Author
Seorang laki laki yang tengah terbaring diranjang rumah sakit menatap sekitar ruangan itu dengan mata menyipit.
"Butuh sesuatu Mas?" Tanya Gena saat menyadari suaminya sudah sadar.
Laki laki itu adalah Gio, ia menatap Gena dan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ia memandang langit ruangan itu dengan tatapan hampa.
"Kata dokter kamu kecapean, tapi nanti udah boleh pulang kok."
Masih enggan membuka suara, Gio hanya diam.
"Ya udah, kamu istirahat dulu aja. Kalau butuh apa apa panggil aku, aku diluar."
Gena meninggalkan Gio keluar untuk melihat adik iparnya dan juga anaknya.
"Gimana mbak?" Tanya sang adik.
"Udah sadar kok, nanti juga udah boleh pulang," sahut Gena.
"Syukur lah Mbak."
"Apa aku kabarin orang rumah aja?" Sambung Tiara.
"Jangan deh, nanti juga udah dibolehin pulang. Takutnya kalau dikabarin nanti bikin panik semuanya."
Akhirnya Tiara mengalah dan mengangguk.
"Ma.. Papa," ujar Dinda.
"Papa masih istirahat, Sayang. Nanti kalau udah dirumah main lagi sama Papa."
Gena mengambil alih Dinda dan membawanya ke gendongannya. Ia menciumi pipi gembul anaknya itu dengan gemas.
°°°
Setelah diperbolehkan pulang, Gena membawa pulang Gio kembali kerumah. Namun ada beberapa kejanggalan setelah ia sadar tadi. Gio nampak lebih menjadi pendiam, tak seperti biasa.
"Mas, kenapa? Apa masih pusing?" Tanya Gena yang duduk disebalah Gio.
Gio menggeleng pelan dan membenarkan posisi bersandarnya.
"Kamu diem mulu dari tadi, beneran gak kenapa napa?" Tanya Gena sekali lagi.
"Aku ngerasa capek," sahut Gio setelah keterdiamannya.
"Ya udah, kamu tidur gih."
Gio mengangguk dan merebahkan tubuhnya pada ranjang. Matanya mulai menutup. Gena dengan telaten mengusap kepala Gio.
"Semoga kamu sehat sehat terus ya Mas. Aku khawatir banget tadi. Aku takut terjadi apa apa sama kamu," lirih Gena sambil mengamati wajah Gio yang memang seperti lelah.
Menunggui Gio beristirahat, akhirnya Gena naik ke ranjang dan merebahkan tubuhnya disamping Gio. Badannya juga letih, ditambah lagi dengan kehamilannya ini.
Sebelum memejamkan mata, ia menaruh punggung tangannya dikening Gio guna mengecek apakah masih panas atau tidak.
"Syukurlah udah gak panas kayak tadi," ujarnya.
Ia mulai ikut memejamkan mata dan tertidur disebelah Gio dan malam ini Dinda ia limpahkan pada Tiara.
°°°
Paginya, seolah Gio seperti anak kecil yang susah diatur. Ia sudah siap dengan pakaian rapi untuk berangkat bekerja walau Gena melarang.
"Mas, kamu itu butuh istirahat!"
"Aku udah gak apa apa," sahut Gio datar sambil menyuapkan sarapannya ke mulut.
"Bener kata Mbak Gena Mas, kamu butuh istirahat," timpal Tiara.
"Aku udah selesai, kamu mau bareng atau berangkat sendiri?" Tanya Gio pada Tiara setelah menyelesaikan sarapannya.
Gena hanya bisa menghembuskan nafas pasrah. Ia mengantar adik dan suaminya untuk berangkat.
"Nebeng yak," ucap Tiara dan dianggukkan Gio.
Gena yang berada disamping Gio menyerahkan tas kerjanya. Masih seperti biasa, ia mencium punggung tangan Gio dan Gio mengecup keningnya dan juga mencium Dinda. Namun entah perasaan Gena atau apa, ia merasa ini bukan Gio yang biasanya. Gio yang didepannya terkesan dingin walau kebiasaannya tidak berubah.
"Hati hati dijalan," ucap Gena. Gio hanya mengangguk dan keluar rumah menuju mobilnya.
Gena hanya menatap pasrah mobil yang dikendarai Gio keluar dan mulai melesat meninggalkan rumah.
°°°
Di kampus, sejak tadi rekan kerja Gio menatap aneh padanya. Tak ada suara sama sekali yang ia lontarkan. Berpapasan saja tak menegur. Gio terkesan seperti mayat hidup walau tak sepucat zombie.
Ia yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya mulai keluar ruangan dan mengunci ruangan itu. Ia menyusuri koridor untuk menuju ke parkiran. Beberapa mahasiswa ataupun mahasiswi yang menegur Gio seperti biasa, kini menatapnya aneh. Karena saat mereka menyapa Gio, tak ada sahutan seolah Gio tak mendengar.
"Gio.."
Ia menoleh dan mendapati perempuan yang tersenyum hangat padanya.
"Ratna?"
Perempuan itu mendekat ke arah mobil Gio.
"Hai, kita ketemu lagi. Udah mau pulang ya?"
Gio mengangguk sekilas, matanya menatap kearah Ratna. Namun seperti kosong, hampa.
"Kamu ada waktu? Aku mau ke mall, apa kamu mau menemaniku?"
Entah ada angin apa, dengan beraninya Ratna melontarkan pertanyaan yang terkesan malah seperti ajakan.
Gio nampak masih terdiam, namun tak lama ia mengangguk.
"Mbak Ratna!"
Belum juga bergerak untuk ke tujuan yang Ratna katakan, suara seseorang dari arah lain mengalihkan pandangan mereka berdua. Keduanya menoleh dan mendapati Andi yang berjalan mendekat.
"Kok Mbak disini?" Tanyanya.
"Ada perlu sama Gio. Mbak duluan ya."
Gio dan Ratna akhirnya meninggalkan Andi. Mereka berdua memasuki Mobil Gio dan melajukan mobilnya keluar dari area parkiran kampus.
Andi menatap mobil yang makin lama menjauh keluar dari area parkiran itu.
"Apa lagi yang akan dilakukan wanita gila itu."
____________________________________
Hallo balik lagi
Sorry updatenya lama ya, ada tanggungan kerjaan dan baru dapat cuti kemarin.
Insya Allah setelah ini bakal Update cepet, draftnya udah banyak wkwk.
Btw, terima kasih yang masih mau mampir❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Relationship "After Marriage"
Fiksi RemajaFOLLOW GUE DULU WOIIII!!!! * * * DISARANKAN UNTUK MEMBACA "HOT RELATIONSHIP" YANG PERTAMA DULU YA GUYS, SUPAYA VIBES NYA DAPET❤️ *** Menjalani hidup bersama Gio seakan membawa semerbak kebahagiaan untuk Gena. Namun, setelah satu tahun lebih menikah...
