AUTHOR
Gena nampak sibuk sejak selesai sholat subuh tadi, rumahnya nampak tak terurus setelah ia tinggal dirumah sakit beberapa hari untuk merawat Gio.
Ia membuka pelan kamar Gio, penghuni kamar itu nampak masih memejamkan mata. Gena mendekat pada Gio yang masih menutup mata. Dengan hati hati ia mengusap pelan rambut Gio, banyak kerinduan yang belum ia obati namun saat ini Gio malah memberi jarak diantara dirinya.
"Cepet sembuh ya Mas, aku rindu."
Satu kecupan ia luncurkan pada kening Gio. Ia mendongak mencoba menahan air matanya untuk tidak jatuh.
"Mas..."
Ia mencoba membangunkan Gio dengan pelan
"Bangun yuk, udah siang."
Dengan perlahan mata Gio terbuka, ia melenguh pelan karena tidurnya terusik
"Jam berapa?"
"Udah jam 7, mandi dulu abis itu sarapan." Sahut Gena
Gena berjalan membuka tirai jendela membuat sorotan matahari masuk kedalam kamar
"Kenapa kamu gak bangunin saya? Subuh saya jadi kelewat."
Gena membantu Gio untuk duduk dan bersandar pada kepala ranjang. Ia menghela nafas dan duduk disebelah Gio
"Udah, tapi kamu tidur lagi."
Tadi sebelum ia menunaikan Ibadah Sholat Subuh, ia menyempatkan membangunkan Gio terlebih dahulu namun tak berhasil.
Gena mengambilkan handuk untuk Gio. Sejak kepulangannya dirumah ini, Gio sama sekali tak mau menerima bantuan Gena untuk hal hal pribadinya seperti mandi contohnya.
Gio turun dari ranjang dengan pelan, kakinya masih belum sembuh total. Masih ada luka yang belum kering dan membuatnya harus berhati hati
"Bisa?" Tanya Gena
"Iya."
Gio mengambil handuk yang diberikan Gena, dengan pelan ia berjalan menuju kamar mandi.
"Awww..."
Ia berpegangan pada meja saat merasakan perih pada luka di kakinya
"Dibantuin gak mau, sakit kan? Bandel sih." Timpal Gena
Gio menatap Gena yang menunjukkan wajah jengkel, wanita itu berjalan dan merangkul tubuh Gio untuk menuntunnya berjalan
Beberapa detik ia hanya diam mengamati Gena yang cukup dekat ini
"Ayo, kok diem."
Suara Gena menyadarkan Gio, ia mengangguk dan berjalan menuju kamar mandi
"Panggil aku kalau udah selesai." Ujar Gena setelah Gio menutup pintu kamar mandi
Gena mengambilkan pakaian ganti Gio pada lemari dan meletakkannya pada kasur
Selang beberapa menit pintu kamar mandi terbuka, Gio nampak tertatih karena lukanya terkena air
"Kenapa? Perih?" Tanya Gena
Gio nampak sedikit kaget karena suara Gena, ia pikir Gena sudah keluar dari kamar
Gena menghampiri Gio dan membantunya berjalan. Gio menoleh saat lengan Gena menyentuh kulitnya langsung, ada sengatan yang tiba tiba menjalar pada tubuhnya.
"Udah aku siapin baju gantinya, bisa sendiri kan?"
Gio menganguk sekilas
"Iya, kamu bisa keluar."
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Relationship "After Marriage"
Fiksi RemajaFOLLOW GUE DULU WOIIII!!!! * * * DISARANKAN UNTUK MEMBACA "HOT RELATIONSHIP" YANG PERTAMA DULU YA GUYS, SUPAYA VIBES NYA DAPET❤️ *** Menjalani hidup bersama Gio seakan membawa semerbak kebahagiaan untuk Gena. Namun, setelah satu tahun lebih menikah...
