Author
"Udah cantik belum". Tanya Gena yang mematut dirinya dicermin kamar.
"Cantik, setiap hari udah cantik".
Gio melingkarkan tangannya pada perut Gena dan memeluknya dari belakang.
"Ayah sama Bunda dateng Mas?".
"Dateng, lagi dijalan katanya".
Gena membalikkan tubuhnya menatap dan membuat Gio menaikkan alisnya.
"Makasih ya Mas, nemenin aku begadangin skripsian. Padahal kamu sendiri juga sibuk, maaf juga kadang suka lalai sama tugas rumah. Gak sempet masak, kadang ngamuk gak jelas gara gara capek".
Gena berucap sambil membenarkan dasi dan jas Gio
"Kamu itu istri Mas, jadi sudah semestinya Mas nemenin kamu disituasi apapun".
Setelah bulan bulan dan hari hari yang diisi dengan tumpukan kertas, buku dan revisian akhirnya Gena akan resmi menjadi Sarjana hari ini.
"Mas dulu bersaing sama ribuan orang untuk beasiswa full, itu udah buat Mas merasa hebat banget dan merasa berat banget. Tapi, setelah lihat istri Mas ini.. Mas jadi paham, jika semuanya dijadikan perbandingan diluaran sana masih banyak perjuangannya yang lebih berat dari Mas. Contohnya kamu, kamu setiap harinya membagi waktu jadi Istri dan jadi mahasiswa. Pagi nyiapin keperluaan Mas, bebenah rumah, ke kampus, revisian, mikir skripsi, begadang, kadang malah Adek nakal bikin kamu kesakitan".
Gio mengusap pipi Gena yang sudah terpoles make up tipis
"Itu berat, Mas ngebayangin aja udah capek. Dan kamu mampu..".
"Kamu Hebat Sayang". Sambung Gio
Gio menghela nafas dan matanya turun kebawah, mengusap malaikat kecil yang berada dalam perut Gena.
"Mama Hebat Nak, kamu akan lahir dari Mama yang hebat".
Gena merasa berbunga, ia selalu dibanggakan oleh Gio. Selalu diratukan oleh Gio.
"Aku mau balik banggain kamu, tapi kayaknya banyak banget yang perlu aku banggain dari kamu Mas. Ganteng, Pinter, Mapan, Sukses apalagi ya..".
Gio terkekeh pelan melihat kepolosan istrinya.
PADAHAL GAK POLOS.
"Mas gak perlu kamu banggain tentang itu, cukup banggain Mas pada semuanya sebagai Suami kamu. Itu udah cukup".
"Boleh cium gak sih, gemes lihat lipstiknya dari tadi". Sambung Gio dan langsung mendapat pukulan pelan dari Gena.
"Oh kamu mau pake juga?". Goda Gena.
"Pengen bibirnyaaaa". Balas Frustasi Gio.
"Berantakan dong nanti". Balas Gena sambil terkekeh.
Gio memanyunkan bibirnya karena tak mendapat apa yang ia mau.
Namun sedetik kemudian malah Gena yang berjinjit menyatukan bibir mereka.
_________________________________________
"Wisudawan terbaik program studi Strata Satu Manajemen dari daerah Banyuwangi Jawa Timur dengan IPK 3,89 Putri dari Bapak Prameswara dan Ibu Widya, Gena Pramudya..".
Riuh tepukan tangan mengiringi jalannya Gena, setelah menunggu giliran pengesahan wisuda ia menyusul seperti teman temannya yang Cumlaude.
Setelah Sidang Skripsi dan mengurus seluruh berkas berkas serta keperluan lainnya, hari ini Gena resmi di Wisuda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Relationship "After Marriage"
Teen FictionFOLLOW GUE DULU WOIIII!!!! * * * DISARANKAN UNTUK MEMBACA "HOT RELATIONSHIP" YANG PERTAMA DULU YA GUYS, SUPAYA VIBES NYA DAPET❤️ *** Menjalani hidup bersama Gio seakan membawa semerbak kebahagiaan untuk Gena. Namun, setelah satu tahun lebih menikah...
