Angkat Kaki

9.4K 775 323
                                        

HEY, SORRY LAMA.
BANYAK KENDALA HEHE.

Sebenarnya gue liat sih komen kalian wkwk. tapi gue pikir, mau gue selesaiin dulu baru diup semua. Eh... Ternyata meleset semua perkiraan gue bunda bunda hahaha. Selesai kagak, mangkrak iya.
__________________________________________

Author

Berhari hari Gena menenangkan diri, dan hari ini ia berniat untuk menyelesaikan semuanya. Entah apa yang akan dia dapat setelah ini, ia sudah ikhlas.

Tadi pagi, Tiara meminta ijin pada Gena bahwa malam ini ia tidak bisa menemani di cafe dan itu digunakan Gena untuk menyelesaikan urusannya dengan Gio.

Malam ini, setelah cafe tutup ia bergegas kerumah untuk menyelesaikan semuanya. Ia tau, kalau ia datang sore hari Gio tidak akan ada. Jika malam, sudah ia pastikan Gio ada dirumah.

Dari kejauhan, rumah yang beberapa tahun ia tempati sudah terlihat.

Gena turun dari kendaraan yang ia pesan melalui aplikasi dan berjalan mendekat, namun langkahnya memelan saat melihat dua orang yang berada diteras rumah.

Keduanya menoleh saat Gena tiba di dekat mereka.

"Gi.."

Panggil wanita yang berada disamping Gio.

"Dinda masuk ya, Nak. Mama mau ngobrol dulu sama Papa, nanti Mama nyusul," ucap Gena menyuruh Dinda.

Dinda menggeleng karena takut melihat Gio.

"Dinda... nurut sama Mama ya?"

Dengan raut wajah terpaksa, ia mengangguk dan berjalan pelan menunduk melewati Gio.

Kini pandangan Gena beralih pada Gio dan Wanita disebelahnya.

"Aku kira kamu akan merenung setelah aku beri waktu beberapa hari ini," ucap Gena

Gena menatap nyalang pada wanita yang berada disamping Gio. Nampaknya wanita itu sangat menjijikkan dimata Gena karena sama sekali tak menampakkan raut wajah bersalah.

"Ck, males banget Gi kalau ada orang lain disini," ujar Wanita itu.

Kerutan pada kening Gena menandakan bahwa ia heran pada wanita itu yang tak tau malu.

"Hey.. Tante Tante sadar dong... disini yang orang lain itu siapa? Nyebut deh nyebut, ini nih laki orang, lo tuh udah mendekati bau tanah bukannya tobat malah jadi pelakor. Nggak pernah lihat sinetron azab di TV ya lo? Pelakor matinya ke cor," cerocos Gena sambil menunjuk nujuk wanita itu, mulutnya sudah sangat gatal untuk mengata ngatai perempuan itu.

"Heh bocah, gak usah asal ngejeplak ya itu mulut."

"Gue bocah? Lo kali yang bocah, ngerebut punya orang. Apa itu kalau bukan bocah? Kalau Dewasa itu pasti tau, ngambil punya orang itu dosa. Udah tau hampir bau tanah malah jadi pelakor, lo kata suami gue mainan yang bisa dipinjem atau direbut."

"Gi.." panggil wanita itu saat mendapati Gio hanya diam.

"CUKUP! Kamu diam!" Tegas Gio sambil menatap tajam ke arah Gena.

"Aku pulang aja deh Gi, males disini kalau ada dia."

"SONO!! Pulang aja sekalian ke Rahmatullah," sahut Gena.

"Ingat kata aku kemarin Gi," pungkas wanita itu dan meninggalkan Gena dan juga Gio.

Setelah kepergian Ratna, Gio menatap tajam ke arah Gena.

Ia berjalan masuk ke dalam rumah dan mendudukkan diri di sofa, diikuti Gena.

"Mau apa kamu kesini?" Tanya Gio membuka obrolan.

Hot Relationship  "After Marriage" Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang