Perempuan lain?

4.8K 418 41
                                        

Author

Hari berikutnya Gio makin menunjukkan sifat kasar dan sangat dingin pada keluarganya.

Lain halnya Ratna, ia sangat senang karena Gio menurut dengannya. Ia makin leluasa mengatur Gio bak robot dengan remot kontrol.

"Nah.. udah cantik. Yuk," Gena menggengam tangan mungil Dinda dan mengajaknya keluar dari rumah karena hari ini dirinya ingin ke Cafe.

Ia mengunci pintu dan mengendarai mobilnya untuk menuju Cafe.

Cafe masih sama seperti biasa, ramai dengan pengunjung. Dinda yang sangat aktif kini melepaskan diri dari Mamanya dan memilih untuk menemani Zen dikasir.

"Nih anak ya, bukan anak bos udah gue penyetin ke pintu," ujar Zen saat Dinda menjahilinya dengan mencoret tangannya menggunakan pulpen.

"Huss, psikopat lo. Gue bilangin ke Bu Bos, pengangguran lagi lo," sahut Mei yang mendengar.

Membiarkan anaknya dijaga oleh para karyawannya, Gena sedang khusyuk dengan buku buku catatan pengeluaran dan pemasukan cafenya.

Tok.. Tok.. Tok..

Ia mendongak dan pintu terbuka memperlihatkan seorang laki laki dan perempuan membuka pintu ruangannya.

"Sep.. Sya.." sahut Gena.

"Masuk masuk," sambungnya.

"Sorry gue langsung kesini, kata karyawan lo langsung kesini aja gitu," sahut Septa.

"Iya gapapa, kayak sama siapa aja."

Gena mempersilahkan dua orang tamunya itu duduk disofa yang berada di ruangannya.

"Tumben, ada apa nih? Nyebar undangan?" Candanya.

Septa terkekeh kikuk dan menyenggol lengan Tasya.

"Oh iya, gue ambilin minum dulu."

"Nggak usah Mbak, kita berdua cuma bentar kok," sahut Tasya.

"Oke deh, gimana gimana? Ada apa nih kok kayaknya serius banget," tanya Gena.

Septa dan Tasya saling sikut beberapa saat, dan akhirnya Septa lah yang membuka suara.

Mata Septa meneliti ruangan itu untuk menutupi kegugupannya, hingga matanya tak sengaja melihat sesuatu.

"Gen.. lo isi lagi?" Tanya Septa sedikit terkejut setelah matanya tak sengaja melihat susu ibu hamil diatas meja kerja Gena.

Gena mengangguk dan tersenyum sumringah. Namun tidak dengan Septa dan Tasya, keduanya tersenyum getir.

"Gue belum cerita ya? Iya, gue isi lagi."

Lagi lagi Septa dan Tasya saling sikut.

"Ada apa sih ini, gue lihat dari tadi rusuh mulu tangan lo berdua," tanya Gena.

"Jadi gini Gen, bukan gue mau adu domba atau mau ngerusuh dirumah tangga lo," ucap Septa setelah menghela nafas. Ia menjedanya beberapa saat untuk menghela nafas lagi.

Gena yang mendengar itupun langsung mengubah ekspresinya menjadi lebih serius.

"Kenapa?" Tanyanya.

"Kemarin, kami berdua ketemu suami Mbak," sahut Tasya.

"Lihatin fotonya Sya," perintah Septa.

Tasya mengeluarkan ponselnya dan menyodorkan ke Gena.

Gena yang kebingungan akhirnya menerima ponsel itu dan terdiam saat melihat foto yang terpampang dilayar.

"Kemarin gue sama Tasya ke mall, kita gak sengaja ketemu Pak Gio. Dan dia sama perempuan itu. Gue bukannya mau ikut campur urusan rumah tangga kalian, cuma kita udah kayak keluarga Gen. Jadi gue rasa, gue perlu kasih tau lo tentang apa yang gue lihat," jelas Septa.

Hot Relationship  "After Marriage" Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang