Author
Didalam sebuah kamar, seseorang tengah mengamati sebuah foto yang baru saja ia gunting dari foto yang menampilkan segerombolan orang berpakaian formal. Foto itu kini hanya menampilkan laki laki dengan pakaian formalnya.
"Gio Gio, andai waktu itu lo gak main main sama gue mungkin sekarang gue gak akan sejahat ini."
"Andai waktu itu lo nyerahin apa yang gue mau dan gak mempermalukan gue, mungkin sekarang gue gak akan nyimpan dendam ini."
"Tunggu pembalasan gue Gi. Gue akan buat lo ngerasain rasanya sakit hati yang lebih parah dari gue dulu."
***
"Udah tidur Dinda?" Tanya Gio saat Gena keluar dari kamar mereka.
Saat ini Gio sedang berada di depan TV yang sebenarnya tak ia hidupkan, sedari tadi dia gusar tanpa sebab.
"Udah," sahut Gena dan duduk disebelah Gio.
Gio menghela nafas kasar dan menatap kosong ke arah depan.
"Hey, kenapa?" Tegur Gena.
Gio menggelengkan kepalanya pelan.
"Tidak ada, cuma kayak resah aja. Tapi gak tau karena apa."
Gena menanggapinya dengan mengulas senyuman lembut dan menepuk pahanya.
"Sini, tidur di sini."
Gio menurut dan merebahkan tubuhnya dan menjadikan paha Gena bantal.
"Karena masalah tadi sore?" Tebak Gena.
Gio hanya diam dan merasakan usapan lembut pada kepalanya.
"Kan aku udah jelasin tadi, apa lagi yang bikin resah?"
Gio menggelengkan kepalanya pelan.
"Udah jangan dibahas lagi," sahutnya.
Mereka akhirnya mengganti topik obrolan dengan saling menceritakan hal hal yang terjadi hari ini. Gio dengan kesibukan dikampusnya dan juga Gena dengan pekerjaan di cafe.
Ding Dong
Mereka berdua kompak menoleh ke arah pintu depan.
"Siapa malam malam begini bertamu," ujar Gio.
"Nggak tau nih, aku cek kedepan dulu Mas."
Dengan terpaksa Gio mengangkat tubuhnya dan membiarkan Gena beranjak untuk kedepan.
Ceklek..
Pintu terbuka namun bukannya mendapati siapa tamu itu, malah ia menemukan sebuah kardus didepan pintu.
"Lah, kagak ada siapa siapa," gumam Gena.
Ia mengamati sekilas kardus itu lalu berjongkok melihatnya.
"Apa Mas Gio pesen paket? Tapi dari bungkusnya nggak ada keterangan apapun."
"Cih, bau apaan nih. Kek bangke," gumamnya lagi.
Gena membuka kardus itu dengan perasaan was was. Kardus itu terbuka dan terlihatlah apa isi dari kotak tersebut.
Matanya melotot sempurna, tangannya gemetar hebat. Reflek ia memundurkan badannya dan terduduk lemas.
"AAAAAA."
Gio yang berada didalam rumah sontak kaget mendengar teriakan Gena. Ia berlari kearah depan menyusul Gena.
Dengan wajah panik, Gio menatap Gena yang terduduk dilantai sambil menekuk lututnya dan menangis.
"Gen.. kamu kenapa," tanya Gio yang berjongkok disamping Gena.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Relationship "After Marriage"
Teen FictionFOLLOW GUE DULU WOIIII!!!! * * * DISARANKAN UNTUK MEMBACA "HOT RELATIONSHIP" YANG PERTAMA DULU YA GUYS, SUPAYA VIBES NYA DAPET❤️ *** Menjalani hidup bersama Gio seakan membawa semerbak kebahagiaan untuk Gena. Namun, setelah satu tahun lebih menikah...
