Gionino Aksario
Aku meregangkan tubuh yang terasa kaku, seakan baru saja tertimpa beban berat. Namun gerakanku terhenti kala mataku tak menangkap siapapun disini.
Kenapa semuanya terlihat putih? Dimana ini?
"Gena..."
Aku memanggil nama istriku, entah kenapa itu yang ada dipikiranku sekarang.
"Gen..."
"Sayang..."
Tak ada sahutan apapun. Perasaanku menjadi tak karuan, cemas dan juga takut.
Ini dimana? Kenapa tak ada siapapun?
Aku mencoba untuk tenang, duduk disalah satu sudut yang sama dengan sudut lainnya. Aku menekuk lutut dan membenamkan kepalaku disana sambil memejamkan mata untuk beberapa saat.
"Hampir Magrib loh Mas, gak besok aja?"
Gena!
Aku mendongakkan kepala kala mendengar suara Gena dan mengernyit bingung.
Ini dirumah?
Aku berjalan mendekati Gena dan berniat memeluknya
Rasanya rindu sekali dengan wanitaku ini padahal kami serumah.
Aku hampir berhasil mendekapnya namun suara laki laki menghentikan gerakanku.
"Gak bisa Yang, ada tugasnya anak anak sama bahan ajar aku. Belum aku selesain juga. Bentar doang kok."
Ini maksudnya apa? Laki laki itu adalah aku? Lalu aku ini apa?
"Ya udah deh, gak usah ngebut ngebut."
"Siap Istrikuuu.."
Pria yang mirip sekali dengan aku itupun terkekeh dan mencium pipi Gena.
"Jangan lama lama, cuma berdua ini dirumah."
"Pembiasaan diri, siapa tau aku tinggal kemana gitu."
"Idih, kemana? Palingan seminar."
Aku terus mengikuti langkah mereka sampai diteras rumah.
"Gen.. ini Mas Gen.." panggilku berusaha menggenggam tangannya. Namun tak bisa.
Seketika aku panik dan mencoba meraih Gena, namun lagi lagi tak bisa.
Laki laki tadi melambaikan tangan dan masuk ke dalam mobil. Dengan tergesa aku mengikuti dia, aku ingin tau siapa dia dan juga kenapa mirip dengan aku.
Tujuannya ternyata adalah kampus dan ruang kerjaku. Tak lama, dia hanya mengambil sesuatu lalu bergegas meninggalkan kampus.
Sebelum benar benar meninggalkan kampus dia menelepon seseorang yang aku hafal suaranya. Dia istriku.
Selang beberapa saat dia mengendarai mobilnya lagi dengan bersenandung kecil mengikuti alunan lagu yang ia putar dimobil.
Rangkaian yang ku lihat masih absatrak, aku masih belum tau apa maksud dari semua ini.
Jika aku ini mimpi, tolong siapapun bangunkan aku.
Dia berhenti membeli sesuatu, hanya sebentar dan melajukan mobilnya lagi. Wajahnya terlihat sedang bahagia, entah apa yang membuatnya bahagia.
Suara ponselnya membuat ia mengalihkan fokus. Sesekali matanya melihat ke arah depan lalu ke arah ponsel.
Disana Gena mengirimkan fotonya dan juga Dinda anakku yang sepertinya selesai sholat.
Laki laki itu tersenyum melihat foto itu. Dengan menggunakan satu tangan ia mengetikkan sesuatu diponselnya, sesekali juga melihat ke arah jalan.
Tuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Relationship "After Marriage"
Teen FictionFOLLOW GUE DULU WOIIII!!!! * * * DISARANKAN UNTUK MEMBACA "HOT RELATIONSHIP" YANG PERTAMA DULU YA GUYS, SUPAYA VIBES NYA DAPET❤️ *** Menjalani hidup bersama Gio seakan membawa semerbak kebahagiaan untuk Gena. Namun, setelah satu tahun lebih menikah...
