Author
Seperti biasa, pagi hari keluarga kecil Gio menyempatkan sarapan sebelum melakukan aktivitas.
"Nanti kamu kemana?" Tanya Gio disela sela suapannya.
"Ke cafe deh kayaknya Mas, bosen di rumah mulu."
"Saya antar ya?"
Gena sedikit mengangkat sudut bibirnya. Walau ingatan Gio belum kembali, tapi kini ia sedikit merubah sifatnya menjadi kembali hangat seperti dulu.
"Nggak ngerepotin?" sahut Gena.
"Kata kamu, gak ada kata ngerepotin buat Suami Istri."
Gena terkekeh sekilas lalu mengangguk. Hatinya berbunga dengan Gio yang sekarang.
Mereka melanjutkan sarapannya dengan sesekali terkekeh mendengar celotehan Dinda.
°°°
"Udah siang loh Mas, kamu ada kelas jam berapa?"
Gio menoleh saat mendengar suara Gena, ia melirik jam dinding yang berada diruang kerjanya itu.
"Jam 9, sekarang masih jam 8," sahutnya.
Gena masuk kedalam ruangan itu menyusul Gio.
"Nggak ada yang ketinggalan?" Tanya Gena memastikan.
Gio memeriksa lagi isi dalam tasnya lalu menggeleng. Setiap paginya Gena persis seperti ibu ibu yang sedang mempersiapkan keperluan sekolah anaknya.
"Kebiasaan... dasinya miring," ujar Gena lalu mendekat kearah Gio membetulkan dasi yang Gio pakai.
Wajah Gena begitu dekat dengan Gio yang membuatnya malah tertegun. Pipinya memerah mengingat kejadian semalam. Tangannya terangkat membelai lembut pipi Gena dan membuat pemilik pipi itu mendongak. Bibirnya terangkat mengukir senyuman saat melihat wajah Gena.
"Kenapa?" Tanya Gena.
Gio mengulas senyuman lalu menggeleng pelan.
"Coba tutup mata kamu," perintah Gio.
"Kenapa?"
"Udah.. nurut aja."
Gena mengangguk dan menutup matanya. Gio mengulas senyum sekali lagi dan mendekatkan wajahnya ke Gena. Ia merapatkan bibirnya dan bibir Gena. Hanya mengecupnya sekilas.
"Sudah, ayo berangkat," ucap Gio dan mengacak pelan puncak kepala Gena.
"Hah?" Sahut Gena sedikit kebingungan.
"Ada apa?"
"Cuma gitu?"
Gio mengernyit bingung
"Memang harusnya bagaimana?" Tanyanya.
"Harusnya gini."
Gena berjinjit karena dirinya lebih pendek dari Gio, tangannya meraih tengkuk Gio agar menunduk
Cup...
Gio nampak sedikit terkejut lalu menetralkan lagi ekspresinya. Gena melumat bibir itu dengan lembut, Gio pun membalasnya dan melingkarkan tangannya dipinggang Gena.
Tangannya mengusap lembut pinggang itu dan membuat pemiliknya menggeliat geli.
Gena mengerang tertahan saat Gio menggigit bibirnya, nafasnya seakan habis. Tangannya memukul pelan dada Gio agar menyudahi kegiatan lahap melahap itu.
Gio melepas pagutan itu dan menangkupkan kedua pipi Gena, menyatukan kening mereka berdua. Setelah beberapa saat, ia memundurkan kepalanya dan masih setia menatap mata didepannya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Relationship "After Marriage"
Teen FictionFOLLOW GUE DULU WOIIII!!!! * * * DISARANKAN UNTUK MEMBACA "HOT RELATIONSHIP" YANG PERTAMA DULU YA GUYS, SUPAYA VIBES NYA DAPET❤️ *** Menjalani hidup bersama Gio seakan membawa semerbak kebahagiaan untuk Gena. Namun, setelah satu tahun lebih menikah...
