Author
Setelah perlakuan manis Gio tadi malam, kini hubungan Gena dan Gio semakin dekat.
Cup..
Gio mencium pipi gembul Dinda yang berada digendongannya. Ia membawa Dinda menuju meja makan untuk sarapan.
"Wangi banget, mau kemana hm?" Tanya Gio pada Dinda
"Itut Papa," Sahut Dinda dengan semangat
Gena yang sudah rapi juga, kini tengah mengambil nasi dan beberapa lauk pada piring kosong yang berada ditangannya.
"Mau ikut Papa?" Timpal Gena
Gio menoleh kearah Gena dan duduk sambil memangku Dinda
Hari ini, hari pertama Gio mulai mengajar setelah mengambil cuti. Beberapa barang barang yang ia butuhkan, Gena lah yang menyiapkan.
"Saya sebenarnya bisa berangkat sendiri Gen," Ujar Gio
"Nurut aja kenapa sih. Istri khawatir itu wajar," Sahut Gena dan meletakkan piring berisi makanan itu didepan Gio
"Dinda sama Mama ya, biar Papa makan dulu."
Ketiganya makan dalam diam, tak ada pembicaraan dalam sesi sarapan pagi ini.
•••••
"Buku? Laptop? Yang lainnya?"
Gio menatap jengah pada Gena yang sibuk menyiapkan beberapa keperluannya.
"Gen, saya ini Bapak Anak satu mau kerja. Bukan anak Paud pertama masuk sekolah," Ujar Gio jengah dengan Gena
"Ya terus kenapa sih. Orang tuh ya, kalau diperhatiin Istri harusnya seneng, kamu gak seneng ya?!"
Gio menghela nafas pasrah melihat Gena yang tengah menatapnya garang
"Terserah kamu Gen."
"Ya udah ayok berangkat, lelet dah dari tadi."
Lagi lagi Gio menghela nafas, padahal sedari tadi yang menunda nunda keberangkatan mereka adalah Gena sendiri.
Gena mendahului Gio sambil menggendong Dinda, Gio sendiri hanya bisa pasrah berjalan menyusul istri dan anaknya keluar rumah.
"Ngapain kamu disini?" Tanya Gio saat hendak memasuki mobil
"Nyetir lah."
"Geser, biar saya yang nyetir."
"Yakin?"
"Saya lebih dulu bisa nyetir dan punya SIM dari pada kamu."
"Iya lah, orang tuaan situ," dumel pelan Gena.
Dalam perjalanan menuju kampus, belum ada percakapan antara Gio dan Gena. Gena malah asik sendiri dengan Dinda yang menunjuk kearah luar jendela.
Perjalanan mereka tak memakan waktu lama, hanya beberapa menit.
Gio memarkirkan mobil yang dikendarainya diparkiran khusus Dosen. Mereka bertiga turun dan menjadi pusat perhatian beberapa orang yang berada disekitar situ.
"Ruang Dosen tetep kan ya?"
"Kamu kan punya ruangan sendiri," sahut Gena
Gio mengerutkan keningnya kebingungan
"Nanti biar dibantu Pak Andi atau Dosen lainnya kalau kamu bingung Mas," sambung Gena
Mereka memasuki gedung Fakultas tempat Gio mengajar, dengan Dinda yang berada digendongan Gio. Beberapa sapaan dari mahasiswa mahasiswi terdengar saat mereka lewat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Relationship "After Marriage"
Roman pour AdolescentsFOLLOW GUE DULU WOIIII!!!! * * * DISARANKAN UNTUK MEMBACA "HOT RELATIONSHIP" YANG PERTAMA DULU YA GUYS, SUPAYA VIBES NYA DAPET❤️ *** Menjalani hidup bersama Gio seakan membawa semerbak kebahagiaan untuk Gena. Namun, setelah satu tahun lebih menikah...
