Ancaman

3.8K 488 31
                                        

Author

Seseorang tengah tergesa gesa melangkahkan kakinya, sesekali ia berlari lari kecil dipertengahan jalan sawah itu.

"Bodoh, kenapa gak nyuruh tukang ojek tadi nungguin aja sih," ujarnya merutuki kebodohannya sendiri.

Dengan langkah tergesa gesa, ia menyusuri jalanan aspal rusak untuk menuju ke mobilnya.

Belum sampai ia pada mobilnya yang terparkir diujung jalan, dua motor yang dikendarai empat orang menghadangnya.

Dengan pelan ia berjalan mundur saat melihat empat orang itu turun dari motor. Laki laki bertubuh besar dan bertampang seram itu sukses membuat nyalinya menciut.

Ia menoleh ke kanan ke kiri yang sepi karena mereka kini berada dijalan tengah sawah.

Ke empat laki laki itu ada yang membawa balok kayu yang cukup besar.

"I-ini kenapa ya bang?" tanyanya.

"Banyak tanya lo."

BUGGHH...

Hantaman balok kayu yang tiba tiba, membuatnya tersungkur dijalan.

Ia meringis kala merasakan remuk dibadannya. Belum sempat memberi perlawanan, tubuhnya kembali mendapat serangan.

BUUGGHH..

BUUGGHH..

Tendangan dan juga pukulan orang orang itu melayang kewajah dan juga tubuhnya.

Ia meringkuk ditengah jalan merasakan badannya yang seperti remuk.

Tangannya terangkat merasakan perih dikeningnya. Darah segar mengalir dari keningnya, tangannya yang kini berlumur darah mendadak gemetar.

Pandangannya berkunang kunang, tak begitu jelas. Orang orang yang tadi memukulinya masih berdiri tak jauh dari tubuhnya.

Suara tawa seseorang yang lamat lamat ia kenali seakan mendekatinya. Dengan sisa sisa kesadarannya, ia mencoba menajamkan pengelihatannya. Namun sayang, tak berhasil. Orang yang baru datang itu mendakati tubuhnya dan berlutut.

"Mau ikut bermain denganku?" Ucap orang itu dengan diselingi tawa.

Kerah kemeja yang ia kenakan ditarik kasar oleh orang itu. Ia mencoba mengerjap beberapa kali namun tetap saja pengelihatannya tak jelas.

"Gue gak suka ada yang ikut campur urusan gue. Dan lo gak usah sok jadi pahlawan kesiangan, gak akan ada percaya sama lo Hahaha."

"Dan lagi, gue ingetin sekali lagi. GAK USAH IKUT CAMPUR."

"Kalau lo sekali lagi ikut campur, Istri kesayangan lo itu beserta calon anak lo akan jadi korban gue juga."

BUGGGHH!!

Satu pukulan keras menghantam wajahnya lagi. Perlahan pengelihatannya menggelap sempurna, hanya ada suara tawa orang orang itu yang makin lama makin mengecil dan hilang.

****

Disalah satu kamar rawat rumah sakit, terdapat laki laki yang tengah terbaring diranjang. Wajah tampannya kini hampir tak terlihat, terlalu banyak perban dan juga lebam yang menutup.

Dua orang yang menunggunya tampak gelisah karena sejak laki laki itu ditemukan, ia sama sekali belum sadar.

"Mas... Bangun..." Lirih Istrinya sembari menggenggam jemari laki laki itu.

Selang beberapa menit jemari laki laki itu bergerak, matanya perlahan terbuka dan menyipit menyesuaikan cahaya.

"Engghh," lenguhnya saat merasakan perih dikepala.

Hot Relationship  "After Marriage" Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang