahkan Dionas mengambil surat kelulusan". Perintah Dosen Penguji.

Reyhan mengangguk dan mengambil Suratnya. Sebelum ia keluar, ia menghampiri Gena yang tengah terisak.

Ia merangkul Gena, mengabaikan bagaimana Gio nanti memarahinya karena berani menyantuh Gena.

"Silahkan keluar saudara Dionas".

Reyhan menoleh ke arah para Dosennya dan mengangguk. Sekali lagi dia menepuk pundak Gena sebagai tanda semangat.

"Saudari Gena Pramudya".

Gena hanya diam namun mengangguk.

"Dapat disimpulkan dari ucapan dan pemberian surat lulus untuk Saudara Dionas, dengan mohon maaf dan dengan kesepakatan bersama.. Saudari dinyatakan Tidak Lulus".

Hot Relationship  "After Marriage" Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang