Author
1 Bulan Kemudian
"Ada beberapa yang typo. Bisa kamu perbaiki dulu. Bulan depan kayaknya udah bisa sidang, melihat pengerjaan kamu yang jarang revisian". Ucap Andi.
Gena merekahkan senyuman, begadangnya tak sia sia.
"Iya pak, semoga".
"Kata Gio udah isi, selamat ya". Ucap Andi disertai senyuman.
Bukan Gio namanya jika tidak posesif, kehamilan Gena bahkan sudah didengar Andi. Tentunya ia mendengar sendiri dari mulut Gio.
"Iya pak, jalan 1bulan".
"Jangan capek capek, itu usia rentan. Skripsian dibawa santai aja".
Gena mengangguk
"Siap Pak. Saya permisi dulu Pak, terima kasih".
Gena beranjak dari tempat Andi dan berniat menuju keruangan suaminya.
Ia nyelonong masuk tanpa mengetuk pintu. Dan pemandangan menusuk mata terpampang didepannya.
"Ayolah pak, nanti malem".
"Lepas! Saya Dosen Kamu. Gak punya sopan santun ya kamu".
Matanya bertubrukan dengan Gio
"Issshhh LEPAS!". Bentak Gio dan menyentak tangan yang bergelayut dilehernya.
"Sayang aku bisa jelasin". Sambung Gio.
"Maaf pak jadi ganggu". Ujar Gena sambil menampilkan senyuman syaitonnya.
"Mbaknya kalau masuk ketuk pintu dulu, gak punya sopan santun ya". Ujar perempuan itu. Gena perkirakan ia adalah Adik tingkatnya yang jauh dibawahnya.
"Kamu yang gak punya sopan santun bergelayutan dengan Dosennya sendiri!". Sahut Gio membentak.
"Kalau begitu saya permisi Pak". Pamit Gena namun terhenti oleh Gio.
"Sayang sayang, aku bisa jelasin..".
Gio mencekal tangan Gena agar tak keluar dari ruangan.
Adik tingkat Gena itupun nampak kaget dengan panggilan Gio.
PLAKKK...
"JAHAT!".
Gio menganga merasakan panas di pipi dan kaget karena Gena tiba tiba menamparnya.
Gena menangis tiba tiba dan berhasil membuat Gio panik.
"Kamu...". Gio menunjuk mahasiswi yang masih syok itu.
"KELUAR!!!". Bentaknya.
Dengan buru buru mahasiswi tadi berjalan keluar.
"Tunggu..".
Gena menatap tajam Gio yang menghentikan langkah mahasiswi itu.
"Ini perlu kamu ketahui, saya sudah beristri. Istri saya sedang hamil, dan ini istri Saya. Jadi jangan pernah usik kehidupan saya, terlebih lagi kamu mahasiswi Saya. Jadi pakai sopan santun kamu". Tegas Gio.
"Satu lagi..".
Mahasiswi itu masih menunggu kelanjutan ucapan Gio.
"Kalau perlu.. memang perlu sepertinya. Bilang sama temen temen kamu yang suka ganggu saya dengan rayuan menjijikkan mereka, SAYA SUDAH BERISTRI!!!".
Mahasiswi itu mengangguk dan buru buru keluar.
Tangis Gena masih pecah yang membuat Gio tersadar akan kepanikkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Relationship "After Marriage"
Dla nastolatkówFOLLOW GUE DULU WOIIII!!!! * * * DISARANKAN UNTUK MEMBACA "HOT RELATIONSHIP" YANG PERTAMA DULU YA GUYS, SUPAYA VIBES NYA DAPET❤️ *** Menjalani hidup bersama Gio seakan membawa semerbak kebahagiaan untuk Gena. Namun, setelah satu tahun lebih menikah...
