Author Pov
Dirumah sakit keluarga Gio masih menungguinya sadar. Walau ayahnya masih memendam amarah pada anak laki lakinya itu, ia juga masih mempunyai rasa tak tega melihat anak laki lakinya terbaring tanpa pergerakan di ranjang rumah sakit berhari hari.
"Aku rasa dari kecil tidak pernah mengajarkan kekerasan pada anakku, tapi kenapa Gio tumbuh menjadi laki laki bodoh yang main tangan juga menumbuhkan perselingkuhan dalam rumah tangganya. Aku benar benar kecewa, aku benar benar merasa gagal menjadi orang tua, aku benar benar malu pada keluarga Gena. Hatiku sakit mendengar Gio berbuat sejauh ini, aku juga punya anak perempuan. Aku ikut merasakan betapa hancurnya orang tua Gena karena ulah anakku. Aku mendidik dia dengan cinta keluarga yang utuh, dimana letak hati nurani juga otakmu nak..." lirih ayah Gio yang tanpa sadar meneteskan air mata sambil memandang Gio yang terbaring diranjang rumah sakit.
"Aku juga masih tidak menyangka Gio bisa berbuat seperti ini, Aku yang selalu mengajarkan untuk lebih lembut dengan perempuan karena ia juga mempunyai adik perempuan. Tapi kenapa malah ia dengan teganya menyakiti Gena dan juga darah dagingnya sendiri. Aku seperti tidak percaya..." sahut Ibunda Gio.
"Gena wanita baik, keluarganya juga baik, sebenarnya kurang apa Gena dimatamu nak? Dulu, Bunda sangat khawatir kamu belum juga mau menikah diusia yang sudah terbilang kelewat matang, kamu yang tak pernah menyebut nama wanita dengan nada bahagia, Bunda sangat khawatir kala itu. Tapi setelah kamu menceritakan tentang Gena, matamu selalu berbinar bahagia dan senyuman tak pernah luntur tercetak dibibirmu... waktu itu kamu sampai menangis setiap malamnya ketika ada kesalah pahaman dengan Gena, kamu takut tidak bisa memiliki Gena. Dan itu pertama kalinya kamu menceritakan tentang perempuan, yang katamu cinta pertamamu. Tapi sekarang kamu malah menyakitinya nak..."
Orang tua mana yang tidak kecewa dan pedih melihat keadaan anaknya seperti ini, keadaan rumah tangganya hancur. Keduanya terdiam menyelami pikiran masing masing dengan arah pandangan yang sama, yaitu Gio. Sampai suara Gio menyadarkan keduanya...
"BAPAKK... AMPUN PAK... GENA... AMPUNI MAS GEN... ARRRGGGGHH SAKITTT."
"ARRRGGHHH.... PERGII!!! JANGAN GANGGUU!!!"
"Tiara panggil Dokter cepat!!" Perintah Ayahnya sambil memegangi tubuh anaknya, ibundanya hanya bisa menangis sambil memegangi tangan Gio yang berusaha memukul mukul kepalanya.
Tak beberapa lama Dokter datang dan menyuntikkan obat penenang. Dokter mengatakan ada benturan cukup keras yang ada diarea mata yang kemungkinan besar mengganggu pengelihatannya dan juga ada cidera pada tulang kakinya yang akan membuat Gio tidak bisa berjalan untuk beberapa waktu. Sang Ibunda menangis hebat memeluk anak laki lakinya yang terbaring tak sadarkan diri di ranjang rumah sakit.
Terhitung seminggu setelah kecelakaan, orang tua Gio tidak pernah meninggalkan Rumah Sakit. Terlebih Ibundanya yang makin hari makin tersayat hatinya melihat kondisi Gio yang bisa dibilang seperti orang yang kehilangan jiwanya. Dan banyak kejanggalan yang terjadi. Gio sering kejang tanpa sebab, pingsan dan berteriak saat tidak sadar. Ia berteriak ketakutan seperti ada yang mengancam serta mengucapkan banyak penyesalan dan kata maaf untuk Gena. Namun dokter berkata kecelakaan kemarin tidak memperburuk kerusakan pada otaknya. Aneh?
"Nak, makan dulu ya?"
"Gio gak lapar," sahutnya.
"Bun... Gio sebenarnya kenapa? Aku benar benar menyakiti Gena? Itu bukan mimpi?" Tanyanya.
"Gio juga cacat," sambungnya.
Bundanya menangis tanpa suara sembari mengusap tangan anaknya.
Setelah Gio sadar dan mengatakan tidak bisa melihat, dokter membacakan berkas pemeriksaan dan mengatakan bahwa ada trauma pada saraf Mata Gio yang menyebabkan ia tidak bisa melihat dalam waktu yang tidak bisa ditentukan.
"Ini hanya sementara Nak, Gio setelah ini bisa melihat dibantu dengan obat."
Sejak sadar beberapa hari yang lalu Gio ketakutan dan menangis mencari cari Gena. Ia takut namun masih berpikir positif bahwa apa yang baru saja ia alami hanya mimpi. Namun apa yang ia kira mimpi, seperti begitu nyata. Ditambah sang Ayah langsung murka dan emosinya meledak seketika mendengar nama menantunya keluar dari mulut Gio. Sang Ayah memaki maki Gio karena ulahnya yang keterlaluan dan kelewat bodoh, tidak peduli dengan keadaan Gio yang masih shock dan lemah.
"AKU CUMA MIMPI. GENA MASIH ISTRIKU. AKU TIDAK MEMBUNUH CALON ANAKKU!! AKU TIDAK MENYAKITI GENA!!!"
Saat itu Ia meraung dan mengamuk mencari cari Gena. Sang Ayah yang masih dibalut emosi tanpa peduli langsung keluar dari ruangan menyisakan Tiara dan Istrinya.
"Aku gak merasa menyakiti Gena bun, aku tidak mengingat kalau tanganku pernah menyakiti Gena seperti yang Ayah bilang. Aku seperti mimpi, aku hanya bermimpi. Walau... terasa seperti nyata."
"Ikhlaskan saja ya, Nak," lirih Ibundanya
Gio menangis dan menjawab sang Bunda dengan menggeleng lemah.
"Gio gak melakukan apa apa Bun, Gio gak menyakiti Gena," lirihnya.
Ia mengingat di mimpinya, ia begitu kejam mengusir Gena. Menyakiti fisik Gena. Hingga... menyebabkan Gena keguguran.
"Bunda..."
"Aku sebenarnya kenapa Bun... Aku sering memimpikan seseorang yang mengancamku. Ayah mengatakan kalau Aku menyakiti Gena, padahal demi Allah aku tidak pernah merasa tangan ini terangkat untuk menyakiti Gena."
"Bunda gak tau bagaimana kamu bisa seperti ini, tapi Adikmu saksi betapa kejamnya kamu dengan Gena. Dari mulai perselingkuhanmu dengan wanita lain, kamu main tangan pada Gena hingga menyebabkan ia keguguran, sampai kamu mengusir anakmu dan juga istrimu demi wanita itu."
Gio nampak berpikir keras, benarkah ia seperti itu? Dimimpinya semua runyam karena Ratna, seingatnya terakhir kali bertemu Ratna saat itu ia biasa saja. Hanya berteman.
"Gio... ikhlas kan Gena ya nak, kecil kemungkinan ia mau kembali ke kamu setelah banyaknya trauma yang kamu berikan. Dan tentunya orang tuanya juga tidak akan mau menerima kamu lagi."
"Lalu, kalau bukan Gena, siapa yang membuat hidupku menjadi benar benar hidup Bun?"
.......
Terima kasih masih mampir....
Jangan lupa meninggalkan jejak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Relationship "After Marriage"
Teen FictionFOLLOW GUE DULU WOIIII!!!! * * * DISARANKAN UNTUK MEMBACA "HOT RELATIONSHIP" YANG PERTAMA DULU YA GUYS, SUPAYA VIBES NYA DAPET❤️ *** Menjalani hidup bersama Gio seakan membawa semerbak kebahagiaan untuk Gena. Namun, setelah satu tahun lebih menikah...
