Author
Disalah satu rumah tua seorang kakek mendapat tamu yang sudah tak asing lagi baginya.
"Ada apa Ratna? Apa yang kali ini masih kurang manjur?" Tanyanya dan duduk didepan tamunya itu setelah meletakkan dua gelas berisi Teh.
Wanita bernama Ratna itupun menggeleng dan mengembangkan senyumannya.
"Manjur Kek, dia nurut denganku."
"Oh ya? Lalu apa yang akan kamu lakukan?" Tanya kakek itu.
"Aku masih ingin bermain main dengannya, yaaa... itung itung untuk membayar apa yang tidak aku dapatkan dulu," sahutnya dan terkekeh.
"Kau ini ada ada saja." Sahut Kakek itu dan meminum Tehnya.
"Oh iya, bagaimana keluarga dan suamimu?" Sambungnya.
"Baik, semuanya sehat. Hanya saja Mas Toni belum bisa pulang, dia masih di luar negeri mengurus bisnisnya lebih lama tak seperti biasanya."
"Tapi, ada orang yang ingin ikut campur dengan urusanku ini Kek," sambungnya.
Kakek itu menatap Ratna dengan kerutan dikeningnya.
"Oh ya? Siapa itu? Apa perlu Kakek bereskan sekalian?"
Ratna menggeleng pelan
"Tidak usah Kek, aku jamin dia tidak akan berani mencampuri urusanku lagi."
"Dia suami dari adikku," sambungnya.
"Memang dia tau tentang rencanamu ini?"
"Iya, dia pernah membuntutiku saat aku datang kemari. Dan mulai saat itu dia mencoba memberi tahu targetku. Untung saja saat ia membuntutiku, aku sadar. Jadi aku sudah menyiapkan preman untuk memberi dia pelajaran sampai pingsan di pertengahan sawah dekat sini."
"Lalu, apa yang dia lakukan saat ini?"
"Dia seolah tidak mengetahui apa yang aku lakukan saat bertatap muka denganku. Entah ia hanya menutupi atau saat dia dikeroyok preman tidak melihat wajahku dengan jelas."
"Yang jelas, dia sudah ku ancam sebelum tak sadarkan diri waktu itu," sambungnya.
Kakek itu hanya mengangguk paham.
"Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya jika keluarganya sudah hancur? Ingin merebutnya?"
Ratna tak menjawab, hanya menyunggingkan senyumannya.
Dilain tempat, Tiara berlari ke arah Gena yang ditampar Gio hingga tersungkur.
"MBAK GENA!!"
Tiara berlari menghampiri Gena yang sudah terduduk dilantai.
"UDAH GILA YA LO, MAS?!!" Teriak Tiara menatap Gio dengan murka.
Ia membantu Gena untuk bangkit namun tubuh Gena lemas tak berdaya.
"Ini Istri lo bodoh!!!" Maki Tiara. Seumur dia hidup, dalam ingatan Tiara baru kali ini ia memaki dengan kata kata kasar pada kakaknya itu.
Gena hanya bisa terduduk menangis dalam rangkulan Tiara.
"Argh.." ringis Gena sembari memegangi perutnya.
Tiara mendadak panik saat Gena meringis kesakitan.
"Mbak Gena? Kenapa Mbak?!" Tanyanya panik saat Gena memegangi perutnya.
Gena tak bisa menjawab, ia makin menangis dan meringis kala merasakan sakit yang hebat pada perutnya.
"Mb-mbak... da-darah," lirih Tiara terbata kala melihat kaki Gena teraliri darah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Relationship "After Marriage"
Teen FictionFOLLOW GUE DULU WOIIII!!!! * * * DISARANKAN UNTUK MEMBACA "HOT RELATIONSHIP" YANG PERTAMA DULU YA GUYS, SUPAYA VIBES NYA DAPET❤️ *** Menjalani hidup bersama Gio seakan membawa semerbak kebahagiaan untuk Gena. Namun, setelah satu tahun lebih menikah...
