Kehilangan

10.5K 731 133
                                        

Gionino Aksario

Aku menggenggam tangan Gena sedari tadi, ia masih saja terus mengeluh. Peluh keringat membanjiri wajahnya, kata dokter masih pembukaan belum sepenuhnya.

"Mas.. sakitt..".

Aku mengusap wajahnya pelan

"Bismillah ya, sebentar lagi kamu jadi ibu. Berdoa semoga semuanya lancar, Mas selalu disamping kamu". Ku genggam tangannya yang sedikit bergetar

"Kata Mama dulu, melahirkan itu diibaratkan perang. Ada yang menang ada yang kalah, kadang menang dua duanya. Kalau aku kalah, kamu jaga anak kita ya. Jangan Nikah lagi, aku gak ikhlas".

Aku sedikit mengerutkan dahi mendengar penuturan ngawur dari mulut Gena

"Kamu ngomong apa sih, gak ada yang kalah. Semua menang, kamu akan ikut menjaga dia sampai kapanpun. Gak boleh ngomong gitu". Sahutku.

Aku agak sensitif dengan kata katanya, terlebih dengan kondisi seperti ini.

"Aakkkhhh SAKITTTT".

"Sayang.. istigfar".

"SAKIT MASSS".

Aku ikutan panik, terlebih lagi melihat darah mengalir pada kaki Gena

Jantungku terpacu makin cepat

Aku melepas genggaman tangan Gena dan berlari keluar

"DOKTERRR!!!".

"DOKTERRR!! ISTRI SAYA, TOLONG ISTRI SAYA".

Aku mencengkram pundak dokter yang menangani Gena

"Tenang ya Pak, tenang saya periksa dulu".

Dokter beserta suster masuk keruangan Gena, keluargaku memberondongku pertanyaan

"Gena kenapa Gi? Gena kenapa?". Tanya Bapak

"Gena, darah, Gio gak tau. Darah, ngalir dikaki".

Semuanya ikut panik dengan ucapanku yang kurasa agak sedikit berbelit. Aku ikut masuk lagi kedalam

"Bu Gena mengalami pendarahan yang cukup banyak, kita harus cepat melakukan penanganan".

Jantungku seperti berhenti berfungsi, nafasku tercekat

Aku mendekat pelan kearah Gena yang sudah berlinang air mata

"Berdoa sayang, berdoa". Bisikku

Dalam hati aku terus merapalkan doa agar semua diberi kelancaran dan kemudahan.

* * * *

"AKKKHHHHH".

"Tarik nafas bu, dorong".

"ARRRGHHH".

aku meringis ngilu mendengar jeritan Gena, ia terus menggenggam tanganku. Bukan menggenggam, lebih tepatnya mencengkram

"Sshhh hufffttt AKKKHHHH".

Ngilu, benar benar ngilu mendengar teriakan sakit dari mulut Gena

Makhluk ciptaan Tuhan seperti ini masih saja kalian sakiti? Laki Laki Gila.

"Ayo bu dorong lagi bu".

Nafas Gena sungguh tak teratur, aku mengelap keringat yang membanjiri wajahnya

Ingin rasanya menangis melihat dirinya kesakitan seperti ini

"AAKKKHHHH".

"Sayang.. kamu kuat, kamu kuat demi anak kita".

Hot Relationship  "After Marriage" Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang