Terbongkar

4.4K 408 83
                                        

Author

Berbeda dengan Gena, setelah kepergian Gena Gio tampak biasa saja. Tak ada rasa kehilangan atau apapun. Ratna merasa menang lebih leluasa memainkan perannya.

"Setelah ini, lo akan sadar Gi, kalau soal perasaan itu bisa jadi dendam. Sampai mampus juga kalau udah sakit, bakal keinget terus rasanya," ujar Ratna memandangi kotak kayu yang berada dikamarnya.

Ia menaruh kembali kotak itu ke dalam lemari dan menguncinya.

Dringg...

Ia mengalihkan pandangannya pada ponsel yang ia letakkan pada meja. Ia berjalan dan melihat siapa yang meneleponnya. Sebuah nama tertera disana, senyumannya pun mengembang.

"Halo Mas?"

"..."

"Kamu udah di bandara?"

"..."

"Kok gak bilang bilang dulu?"

"..."

"Ck, kamu selalunya begitu. Ya udah, aku siap siap jemput kamu sama chiko."

"..."

Tut.

Mendapat panggilan itu Ratna bergegas mengambil kunci mobil dan menghampiri anaknya yang berada diruang TV.

"Sayang... Papa kamu pulang loh, kamu gak mau jemput?" Tanyanya.

"Ha? Beneran Ma? Papa pulang? Ya udah ayo kita jemput," antusiasnya.

"Geral pulang Rat?" Tanya sang Mama mendengar pembicaraan anak dan cucunya.

"Iya Ma, dia gak ada ngasih tau tiba tiba aja pulang."

"Ya udah, kamu susulin dibandara. Papa udah gak sabar mau menyambut menantu bang toyib itu," sahut sang Papa.

Ratna hanya terkekeh pelan dan mengajak anaknya untuk berangkat.

Tak henti hentinya Ratna mengembangkan senyumannya, kurang lebih sudah 6 bulan ia tak bertemu laki laki yang akan dijemputnya itu.

Hanya memakan waktu 30 menit, akhirnya ia tiba dibandara. Ia mengedarkan pandangan untuk mencari orang yang akan ia sambut. Tangannya menggandeng jemari kecil disampingnya.

"Ma, itu Papa," pekik anak laki lakinya.

Ratna menoleh dan tersenyum lebar melihat laki laki yang berjalan kearahnya sambil membawa koper dan bawaannya.

"PAPAAA," teriak anaknya dan langsung berlari kearah laki laki yang ia panggil Papa tadi.

"Huhh... Anak Papa," ujar laki laki itu yang berlutut dan menangkap anak laki laki itu.

"Kangen Papa," ujar Anak itu.

"Papa juga kangen Chiko."

"Nggak kangen Mamanya?"

Laki laki itu mendongak dan tersenyum hangat lalu berdiri.

"Kangen mamanya juga," imbuhnya dan menarik Ratna dalam pelukannya.

"Maaf agak lama dari biasanya," bisiknya sambil mengusap punggung Ratna.

"Pa, Ma, Chiko laper."

Kedua orang dewasa itu menunduk ke arah anak laki laki disampingnya.

"Chiko belum makan? Ya udah kalau gitu, kita cari makan."

"Makan di rumah aja Mas, kamu pasti capek," sahur Ratna.

"Nggak apa apa, kita udah lama gak makan bersama diluar," Jawabnya sambil tersenyum lembut.

"Ya udah, ayo Pa. Ini udah laper banget," ajak Anaknya sambil menarik narik tangan laki laki itu.

Hot Relationship  "After Marriage" Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang