Rutinitas

5.2K 563 15
                                        

Author

Setelah menghabiskan libur panjang, Gio memboyong keluarga kecilnya kembali ke kota dan tentunya juga Tiara.

"Pa Pa Pa." Oceh Dinda

Gio terkekeh melihat Dinda yang berjalan gesit kearahnya, ia langsung menyahut Dinda mengangkatnya tinggi

"Udah cakep gini mau kemana sih cantik." Tanya Gio sambil mencium i pipi gembul Dinda

"Aku mau ke cafe sama Nduk Mas, lama gak ke cafe sampe lupa kalau aku pemiliknya." Ujar Gena yang sedang memoleskan bedak pada wajahnya

"Bareng Mas aja." Balas Gio

"Pulangnya gimana?"

"Ya Mas jemput."

"Oke deh."

Gio yang sudah bersiap dengan pakaian formalnya kini tengah memangku Dinda yang sedari tadi memainkan Dasinya

"Jangan dimainin dong sayang Dasinya Papa, tuh miring kan. Kayak orangnya."

Gio melotot pada Gena, yang hanya terkekeh

"Kirain mau muji."

Gena menghampiri Gio dan dengan telaten memperbaiki dasinya

Cup..

Gio melayangkan kecupan pada pipi Gena yang jaraknya tak terlalu jauh

"Pa Pa Pa."

Gio menoleh pada Dinda yang berada digendongannya, ia memanyunkan bibirnya sambil menepuk nepuk pipinya sendiri

"Oh... Jadi iri sama Mama." Ujar Gena sambil terkekeh

"Oh... Minta dicium juga sama Papa. Mana mana, mana pipi gembulnya." Timpal Gio

Dinda dengan cepat menepuk nepuk pipinya dan langsung dihujami kecupan oleh Gio

"Hihh.. gemes, pingin Papa gigit."

Tawa Dinda tak bisa terbendung lagi, ketiganya tertawa melihat Dinda yang kegelian karena dikecupi Gio

"Udah udah.. nanti Papa telat. Yuk berangkat."

Dengan berontak tiba tiba saja Dinda meminta turun dari gendongan Gio

"Pelan pelan." Peringat Gio

Dinda terkekeh dan berjalan gesit khas balita baru bisa berjalan. Ia berjalan keluar kamar meninggalkan Papa dan Mamanya itu

"Anak aku peka ternyata." Ujar Gio menatap Dinda yang berjalan gesit ke arah karpet bulu depan TV

"Peka apanya?"

"Peka kalau Papanya harus minta jatah ke Mamanya sebelum kerja."

Dengan gesit Gio menangkupkan pipi Gena dan melumat lembut bibir yang mencandukan baginya itu. Gena yang terbawa suasana, mengalungkan tangannya pada leher Gio. Cukup lama mereka terbuai suasana

"Ma Ma Ma."

Panggilan Dinda membuat Gena mendorong pelan Dada Gio

Gio menatap dengan intens tepat pada manik mata Gena, ia merekahkan senyuman yang menular pada Gena

Jempol Gena terangkat mengusap lembut bibir Gio, membuat Gio menyunggingkan senyuman

Cup..

Satu kecupan pada bibir Gena mengakhiri keromantisan kali ini

"Ayo, anak kamu nungguin tuh." Ucap Gio

Gena membawakan tas kerja Gio dan keluar kamar

"Berangkat berangkat berangkat." Ujar Gio yang lebih mirip seperti kenek angkot

Hot Relationship  "After Marriage" Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang