Babak Belur

13.9K 1K 30
                                        

Author

Dilain tempat, Gio melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan memarkirkan mobilnya dihalaman rumah seseorang.

Dari dalam rumah keluarlah Juan dan Sasa ketika mendengar deru mobil.

"Saya gak mau basa basi, dimana Gena?". Todong Gio.

"Bapak gak salah tanya ke kita? Bapak suaminya loh, bukannya yang seharusnya tau Gena dimana itu Bapak".

"Saya serius Juan, Gena pergi dari Rumah". Ujar Gio yang Frustasi.

"Dia pergi juga karena bapak". Sahut Sasa.

"Kalian tau, berarti dia memang ada disini. Mana istri saya, kalian tidak berhak menyembunyikan dia".

Gio memaksa masuk namun ditahan oleh Juan.

BUGHH..

satu bogeman sukses diluncurkan Juan tepat diujung bibir Gio. Ia sudah tak tahan dengan emosinya, ia pernah diposisi ini. Dan ini benar benar membuatnya ikut merasakan kembali bagaimana sakitnya melihat penghianatan. Gio meringis tersungkur dilantai.

"Berani kamu sama saya". Ujar Gio sambil mengusap ujung bibirnya yang berdarah.

"Bapak memang Dosen saya, namun kelakuan Bapak tidak mencerminkan seseorang yang wajib saya hormati". Ujar Juan.

Gio berdiri dan menerobos masuk lagi.

Juan membiarkan ia masuk, lagipula Gena benar benar tak ada dirumahnya.

"Gena.. Sayang kamu dimana.. Mas bisa jelasin semuanya".

Gio berteriak sambil mengecek disegala sudut rumah Juan.

Reyhan menatap kasihan pada Gio yang penampilannya acak acakan tak seperti biasanya.

Gio menatap tas yang tergeletak tak jauh dari Sofa.

"Ini tas Gena, dimana dia. DIMANAAA!!!".

Emosi Gio menuncak kala mereka terdiam tak menjawab.

"Keluar Pak, saya gak mau ada keributan di Rumah saya". Ujar Juan sambil menahan emosi.

"Gak. Saya tidak akan keluar sebelum kalian kasih tau Gena dimana".

"Kita gak tau pak". Sahut Septa.

"Saya mohon kasih tau saya, dia salah paham. Kalian salah paham. Saya tidak pernah selingkuh, yang datang kerumah saya juga saya tidak mengenalnya". Jelas Gio.

"Ada bukti pak, masih ngelak?". Tanya Reyhan.

"Bukti apa? Saya benar benar tidak pernah selingkuh, istri saya hanya Gena. Kalian semua salah paham".

"Reyhan, saya mohon kasih tau saya Gena dimana".

Gio memohon kepada reyhan sambil mengguncangkan pundaknya.

"Saya benar benar gak tau Pak". Jawab Reyhan.

BUGHH...

Gio memukul Reyhan sampai membuatnya tersungkur.

"LAH KO MALAH MUKUL". Teriak Reyhan, ia bangkit dan membalas pukulan Gio. Septa dan Juan yang awalnya diam kini membantu Reyhan.

"Udah woi udah, mati Suami orang". Lerai Sasa.

"Biarin Sa, biar tau rasanya sakit itu gimana. Lagi pula kapan lagi bisa mukulin Dosen sendiri". Ujar Septa.

Gio duduk dan terbatuk batuk merasakan sakit disekujur tubuhnya.

"Kalian harus dengar penjelasan saya.."
________________________________________

Gio melajukan mobilnya sambil mengamati kiri kanan siapa tau berpapasan dengan Gena. Rasanya dunianya remuk hancur kala mendengar keputusan Pisah yang dikatakan Gena. Salah Gio disini adalah menyembunyikan sesuatu dibelakang Gena. Niatnya baik, namun semuanya telah berantakan.

Bugh..

Gio memukul setirnya Frustasi tak menemukan Gena.

"Sayang.. kamu dimana..".

Ia menyeka air matanya yang mengalir begitu saja.

Ia menoleh ke kiri kanan dan matanya menangkap orang yang dicarinya.

"Gena..". Ujarnya.

Ia turun dari mobil dan berjalan cepat mendekati tempat Gena.

"Gena..".

Dua orang menoleh padanya.

Mata Gio beralih pada laki laki disamping Gena.

"Pulang..". Ucapnya.

"Nggak, aku udah bilang tadi pagi. Aku gak akan pulang". Jawab Gena.

Gio menyeret paksa Gena, namun tertahan oleh Riko.

"Jangan kasar sama perempuan". Ujar Riko.

Gio menyorot tajam ke arah Riko.

"Mas nyariin kamu sampai kayak gini, kamu malah enak enakan sama Dia Gen". Gio menggeleng tak habis pikir.

"Pulang sekarang!".

Lagi lagi Gio mencoba menarik Gena.

"Lepas Mas! Aku gak mau".

"Keputusan kamu benar Gen, dia aja kasar juga sama kamu". Ujar Riko yang langsung dihadiahi pukulan diwajahnya.

"MAS GIO!!!". Pekik Gena kala Riko tersungkur.

"Jangan pernah ikut campur urusan keluarga saya!". Tegas Gio.

Riko bangkit, bohong kalau ia langsung bisa melupakan Gena. Gena adalah orang yang selalu paham dengan situasinya. Dan mendengar cerita Gena tadi, membuatnya ikut terluka. Awalnya ia memang ikut senang, Gena telah menemukan penggantinya yang sepertinya lebih baik darinya. Namun mendengar tadi, sepertinya ia salah.

BUGHH..

Hantaman kepalan tangan Riko melesat kewajah Gio.

"MASSS!!!".

"Itu buat sakit hati Gue, karena lo ngehianatin Gena". Ujar Riko.

Mereka terjebak baku hantam sampai para pedagang memisahkan, namun keduanya sama kerasnya.

Sampai hantaman meleset Gio mengenai Gena.

BUGH..

Gena sedikit terpental mendapat bogeman meleset dari suaminya sendiri.

"GENA!!". Pekik Gio.

Gena masih mendengar teriakan Gio namun setelahnya semua menjadi Gelap.

"JADI SUAMI BEGO BANGET SIH LO ANJING". Pekik Riko saat melihat Gena pingsan.

Riko dan beberapa orang yang mengepung mereka ikut membantu Gio mengangkat Gena untuk ke mobil.

Riko lah yang menyupiri Gio untuk membawa Gena kerumah sakit.

"Sayang.. maafin Mas..".

"Sayang bangun.. denger penjelasan Mas. Kamu harus denger penjelasan Mas.. Kamu salah paham".

Riko melirik Gio yang menangisi Gena dari Spion depan. Ia ikut meringis melihat Gio menangis. Ia sedikit meragu dengan ucapan Gena tadi setelah melihat Gio yang menangis tulus dengan keadaan Gena.

Gio memangku kepala Gena dan mengusap pipinya.

"Rik, bisa lebih cepetan lagi". Pinta Gio.

Riko hanya mengangguk, ia kasihan melihat laki laki dibelakangnya ini.
________________________________________

Hallo guyssss.

Ada yang bisa nebak, apa sebenarnya yang disembunyiin Gio?

Atau ada yang berpikiran bahwa Gio memang benar benar punya selingkuhan?.

Btw, mau ngakak tp kasian. Udah kena tampol istri, eh ditambahin bogeman mulu. Apea bener si Gio

Pantengin terusssss.

Gas update nichhh.

Tingkyu❤️

Hot Relationship  "After Marriage" Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang