Buka Puasa

11.1K 835 16
                                        

Author

2 Bulan Kemudian..

"Alhamdulillah kandungannya sehat pak bu. Bu Gena jangan terlalu capek ya, saya beri vitamin diminum 2x sehari". Ujar Dokter.

Gena dan Gio sama sama mengangguk.

"An-anu dokter".

Gena menoleh kala Gio membuka suara.

"Iya pak?".

"Anu, emm kalau melakukan hubungan suami istri di usia kandungan segini apa boleh ya?".

JLEKK..

Gena menginjak kaki Gio yang membuat Gio meringis kesakitan.

Sang Dokter terkekeh

"Boleh Pak, kalau diusia kandungan yang seperti ini sudah boleh karena kandungan sudah lebih aman atau kuat. Namun jangan terlalu keras".

Gio mengangguk dan nyengir, Gena hanya melirik tajam ke arah Gio.

Gini nih kalau nikah sama om om yang gapernah disentuh selama 36tahun, bawaannya pengen Ngen mulu. Batin Gena.

Gio mengucapkan terima kasih pada dokter dan pamit untuk pulang.

"Kenapa pake nanya gituan segala sih". Protes Gena saat sudah berada didalam mobil.

"Udah puasa berbulan bulan loh Sayang.. Sesek nih dedeknya Mas".

Gena bergidik ngeri dengan ucapan Gio.

Gio mengusap perut Gena yang sudah sedikit membuncit.

"Mirip Papa aja ya Nak, mama kamu kalau ngambek ngeri. Nanti kalau dirumah ada dua orang yang ngambekan bisa setres Papa". Ujar Gio.

"IDIHHHH".

Gena menepis tangan Gio.

"Hari apa sidangnya?".

Gena menoleh ke arah Gio yang fokus kembali pada jalan.

"Rabu depan".

Kini tinggal selangkah lagi Gena menyelesaikan pendidikannya dan mendapat gelar S1.

Setelah bergulat dengan revisi revisi revisi, akhirnya minggu depan ia akan Sidang.

"Semangat, dedek pasti bangga punya Mama yang bisa atur jadwal pendidikan sama kesehatan dedek". Ujar Gio dengan mengusap perut Gena.

"BATAGORRR!!!!".

Gio menoleh ke samping jalan.

"Mau Batagorrr Massss". Rengek Gena.

Gio mengangguk dan memutar mobilnya.

"Bang Boimmmm". Sapa Gena.

"Eh neng Gena, sama siapa neng".

"Nih sama pak suami".

Gio hanya nyengir dan duduk dikursi plastik yang disediakan disana.

"3 ya Bang boim, di bungkus".

Gena menyusul duduk disamping Gio

"Banyak banget, dua aja cukup loh Yang".

"Gak mau. Nanti kalau aku kurang Gimana. Kamu satu aku dua".

Gio hanya menghela nafas pasrah. Selama masih jaman Kasmaran seperti pacaran bersama Gio, sampai Gena hamil Batagor ini lah yang menjadi langganan Gena.

"Udah berapa bulan neng". Tanya Kang Batagor.

"Jalan 3 bulan Bang".

"Alhamdulillah yang dibawa masih orang yang sama ya neng". Kekeh Bang Boim.

"Waduhhh, ya iya dong Kang. Yang sekarang udah jadi pasangan halal". Balas Gena.

"Kamu dulu bawa siapa aja kesini". Bisik Gio.

"Adadeh".

******

Malam Harinya

"Yang".

"Hmm".

"Yang".

"Hmmm".

"Sayanggg...".

"Apasih Mas". Sungut Gena.

"Ituuu...".

Gena melirik tajam semuanya yang hanya ona anu ona anu

"Apa?!".

Gio meremas jarinya seperti anak kecil yang Gugup

"Pengen silaturahmi sama adek". Cicit Gio.

"Ha?".

Gena yang tak paham maksud Suaminya hanya membengong.

"Issshh". Desah Gio yang ikutan kesal karena Gena tak paham.

Gio menyibak selimut yang menutupi badannya.

"Ini lo Yang".

Ia menunjuk selangkangannya sendiri. Gena hanya terbengong.

"Gak ah". Sahut Gena.

"Ih kok gitu. Udah puasa berapa bulan aja nih Mas. Kata Dokter kan juga boleh, Dosa loh nolak suami".

Gena hanya menatap Suami Mesumnya dengan jengah.

"Hmm yaudah".

Gio mendadak sumringah

"Boleh nih". Tanyanya.

Gena hanya menyahut dengan gumaman

"Asikkk Buka Puasaaaa". Pekik girang Gio.

Dengan cepat Gio langsung menghujami istrinya kecupan kecupan kecil diwajah.
______________________________________

Hallo guyssss balik lagi nicchhh

Masih pada nungguin gak sih?

Tingkyu yang udah mampir❤️

Jangan lupa ninggalin jejak😡😤🥰❤️

Hot Relationship  "After Marriage" Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang